Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

6 Amalan Selama November 2026, dari Puasa Sunah hingga Sedekah

Kompas.com, 29 Oktober 2026, 09:37 WIB
Farid Assifa

Penulis

Sumber MUI, Kemenag

KOMPAS.com – November 2026 dapat menjadi momentum bagi umat Islam untuk memperkuat ibadah dan memperbanyak amal saleh dalam kehidupan sehari-hari. Selain menjalankan ibadah wajib, ada sejumlah amalan sunah yang bisa dilakukan secara rutin, mulai dari puasa Senin-Kamis, membaca Al-Qur'an, hingga memperbanyak sedekah.

Berdasarkan kalender Hijriah yang dirujuk dari Sistem Informasi Hisab Rukyat Kementerian Agama (Kemenag), November 2026 mencakup bulan Jumadilawal dan Jumadilakhir 1448 Hijriah. Artinya, umat Islam dapat memanfaatkan pergantian bulan ini untuk menata kembali kebiasaan ibadah sebelum memasuki bulan-bulan berikutnya. 

Amalan-amalan tersebut tidak harus dilakukan sekaligus dalam jumlah besar. Konsistensi menjalankan ibadah sesuai kemampuan menjadi salah satu cara untuk membangun kebiasaan baik sepanjang bulan.

Baca juga: 5 Amalan Ringan Berpahala Besar yang Bisa Dibiasakan Setiap Hari

Lantas, apa saja amalan yang bisa dilakukan umat Islam selama November 2026?

1. Menjalankan Puasa Sunah Senin-Kamis

Puasa Senin-Kamis menjadi salah satu amalan sunah yang dapat dijalankan secara rutin sepanjang November. Ibadah ini dapat menjadi kesempatan untuk melatih kesabaran, mengendalikan diri, sekaligus meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjelaskan bahwa puasa Senin-Kamis memiliki landasan hadis yang menerangkan bahwa amal manusia diperlihatkan pada hari Senin dan Kamis. Rasulullah SAW menyukai ketika amalnya diperlihatkan dalam keadaan berpuasa. 

Bagi umat Islam yang ingin menjalankannya, berikut jadwal Senin dan Kamis selama November 2026 berdasarkan kalender yang dirujuk Kemenag:

  • Senin, 2 November 2026
  • Kamis, 5 November 2026
  • Senin, 9 November 2026
  • Kamis, 12 November 2026
  • Senin, 16 November 2026
  • Kamis, 19 November 2026
  • Senin, 23 November 2026
  • Kamis, 26 November 2026
  • Senin, 30 November 2026

Jadwal tersebut dapat dijadikan panduan untuk merencanakan ibadah. Umat Islam tetap perlu memperhatikan ketentuan puasa sunah dan kondisi kesehatannya. 

2. Puasa Ayyamul Bidh pada Pertengahan Jumadilakhir

Selain puasa Senin-Kamis, umat Islam juga dapat merencanakan puasa Ayyamul Bidh, yaitu puasa sunah pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah.

Berdasarkan kalender Kemenag yang dirujuk, Ayyamul Bidh pada Jumadilakhir 1448 H diperkirakan jatuh pada:

  • Senin, 23 November 2026: 13 Jumadilakhir 1448 H
  • Selasa, 24 November 2026: 14 Jumadilakhir 1448 H
  • Rabu, 25 November 2026: 15 Jumadilakhir 1448 H

Dengan mengetahui jadwal tersebut, umat Islam dapat mempersiapkan diri sejak awal, termasuk menyesuaikan aktivitas pekerjaan dan keluarga agar ibadah dapat dilaksanakan dengan baik. 

Perlu diperhatikan bahwa penetapan tanggal Hijriah dapat berbeda mengikuti kalender atau metode yang digunakan. Karena itu, sebaiknya periksa kembali kalender resmi yang menjadi rujukan masing-masing.

3. Membiasakan Membaca Al-Qur'an Setiap Hari

Membaca Al-Qur'an merupakan amalan yang dapat dilakukan kapan saja, termasuk sepanjang November. Umat Islam bisa memulainya dengan membaca beberapa ayat setelah salat wajib, menyisihkan waktu pada pagi hari, atau menjadwalkan tilawah sebelum tidur.

Kementerian Agama menjelaskan bahwa membaca Al-Qur'an memiliki keutamaan besar. Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya membaca Al-Qur'an karena kitab suci tersebut akan memberikan syafaat bagi para pembacanya pada hari kiamat. 

Agar lebih mudah dilakukan secara konsisten, umat Islam dapat membuat target sederhana, misalnya membaca satu halaman setiap selesai salat atau meluangkan waktu 10–15 menit sehari.

Selain membaca, memahami arti ayat dan berusaha menerapkan pesan-pesannya dalam kehidupan sehari-hari juga menjadi bagian penting dari interaksi seorang Muslim dengan Al-Qur'an.

4. Memperbanyak Sedekah dan Membantu Sesama

Sedekah juga dapat menjadi amalan yang terus dibiasakan sepanjang November. Bentuknya tidak terbatas pada pemberian uang, tetapi dapat berupa makanan, bantuan tenaga, dukungan kepada orang yang membutuhkan, maupun tindakan baik lainnya.

Kemenag menjelaskan bahwa sedekah memiliki cakupan luas, termasuk pemberian materi dan nonmateri. Menolong orang lain, memberikan senyuman, dan melakukan kebaikan juga dapat menjadi bentuk sedekah. 

Umat Islam dapat memulai kebiasaan ini dengan menyisihkan sebagian rezeki secara rutin, membantu tetangga yang membutuhkan, atau mendukung kegiatan sosial di lingkungan tempat tinggal.

Besarnya pemberian bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan. Keikhlasan, kemampuan, dan manfaat bagi penerima juga penting dalam menjalankan amalan sosial.

5. Memperbanyak Zikir, Istigfar, dan Doa

Kesibukan sehari-hari terkadang membuat seseorang lupa menyediakan waktu untuk menenangkan diri dan mengingat Allah SWT. November dapat menjadi momentum untuk membangun kembali kebiasaan berzikir, beristigfar, dan berdoa.

Amalan ini dapat dilakukan setelah salat wajib, ketika memiliki waktu luang, atau sebelum beristirahat pada malam hari.

Baca juga: 3 Amalan Terpuji yang Justru Berujung Siksaan di Akhirat, Waspadai Riya

Istigfar menjadi sarana bagi seorang Muslim untuk memohon ampun atas kesalahan yang telah dilakukan. Sementara itu, doa merupakan bentuk penghambaan dan permohonan pertolongan kepada Allah SWT.

Umat Islam juga dapat menjadikan waktu setelah salat sebagai kesempatan untuk mengevaluasi diri, memperbaiki perilaku, serta merencanakan langkah yang lebih baik pada hari berikutnya.

Tidak harus dengan bacaan yang panjang, kebiasaan berzikir dan berdoa dapat dimulai dari amalan sederhana yang dilakukan secara teratur.

6. Menghidupkan Amalan Hari Jumat

Setiap pekan, umat Islam juga dapat memanfaatkan hari Jumat untuk meningkatkan kualitas ibadah.

MUI menjelaskan bahwa sejumlah amalan yang dianjurkan pada hari Jumat meliputi membaca Al-Qur'an, berzikir, berselawat kepada Nabi Muhammad SAW, memperbanyak doa, serta menjalankan ibadah lainnya. Hari Jumat juga memiliki waktu yang istimewa untuk berdoa.

Selain mempersiapkan diri untuk salat Jumat bagi laki-laki Muslim yang wajib menunaikannya, umat Islam dapat memperbanyak selawat, membaca Al-Qur'an, dan mendoakan kebaikan bagi keluarga serta sesama.

Hari Jumat juga bisa menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan sosial, membantu orang yang membutuhkan, dan memperbaiki hubungan dengan keluarga maupun lingkungan sekitar.

November, Momentum Menjaga Konsistensi Ibadah

Berbagai amalan tersebut dapat menjadi pilihan bagi umat Islam untuk mengisi November 2026 dengan kegiatan yang lebih bermakna. Puasa sunah, membaca Al-Qur'an, sedekah, zikir, dan doa dapat dijalankan sesuai kemampuan masing-masing.

Hal yang tidak kalah penting adalah menjaga agar ibadah tidak hanya meningkat pada waktu tertentu, tetapi menjadi kebiasaan yang terus dipelihara.

Baca juga: Jumadal Ula 1448 H Jatuh 12 Oktober 2026, Ini Amalan yang Bisa Dikerjakan

Dengan menyusun jadwal sederhana dan memilih amalan yang realistis, umat Islam dapat memanfaatkan waktu sepanjang November untuk memperkuat hubungan dengan Allah SWT sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

Pada akhirnya, bulan yang baik untuk memperbanyak amal bukan hanya bulan yang memiliki penanda khusus dalam kalender, melainkan setiap kesempatan yang digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan menghadirkan manfaat bagi orang lain.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Tokoh Agama Sasak TGH Lalu Nurudin Marzuki Wafat Saat Pimpin Doa
Tokoh Agama Sasak TGH Lalu Nurudin Marzuki Wafat Saat Pimpin Doa
Aktual
Mengapa Anak Disebut Perhiasan Dunia dalam Al-Quran? Ini Penjelasannya
Mengapa Anak Disebut Perhiasan Dunia dalam Al-Quran? Ini Penjelasannya
Aktual
6 Amalan Selama November 2026, dari Puasa Sunah hingga Sedekah
6 Amalan Selama November 2026, dari Puasa Sunah hingga Sedekah
Aktual
Mengenal Generasi Aiwa, Keturunan Indonesia di Arab Saudi yang Bantu Layanan Haji
Mengenal Generasi Aiwa, Keturunan Indonesia di Arab Saudi yang Bantu Layanan Haji
Aktual
Danantara Beli Hotel di Mekkah, Apa Dampaknya bagi Biaya Haji?
Danantara Beli Hotel di Mekkah, Apa Dampaknya bagi Biaya Haji?
Aktual
Cek Nama Jemaah Berhak Lunas Haji 2027, Ini Link Resmi Kemenhaj
Cek Nama Jemaah Berhak Lunas Haji 2027, Ini Link Resmi Kemenhaj
Aktual
Hadiri Forum di Italia, Menag Dorong Bahasa Agama Jadi Instrumen Diplomasi Global
Hadiri Forum di Italia, Menag Dorong Bahasa Agama Jadi Instrumen Diplomasi Global
Aktual
Kisah Umair bin Wahb, dari Penentang Islam Menjadi Sahabat Nabi
Kisah Umair bin Wahb, dari Penentang Islam Menjadi Sahabat Nabi
Aktual
Dari Madinah ke Gaza, MUI Serukan Perdamaian Dunia di Italia
Dari Madinah ke Gaza, MUI Serukan Perdamaian Dunia di Italia
Aktual
3 Pertanyaan Munkar dan Nakir di Alam Kubur, Apa Jawabannya Menurut Hadis?
3 Pertanyaan Munkar dan Nakir di Alam Kubur, Apa Jawabannya Menurut Hadis?
Aktual
Cegah Kecurangan, Kemenag Hubungkan Data Nikah dan Cerai pada 2027
Cegah Kecurangan, Kemenag Hubungkan Data Nikah dan Cerai pada 2027
Aktual
7 Kebiasaan Sederhana yang Dicintai Allah, Jangan Disepelekan
7 Kebiasaan Sederhana yang Dicintai Allah, Jangan Disepelekan
Aktual
Apakah Shalat Ostomate Tetap Sah jika Kantong Kolostomi Terisi Kotoran? Ini Penjelasannya
Apakah Shalat Ostomate Tetap Sah jika Kantong Kolostomi Terisi Kotoran? Ini Penjelasannya
Aktual
Hukum Jilbab Punuk Unta dalam Islam yang Dikaitkan dengan Penghuni Neraka, Bagaimana Penjelasannya?
Hukum Jilbab Punuk Unta dalam Islam yang Dikaitkan dengan Penghuni Neraka, Bagaimana Penjelasannya?
Aktual
Hukum “Saweran” untuk Streamer Menurut Islam, Ini Penjelasan Muhammadiyah
Hukum “Saweran” untuk Streamer Menurut Islam, Ini Penjelasan Muhammadiyah
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar