Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hari Santri 2026, Menag Ajak ASN Kemenag Pakai Sarung dan Peci Seminggu Sekali

Kompas.com, 24 Oktober 2026, 14:21 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Kemenag

KOMPAS.com - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengusulkan agar aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Agama mengenakan sarung dan peci satu hari dalam sepekan untuk melestarikan budaya Nusantara.

Gagasan tersebut disampaikan menjelang Hari Santri 2026 sebagai upaya memperkuat identitas kebangsaan sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap tradisi pesantren.

Baca juga: Menag Ajak Tradisikan Bersarung dan Berpeci sebagai Identitas Kebangsaan

Menag Usulkan ASN Kemenag Pakai Sarung dan Peci Seminggu Sekali

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak ASN Kementerian Agama membiasakan penggunaan sarung dan peci satu hari dalam sepekan.

Menurutnya, kedua busana tersebut tidak hanya menjadi bagian dari kehidupan pesantren, tetapi juga mencerminkan identitas budaya dan kebangsaan Indonesia.

Baca juga: Ketika Sarung dan Jersey Bertemu di Tribun, Madura United Rayakan Hari Santri dengan Cara Beda

"Mengenakan sarung dan peci ini sebetulnya harus menjadi sebuah kegiatan rutin di Kementerian Agama. Saya setuju kalau seandainya teman-teman sepakat, sekali seminggu kita (ASN Kemenag) kerja pakai sarung dan peci," ujar Nasaruddin di Jakarta, Jumat (23/10/2026).

Meski mendukung gagasan tersebut, Nasaruddin menegaskan bahwa penggunaan sarung dan peci tidak harus menjadi kewajiban bagi pegawai.

Penerapannya dapat berupa anjuran dengan tetap mempertimbangkan kondisi, kenyamanan, dan kebutuhan ASN dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari.

Ia menilai sarung dan peci memiliki nilai sejarah, filosofi, serta makna sosial yang berperan dalam membentuk identitas bangsa. Karena itu, pelestarian kedua busana tersebut perlu menjadi bagian dari upaya menjaga tradisi di tengah perkembangan zaman.

Nasaruddin juga mencontohkan masyarakat di berbagai negara yang tetap mengenakan busana tradisional sebagai simbol kebanggaan, termasuk ketika berinteraksi di tingkat internasional. Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan tradisi yang patut dipertahankan dan diperkenalkan lebih luas.

Ia menekankan bahwa kemajuan bangsa tidak harus membuat masyarakat meninggalkan identitas budayanya. Sebaliknya, kemampuan mempertahankan dan mengembangkan tradisi menunjukkan kepercayaan diri suatu bangsa.

Sarung dan Peci sebagai Identitas Kebangsaan

Nasaruddin menilai sarung telah menjadi bagian dari kehidupan sosial dan spiritual masyarakat Indonesia. Busana tersebut mencerminkan kebersamaan, kesetaraan, dan kebebasan karena digunakan oleh berbagai kelompok masyarakat.

Sementara itu, peci memiliki makna sebagai simbol kehormatan, kewibawaan, dan identitas kebangsaan. Penggunaannya juga telah melampaui lingkungan komunitas keagamaan dan menjadi bagian dari busana nasional dalam berbagai kegiatan kenegaraan.

"Sarung dan peci itu adalah pakaian kebangsaan, pakaian spiritual, pakaian budaya, pakaian kehormatan," jelasnya.

Menag turut menyoroti keragaman sarung dan penutup kepala tradisional yang berkembang di berbagai daerah Indonesia. Setiap jenis memiliki motif dan karakteristik tersendiri yang mencerminkan sejarah serta identitas masyarakat setempat.

Sarung Samarinda, sarung Bugis, sarung batik, hingga berbagai jenis kain tenun daerah menunjukkan kekayaan budaya Nusantara. Keragaman penutup kepala tradisional yang berkembang di Aceh, Kalimantan, Sulawesi, dan wilayah lainnya juga memperlihatkan beragamnya warisan budaya Indonesia.

Menurut Nasaruddin, pakaian tradisional tidak hanya berfungsi sebagai penutup tubuh, tetapi juga merepresentasikan nilai budaya, identitas sosial, dan sejarah masyarakat. Ia berharap generasi muda tidak sekadar bangga mengenakan sarung dan peci, tetapi juga memahami filosofi yang terkandung di dalamnya.

Ditjen Pesantren Usulkan Gerakan Selasa Bersarung

Ajakan Menag mendapat sambutan dari Direktur Jenderal Pesantren Kementerian Agama, Basnang Said.

Ia mengusulkan gerakan "Selasa Bersarung" sebagai upaya membiasakan penggunaan sarung di lingkungan kerja Direktorat Jenderal Pesantren.

Menurut Basnang, penggunaan sarung satu hari dalam lima hari kerja dapat menjadi bentuk penghargaan terhadap tradisi pesantren yang berperan dalam menjaga kelestarian budaya Nusantara.

"Direktorat Jenderal Pesantren merencanakan, jika disetujui oleh Pak Menteri Agama, kami akan mencoba menetapkan satu hari kerja khusus di lingkungan Ditjen Pesantren untuk menggunakan sarung," kata Basnang.

Alasan Basnang mengusulkan hari Selasa karena penggunaan sarung dinilai serasi dengan pakaian kerja berwarna putih yang biasa dikenakan pegawai.

Kombinasi tersebut diharapkan memudahkan penerapan gerakan tanpa mengabaikan kebiasaan berpakaian di lingkungan kerja.

"Semoga bisa kita anggap Selasa Bersarung. Kenapa? Karena kalau Selasa masih menggunakan baju putih, apa pun bentuk sarungnya tetap nyambung dengan bajunya," tuturnya.

Basnang menjelaskan bahwa gerakan tersebut bukan sekadar perubahan kebiasaan berpakaian, melainkan juga upaya menghidupkan kembali kesadaran terhadap nilai-nilai yang diwariskan melalui tradisi pesantren.

Pesantren Berperan Melestarikan Tradisi Sarung dan Peci

Basnang menilai pesantren memiliki kontribusi penting dalam menjaga keberlangsungan penggunaan sarung dan peci dari generasi ke generasi.

Kedua busana tersebut telah menjadi bagian dari keseharian santri, mulai dari beribadah, mempelajari kitab kuning, mengikuti pengajian, hingga menjalani aktivitas pendidikan lainnya.

Di balik bentuknya yang sederhana, sarung dan peci merepresentasikan tradisi keilmuan, kerendahan hati, kedisiplinan, serta penghormatan terhadap nilai spiritual dan sosial.

Nilai-nilai tersebut diwariskan melalui kehidupan pesantren dan menjadi bagian dari budaya yang terus dijaga hingga saat ini.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Sumpah Pemuda 1928: Sosok Johan Machmoed Tjaja dan Peran Jong Islamieten Bond
Sumpah Pemuda 1928: Sosok Johan Machmoed Tjaja dan Peran Jong Islamieten Bond
Aktual
Jadwal TKA Pesantren dan Madrasah Aliyah 2026 untuk Mapel Wajib, Pilihan, serta Ujian Susulan
Jadwal TKA Pesantren dan Madrasah Aliyah 2026 untuk Mapel Wajib, Pilihan, serta Ujian Susulan
Aktual
Legislator Minta Ditjen Pesantren Perkuat 5 Aspek, dari Anggaran hingga Keamanan Santri
Legislator Minta Ditjen Pesantren Perkuat 5 Aspek, dari Anggaran hingga Keamanan Santri
Aktual
Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 dan Jejak Santri dalam Sejarah Persatuan Indonesia
Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 dan Jejak Santri dalam Sejarah Persatuan Indonesia
Aktual
Hari Santri 2026, Menag Ajak ASN Kemenag Pakai Sarung dan Peci Seminggu Sekali
Hari Santri 2026, Menag Ajak ASN Kemenag Pakai Sarung dan Peci Seminggu Sekali
Aktual
Zakat Akhir Tahun: Cara Menghitung, Nisab, dan Golongan Penerimanya
Zakat Akhir Tahun: Cara Menghitung, Nisab, dan Golongan Penerimanya
Aktual
Alasan Shalat Istisqa Tetap Disunahkan Meski Hujan Telah Turun
Alasan Shalat Istisqa Tetap Disunahkan Meski Hujan Telah Turun
Aktual
Doa Saat Hujan Turun dan Setelah Hujan Reda, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa Saat Hujan Turun dan Setelah Hujan Reda, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Doa Saat Hujan yang Diajarkan Rasulullah, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa Saat Hujan yang Diajarkan Rasulullah, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Wisata Ramah Muslim di Jepang, dari Menikmati Ramen Halal hingga Berendam di Onsen
Wisata Ramah Muslim di Jepang, dari Menikmati Ramen Halal hingga Berendam di Onsen
Aktual
Menag Ajak Tradisikan Bersarung dan Berpeci sebagai Identitas Kebangsaan
Menag Ajak Tradisikan Bersarung dan Berpeci sebagai Identitas Kebangsaan
Aktual
Kemenag Gandeng Gus, Ning, dan Influencer dalam 5 Program Quick Win Pesantren
Kemenag Gandeng Gus, Ning, dan Influencer dalam 5 Program Quick Win Pesantren
Aktual
Ka'b bin Malik Sahabat yang Kisah Tobatnya Diabadikan dalam Al-Qur'an
Ka'b bin Malik Sahabat yang Kisah Tobatnya Diabadikan dalam Al-Qur'an
Aktual
Hukum Memelihara Anjing dalam Islam, Ini Dalil dan Pengecualiannya
Hukum Memelihara Anjing dalam Islam, Ini Dalil dan Pengecualiannya
Aktual
Insentif Dosen Ma’had Aly 2026 Naik Lebih dari 200 Persen, Cair Akhir November
Insentif Dosen Ma’had Aly 2026 Naik Lebih dari 200 Persen, Cair Akhir November
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar