Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Surah Al-Hasyr Ayat 18, Perintah Muhasabah Sebelum Hari Perhitungan

Kompas.com, 2 November 2026, 19:21 WIB
Puji Sri Rahayu,
Reni Susanti

Tim Redaksi

Sumber NU Online

KOMPAS.com - Surah Al-Hasyr ayat 18 mengandung perintah agar setiap Muslim memperhatikan perbuatan yang telah dilakukan sebagai bekal menghadapi kehidupan akhirat.

Pesan ini menjadi dasar pentingnya muhasabah atau introspeksi diri dalam Islam, yakni mengevaluasi perkataan, tindakan, dan niat agar kehidupan semakin dekat dengan ketakwaan.

Muhasabah bukan hanya dilakukan ketika seseorang merasa bersalah atau menghadapi masalah.

Kebiasaan ini perlu menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari karena manusia tidak mengetahui kapan ajal datang.

Dengan mengevaluasi diri secara berkala, seorang Muslim dapat mengenali kekurangan, memperbaiki kesalahan, serta mempersiapkan amal sebelum tiba hari ketika seluruh perbuatan dipertanggungjawabkan.

Perintah Muhasabah dalam Surah Al-Hasyr Ayat 18

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hasyr ayat 18:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ

Yā ayyuhal-lażīna āmanuttaqullāha waltanẓur nafsum mā qaddamat ligad(in), wattaqullāh(a), innallāha khabīrum bimā ta‘malūn(a).

Baca juga: Fenomena Budaya Flexing dan Pamer Kekayaan dalam Perspektif Islam

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-Hasyr: 18).

Ayat tersebut memuat dua kali perintah bertakwa, disertai ajakan memperhatikan amal yang telah dipersiapkan untuk hari esok.

Frasa mā qaddamat lighad mengarahkan manusia untuk menilai apa yang telah dikerjakan sebagai bekal kehidupan akhirat.

Karenanya, muhasabah tidak berhenti pada penilaian terhadap masa lalu, tetapi juga mendorong persiapan untuk masa depan.

Baca juga: Ketum GP Ansor Dorong Perguruan Tinggi Bukan Sekadar Cetak Sarjana

Makna Muhasabah dalam Kehidupan Seorang Muslim

Muhasabah berarti memeriksa dan mengevaluasi diri atas perbuatan yang telah dilakukan.

Evaluasi tersebut mencakup hubungan manusia dengan Allah, hubungan dengan sesama, serta tanggung jawab terhadap diri sendiri.

Seseorang tidak hanya menilai apakah ibadah wajibnya telah ditunaikan, tetapi juga memperhatikan kejujuran, amanah, dan perilakunya dalam kehidupan sehari-hari.

Melansir dari laman NU Online, ayat ini menjadi isyarat pentingnya introspeksi untuk mempersiapkan diri menghadapi hari akhir.

Muhasabah perlu dilakukan secara kritis, baik terhadap perbuatan baik maupun buruk.

Baca juga: Ketum GP Ansor Dorong Perguruan Tinggi Bukan Sekadar Cetak Sarjana

Artinya, seseorang tidak cukup merasa telah menjadi pribadi baik hanya karena menjalankan sejumlah ibadah.

Ia juga perlu memeriksa apakah tindakannya menyakiti orang lain, mengabaikan kewajiban, atau bertentangan dengan nilai agama.

Dari evaluasi tersebut, seseorang dapat menentukan hal yang perlu dipertahankan dan diperbaiki.

Hadis tentang Anjuran Menghisab Diri

Anjuran mengevaluasi diri juga dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan Syaddad bin Aus. Rasulullah SAW bersabda:

الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ، وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ، وَالْعَاجِزُ مَنْ أَتْبَعَ نَفْسَهُ هَوَاهَا، وَتَمَنَّى عَلَى اللَّهِ

Al-kayyisu man dāna nafsahu, wa ‘amila limā ba‘dal-mauti, wal-‘ājizu man atba‘a nafsahu hawāhā, wa tamanna ‘alallāh.

Baca juga: Peserta dari 6 Negara Pelajari Peran Ulama Perempuan Indonesia

Artinya: "Orang yang cerdas adalah orang yang menghisab dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya, kemudian berangan-angan terhadap Allah." (HR. At-Tirmidzi 66)

Hadis ini menempatkan evaluasi diri dan persiapan amal sebagai ciri kecerdasan seorang Muslim.

Sebaliknya, mengikuti keinginan tanpa kendali lalu hanya berharap memperoleh ampunan tanpa memperbaiki tindakan bukanlah sikap yang tepat.

Harapan kepada rahmat Allah perlu disertai usaha untuk berubah.

Muhasabah Bukan Sekadar Menyesali Kesalahan

Muhasabah tidak dimaksudkan untuk membuat seseorang terus-menerus terjebak dalam penyesalan. Evaluasi diri justru perlu menghasilkan langkah perbaikan.

Ketika menyadari kesalahan, seorang Muslim dianjurkan bertobat, memohon ampun kepada Allah, dan berusaha tidak mengulangi perbuatan tersebut.

Baca juga: Soal Pesantren di Sukoharjo, GP Ansor: Masyarakat Tak Main Hakim Sendiri, Polisi Jangan Gegabah

Jika kesalahan berkaitan dengan hak orang lain, perbaikannya juga perlu menyentuh hubungan antarmanusia.

Misalnya, meminta maaf ketika menyakiti seseorang, mengembalikan sesuatu yang bukan haknya, atau menyelesaikan tanggung jawab yang pernah diabaikan.

Itu artinya, penyesalan tidak berhenti sebagai perasaan, tetapi diwujudkan melalui tindakan.

Cara Membiasakan Muhasabah Setiap Hari

Muhasabah dapat dilakukan dengan menyediakan waktu pada akhir hari untuk mengevaluasi kegiatan.

Seseorang dapat bertanya kepada dirinya sendiri: apakah kewajiban telah ditunaikan, adakah orang yang tersakiti, dan apa yang perlu diperbaiki esok hari? Pertanyaan tersebut membantu evaluasi menjadi lebih konkret.

Surah Al-Hasyr ayat 18 mengajarkan bahwa persiapan menuju akhirat perlu dimulai selama manusia masih memiliki kesempatan hidup.

Muhasabah bukan sekadar mengingat kesalahan masa lalu, melainkan keberanian memperbaiki diri dan menyiapkan amal yang lebih baik.

Dengan membiasakan introspeksi, seorang Muslim dapat menjalani hari secara lebih sadar, bertanggung jawab, dan berorientasi pada rida Allah SWT.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Imbas Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran, Polri Mutasi Kapolres Sukoharjo
Imbas Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran, Polri Mutasi Kapolres Sukoharjo
Aktual
Arti Sakinah Mawaddah Warahmah dalam Pernikahan dan Cara Mewujudkannya
Arti Sakinah Mawaddah Warahmah dalam Pernikahan dan Cara Mewujudkannya
Aktual
Surah Al-Hasyr Ayat 18, Perintah Muhasabah Sebelum Hari Perhitungan
Surah Al-Hasyr Ayat 18, Perintah Muhasabah Sebelum Hari Perhitungan
Aktual
Fenomena Budaya Flexing dan Pamer Kekayaan dalam Perspektif Islam
Fenomena Budaya Flexing dan Pamer Kekayaan dalam Perspektif Islam
Aktual
Ketum GP Ansor Dorong Perguruan Tinggi Bukan Sekadar Cetak Sarjana
Ketum GP Ansor Dorong Perguruan Tinggi Bukan Sekadar Cetak Sarjana
Aktual
Peserta dari 6 Negara Pelajari Peran Ulama Perempuan Indonesia
Peserta dari 6 Negara Pelajari Peran Ulama Perempuan Indonesia
Aktual
 Menjadi Tetangga yang Baik, Ini Hak dan Kewajiban dalam Islam
Menjadi Tetangga yang Baik, Ini Hak dan Kewajiban dalam Islam
Aktual
Mengenal Abu Ubaidah bin Al-Jarrah, Sosok Paling Dipercaya Rasulullah
Mengenal Abu Ubaidah bin Al-Jarrah, Sosok Paling Dipercaya Rasulullah
Aktual
Soal Pesantren di Sukoharjo, GP Ansor: Masyarakat Tak Main Hakim Sendiri, Polisi Jangan Gegabah
Soal Pesantren di Sukoharjo, GP Ansor: Masyarakat Tak Main Hakim Sendiri, Polisi Jangan Gegabah
Aktual
Jangan Sibuk Mengejar Dunia hingga Lupa Bekal Akhirat
Jangan Sibuk Mengejar Dunia hingga Lupa Bekal Akhirat
Aktual
Ketua PP Muhammadiyah: Bila Hukum Tak Dihormati, Hukum Rimba Akan Terjadi
Ketua PP Muhammadiyah: Bila Hukum Tak Dihormati, Hukum Rimba Akan Terjadi
Aktual
Kisah Nabi Sulaiman dalam Surah An-Naml, Teladan Melindungi Hewan
Kisah Nabi Sulaiman dalam Surah An-Naml, Teladan Melindungi Hewan
Aktual
PK-Tren Kecam Penggeledahan Pesantren di Sukoharjo, Desak Kapolri dan Komnas HAM Turun Tangan
PK-Tren Kecam Penggeledahan Pesantren di Sukoharjo, Desak Kapolri dan Komnas HAM Turun Tangan
Aktual
Hukum Merusak Habitat Hewan dalam Islam, Ini Penjelasan Al-Quran dan Hadis
Hukum Merusak Habitat Hewan dalam Islam, Ini Penjelasan Al-Quran dan Hadis
Aktual
Menag Sebut Ujian Jadi Momentum Indonesia untuk “Naik Kelas”
Menag Sebut Ujian Jadi Momentum Indonesia untuk “Naik Kelas”
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar