KOMPAS.com - Kisah Ashabul Kahfi dalam Al-Qur'an tidak hanya menceritakan tujuh pemuda yang mempertahankan keimanan, tetapi juga menyebut seekor anjing yang berada bersama mereka. Hewan tersebut digambarkan membentangkan kedua kaki depannya di dekat pintu gua ketika para pemuda itu tertidur.
Keberadaan anjing Ashabul Kahfi disebut dalam Surah Al-Kahfi ayat 18 dan 22. Meski kerap dikaitkan dengan kesetiaan dan perlindungan, ada sejumlah hal yang perlu dibedakan antara keterangan Al-Qur'an dan cerita yang berkembang di masyarakat.
Allah berfirman dalam Surah Al-Kahfi ayat 18:
وَتَحْسَبُهُمْ اَيْقَاظًا وَّهُمْ رُقُوْدٌ وَّنُقَلِّبُهُمْ ذَاتَ الْيَمِيْنِ وَذَاتَ الشِّمَالِ وَكَلْبُهُمْ بَاسِطٌ ذِرَاعَيْهِ بِالْوَصِيْدِ لَوِ اطَّلَعْتَ عَلَيْهِمْ لَوَلَّيْتَ مِنْهُمْ فِرَارًا وَّلَمُلِئْتَ مِنْهُمْ رُعْبًا
Wa taḥsabuhum aiqāẓaw wa hum ruqūd, wa nuqallibuhum żātal-yamīni wa żāta asy-syimāli wa kalbuhum bāsiṭun żirā‘aihi bil-waṣīd. Lawiṭṭala‘ta ‘alaihim lawallaita minhum firāraw wa lamuli’ta minhum ru‘bā
Baca juga: Cara Memilih Pasangan dalam Islam, Ikhtiar Mencari Jodoh Dunia Akhirat
Artinya: “Dan engkau mengira mereka itu tidak tidur, padahal mereka tidur; dan Kami bolak-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, sedang anjing mereka membentangkan kedua lengannya di depan pintu gua. Dan jika kamu menyaksikan mereka tentu kamu akan berpaling melarikan (diri) dari mereka dan pasti kamu akan dipenuhi rasa takut terhadap mereka.” (QS Al-Kahfi: 18).
Ayat tersebut menggambarkan posisi anjing di dekat pintu gua saat para pemuda tertidur. Al-Qur'an juga menjelaskan bahwa orang yang melihat keadaan mereka akan merasa takut. Namun, ayat ini tidak merinci bagaimana anjing tersebut bergabung dengan para pemuda atau sejak kapan ia menemani mereka.
Posisinya di pintu gua kerap dipahami sebagai gambaran bahwa anjing itu berada bersama para pemuda di tempat persembunyian mereka. Meski demikian, Al-Qur'an tidak secara eksplisit menyebut tugas anjing tersebut sebagai penjaga.
Baca juga: Ini Waktu Mustajab untuk Berdoa di Hari Jumat, Jangan Sampai Dilewatkan
Anjing Ashabul Kahfi sering disebut bernama Qitmir dalam cerita populer. Namun, nama tersebut tidak disebutkan secara eksplisit dalam Al-Qur'an.
Dalam Surah Al-Kahfi ayat 22, Allah kembali menyebut anjing tersebut ketika menjelaskan perbedaan pendapat mengenai jumlah penghuni gua.
Allah berfirman dalam Surah Al-Kahfi ayat 22:
سَيَقُولُونَ ثَلَاثَةٌ رَّابِعُهُمْ كَلْبُهُمْ وَيَقُولُونَ خَمْسَةٌ سَادِسُهُمْ كَلْبُهُمْ رَجْمًا بِالْغَيْبِ وَيَقُولُونَ سَبْعَةٌ وَثَامِنُهُمْ كَلْبُهُمْ
Sayaqūlūna ṡalāṡatur rābi‘uhum kalbuhum, wa yaqūlūna khamsatun sādisuhum kalbuhum rajmam bil-gaib, wa yaqūlūna sab‘atuw wa ṡāminuhum kalbuhum
Baca juga: Kemenag Perketat Izin Pendirian Pesantren, Ada PBG dan SLF, Apa Itu?
Artinya: “Nanti (ada orang yang akan) mengatakan, ‘(Jumlah mereka) tiga (orang), yang keempat adalah anjingnya,’ dan (yang lain) mengatakan, ‘(Jumlah mereka) lima (orang), yang keenam adalah anjingnya,’ sebagai terkaan terhadap yang gaib; dan (yang lain lagi) mengatakan, ‘(Jumlah mereka) tujuh (orang), yang kedelapan adalah anjingnya.’” (QS Al-Kahfi: 22).
Ayat tersebut menunjukkan bahwa anjing itu turut disebut dalam pembahasan mengenai jumlah penghuni gua. Namun, ayat ini tidak menetapkan namanya. Karena itu, nama Qitmir perlu dipahami sebagai keterangan yang berasal dari tradisi atau literatur di luar teks Al-Qur'an, bukan sebagai informasi yang dipastikan oleh ayat tersebut.
Baca juga: Sujud Tilawah: Makna, Tata Cara, dan Bacaan Saat Menemui Ayat Sajdah
Kehadiran anjing dalam kisah Ashabul Kahfi kerap dikaitkan dengan kesetiaan karena hewan itu digambarkan berada bersama para pemuda di dekat gua. Gambaran tersebut dapat menjadi bahan refleksi tentang kebersamaan, tetapi kesetiaan bukan pesan yang secara eksplisit dinyatakan dalam ayat mengenai anjing itu.
Kisah ini juga mengingatkan pembaca agar tidak menjadikan rincian yang tidak dipastikan sebagai pokok utama pembahasan. Dalam lanjutan Surah Al-Kahfi ayat 22, Allah menegaskan bahwa Dia lebih mengetahui jumlah mereka dan mengingatkan agar perdebatan mengenai hal tersebut tidak dilakukan secara berlebihan.
Dengan demikian, fokus kisah Ashabul Kahfi bukanlah memastikan nama anjing atau seluruh detail kehidupannya. Al-Qur'an mengajak pembaca memperhatikan kekuasaan Allah dan keteguhan para pemuda dalam mempertahankan keimanan.
Baca juga: Hari Santri 2026: Dari Intuisi dan Mimpi, Menag Ungkap Ilmu Pesantren
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.