Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tokoh Agama Sasak TGH Lalu Nurudin Marzuki Wafat Saat Pimpin Doa

Kompas.com, 29 Oktober 2026, 10:32 WIB
Farid Assifa

Penulis

Sumber Antara

KOMPAS.com – Tokoh agama Majelis Adat Sasak (MAS), Drs H Lalu Nurudin Marzuki, meninggal dunia saat memimpin pembacaan doa dalam pembukaan Kongres Internasional Bahasa Sasak di Gedung BPSDM Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (28/10/2026).

Peristiwa tersebut terekam dalam video yang diunggah melalui akun Instagram Antara NTB, @antarantb.

Dalam rekaman itu, TGH Lalu Nurudin Marzuki terlihat sedang membacakan doa di hadapan peserta kongres sebelum tiba-tiba ambruk.

Dua orang yang berada di dekatnya segera menghampiri untuk memberikan pertolongan.

Namun, berdasarkan informasi, TGH Lalu Nurudin Marzuki dinyatakan meninggal dunia.

Kepergian tokoh agama tersebut menjadi kabar duka bagi masyarakat Sasak, terutama keluarga besar Majelis Adat Sasak dan kalangan yang mengenal pengabdiannya dalam kehidupan keagamaan serta adat istiadat masyarakat Lombok.

Baca juga: 6 Amalan Selama November 2026, dari Puasa Sunah hingga Sedekah

Sempat Membacakan Doa untuk Umat Islam

Sebelum ambruk, TGH Lalu Nurudin Marzuki tengah melantunkan doa yang berisi permohonan ampunan dan kebaikan bagi umat Islam.

Berdasarkan rekaman video yang diunggah Antara NTB, doa tersebut diawali dengan lafaz:

“Allahummaghfir lana wa liwalidina, wa li awladina, wa li ikhwanina, wa liman syaayakhina, wa li ahfadina, wa liman ahabbana, bika wal muslimina wal muslimati, wal mu’minina wal mu’minati, al-ahya’i minhum wal amwat...”

Secara umum, bagian doa tersebut berisi permohonan ampun kepada Allah SWT bagi diri sendiri, orang tua, anak-anak, saudara, guru atau tokoh yang dihormati, keturunan, serta kaum Muslimin dan Muslimat, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia.

Setelah itu, ia melanjutkan doa dengan permohonan kesehatan, keselamatan, dan ketakwaan.

Tak lama setelah melantunkan doa, TGH Lalu Nurudin Marzuki terlihat ambruk. Orang-orang yang berada di sekitarnya segera mendekat untuk memberikan pertolongan.

Dinas Kebudayaan NTB Sampaikan Belasungkawa

Kabar wafatnya TGH Lalu Nurudin Marzuki juga disampaikan melalui akun Instagram Dinas Kebudayaan Provinsi NTB, @disbudbtb.

Dalam unggahannya, keluarga besar Dinas Kebudayaan Provinsi NTB menyampaikan ucapan belasungkawa atas meninggalnya tokoh agama tersebut.

“Keluarga Besar Dinas Kebudayaan Provinsi NTB turut berduka cita atas wafatnya TGH. Lalu Nurudin Marzuki,” demikian pernyataan dalam unggahan tersebut.

Dinas Kebudayaan NTB juga menyampaikan doa agar amal ibadah almarhum diterima oleh Allah SWT.

“Semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Amin ya Rabbal ‘alamin,” demikian bunyi pesan belasungkawa tersebut.

Kepergian TGH Lalu Nurudin Marzuki menambah suasana duka dalam pelaksanaan kegiatan yang berfokus pada bahasa dan kebudayaan Sasak tersebut.

Wafat di Tengah Agenda Pelestarian Bahasa Sasak

TGH Lalu Nurudin Marzuki meninggal dunia ketika pembukaan Kongres Internasional Bahasa Sasak tengah berlangsung. Forum tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat perhatian terhadap bahasa Sasak sebagai warisan budaya masyarakat Nusa Tenggara Barat.

Baca juga: Profil KH Ahmad Fudholi, Penceramah Kondang Meninggal Usai Kecelakaan di Tol Tangerang-Merak

Keterlibatan tokoh agama dan adat dalam kegiatan semacam ini mencerminkan hubungan erat antara kehidupan keagamaan, tradisi, dan identitas masyarakat Sasak.

Kabar wafatnya almarhum pun mengundang ungkapan duka dari lembaga kebudayaan daerah. Doa dan ucapan belasungkawa disampaikan agar almarhum memperoleh ampunan serta tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar