Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengenal Abu Ubaidah bin Al-Jarrah, Sosok Paling Dipercaya Rasulullah

Kompas.com, 2 November 2026, 13:35 WIB
Puji Sri Rahayu,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Abu Ubaidah bin Al-Jarrah merupakan salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang dikenal karena kejujuran dan sifat amanahnya. Rasulullah bahkan menyebutnya sebagai orang yang paling dipercaya di tengah umat Islam. Gelar tersebut kemudian melekat pada dirinya dengan sebutan Aminul Ummah.

Nama Abu Ubaidah tercatat dalam kitab-kitab biografi sahabat, termasuk Al-Iṣābah fī Tamyīz aṣ-Ṣaḥābah karya Ibn Hajar al-'Asqalani dan At-Ṭabaqāt al-Kubrā karya Ibn Sa'd. Ia termasuk generasi awal yang memeluk Islam, mengikuti sejumlah peperangan bersama Nabi, dan dipercaya menjalankan tugas penting bagi kaum Muslimin.

Mengenal Abu Ubaidah bin Al-Jarrah

Nama lengkap Abu Ubaidah adalah Amir bin Abdullah bin Al-Jarrah Al-Fihri. Ia berasal dari Bani Al-Harits bin Fihr, salah satu kelompok dalam suku Quraisy. Abu Ubaidah lebih dikenal melalui kunyah atau panggilannya, yaitu Abu Ubaidah.

Baca juga: Jangan Sibuk Mengejar Dunia hingga Lupa Bekal Akhirat

Ibn Hajar mencatat Abu Ubaidah sebagai salah satu sahabat yang lebih dahulu memeluk Islam melalui ajakan Abu Bakar Ash-Shiddiq. Ia termasuk kaum Muhajirin yang berhijrah dari Makkah ke Madinah dan tercatat mengikuti Perang Badar, Perang Uhud, serta sejumlah peperangan bersama Rasulullah.

Keikutsertaannya dalam berbagai peristiwa penting pada masa Nabi menunjukkan bahwa Abu Ubaidah bukan hanya dikenal karena sifat pribadinya. Ia juga menjadi bagian dari kelompok sahabat yang ikut menjalankan tanggung jawab dalam perkembangan komunitas Muslim.

Mendapat Gelar Aminul Ummah

Gelar Aminul Ummah berarti orang yang dipercaya atau pemegang amanah umat. Sebutan tersebut memiliki dasar dalam hadis yang diriwayatkan Anas bin Malik dan tercantum dalam Sahih al-Bukhari nomor 3744.

إِنَّ لِكُلِّ أُمَّةٍ أَمِينًا، وَإِنَّ أَمِينَنَا أَيَّتُهَا الْأُمَّةُ أَبُو عُبَيْدَةَ بْنُ الْجَرَّاحِ

Inna likulli ummatin amīnan, wa inna amīnanā ayyatuhal-ummah Abū ‘Ubaidah binul-Jarrāḥ.

Baca juga: Kisah Nabi Sulaiman dalam Surah An-Naml, Teladan Melindungi Hewan

Artinya: “Sesungguhnya setiap umat memiliki orang yang dipercaya, dan orang yang paling dipercaya di antara kami, wahai umat, adalah Abu Ubaidah bin Al-Jarrah.” (Sahih al-Bukhari No. 3744).

Hadis tersebut menjadi dasar utama penyebutan Abu Ubaidah sebagai Aminul Ummah. Gelar itu bukan sekadar julukan yang berkembang dalam cerita sejarah, melainkan sebutan yang disampaikan Rasulullah dalam riwayat sahih.

Dipercaya Mengemban Tugas ke Najran

Kepercayaan Rasulullah kepada Abu Ubaidah juga terlihat ketika penduduk Najran meminta seseorang untuk mendampingi mereka. Peristiwa tersebut diriwayatkan Hudzaifah bin Al-Yaman dalam Sahih al-Bukhari nomor 3745.

Dalam hadis itu, Rasulullah menyampaikan bahwa beliau akan mengutus orang yang benar-benar dapat dipercaya. Setelah para sahabat menantikan tugas tersebut, Nabi mengutus Abu Ubaidah.

Baca juga: PK-Tren Kecam Penggeledahan Pesantren di Sukoharjo, Desak Kapolri dan Komnas HAM Turun Tangan

Riwayat ini memperlihatkan bahwa sifat amanah Abu Ubaidah tidak hanya disebut dalam pujian, tetapi juga menjadi pertimbangan ketika Rasulullah memilih seseorang untuk menjalankan tugas. Penunjukan tersebut sekaligus memperkuat kedudukannya di antara para sahabat.

Peran dalam Perjuangan Kaum Muslimin

Selain dikenal sebagai sosok yang amanah, Abu Ubaidah juga memiliki peran dalam peperangan. Ibn Sa'd mencatat keikutsertaannya dalam Perang Badar dan sejumlah peristiwa militer pada masa Rasulullah. Ia termasuk sahabat yang turut berhijrah dan menjalani perjuangan bersama kaum Muslimin sejak masa awal Islam.

Setelah Rasulullah wafat, Abu Ubaidah tetap dipercaya mengemban tanggung jawab dalam pemerintahan Islam. Dalam masa kepemimpinan Abu Bakar Ash-Shiddiq, ia mendapat tugas dalam pasukan yang dikirim ke wilayah Syam. Pada masa Umar bin Khattab, perannya semakin besar dalam memimpin pasukan Muslim di kawasan tersebut.

Baca juga: Hukum Merusak Habitat Hewan dalam Islam, Ini Penjelasan Al-Quran dan Hadis

Catatan biografi Ibn Sa'd dan Ibn Hajar menempatkan Abu Ubaidah sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah generasi sahabat. Kepercayaan yang diberikan kepadanya berlanjut setelah masa kenabian, terutama dalam urusan kepemimpinan dan pemerintahan.

Wafat dalam Wabah Amwas

Abu Ubaidah meninggal dunia ketika wabah Amwas melanda wilayah Syam. Peristiwa tersebut terjadi pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab, sekitar tahun 18 Hijriah. Wabah itu juga merenggut nyawa sejumlah tokoh Muslim lainnya.

Ibn Sa'd mencatat wafatnya Abu Ubaidah dalam pembahasan para sahabat yang meninggal di wilayah Syam. Kepergiannya menutup perjalanan seorang sahabat yang dikenal karena kejujuran, tanggung jawab, dan kepercayaan yang diberikan Rasulullah.

Gelar Aminul Ummah yang disandang Abu Ubaidah tetap dikenang karena memiliki dasar langsung dalam hadis. Kisah hidupnya memperlihatkan bahwa amanah bukan hanya sifat pribadi, melainkan juga kualitas yang membuat seseorang dipercaya menjalankan tanggung jawab bagi masyarakat.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Daftar Nama 15 Anggota Majelis Masyayikh 2026–2031, Siap Fokus Tingkatkan Mutu Pesantren
Daftar Nama 15 Anggota Majelis Masyayikh 2026–2031, Siap Fokus Tingkatkan Mutu Pesantren
Aktual
Wamenag Ajak Santri Tolak Empat Ancaman, dari Terorisme hingga Pengaruh Digital
Wamenag Ajak Santri Tolak Empat Ancaman, dari Terorisme hingga Pengaruh Digital
Aktual
Imbas Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran, Polri Mutasi Kapolres Sukoharjo
Imbas Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran, Polri Mutasi Kapolres Sukoharjo
Aktual
Arti Sakinah Mawaddah Warahmah dalam Pernikahan dan Cara Mewujudkannya
Arti Sakinah Mawaddah Warahmah dalam Pernikahan dan Cara Mewujudkannya
Aktual
Surah Al-Hasyr Ayat 18, Perintah Muhasabah Sebelum Hari Perhitungan
Surah Al-Hasyr Ayat 18, Perintah Muhasabah Sebelum Hari Perhitungan
Aktual
Fenomena Budaya Flexing dan Pamer Kekayaan dalam Perspektif Islam
Fenomena Budaya Flexing dan Pamer Kekayaan dalam Perspektif Islam
Aktual
Ketum GP Ansor Dorong Perguruan Tinggi Bukan Sekadar Cetak Sarjana
Ketum GP Ansor Dorong Perguruan Tinggi Bukan Sekadar Cetak Sarjana
Aktual
Peserta dari 6 Negara Pelajari Peran Ulama Perempuan Indonesia
Peserta dari 6 Negara Pelajari Peran Ulama Perempuan Indonesia
Aktual
 Menjadi Tetangga yang Baik, Ini Hak dan Kewajiban dalam Islam
Menjadi Tetangga yang Baik, Ini Hak dan Kewajiban dalam Islam
Aktual
Mengenal Abu Ubaidah bin Al-Jarrah, Sosok Paling Dipercaya Rasulullah
Mengenal Abu Ubaidah bin Al-Jarrah, Sosok Paling Dipercaya Rasulullah
Aktual
Soal Pesantren di Sukoharjo, GP Ansor: Masyarakat Tak Main Hakim Sendiri, Polisi Jangan Gegabah
Soal Pesantren di Sukoharjo, GP Ansor: Masyarakat Tak Main Hakim Sendiri, Polisi Jangan Gegabah
Aktual
Jangan Sibuk Mengejar Dunia hingga Lupa Bekal Akhirat
Jangan Sibuk Mengejar Dunia hingga Lupa Bekal Akhirat
Aktual
Ketua PP Muhammadiyah: Bila Hukum Tak Dihormati, Hukum Rimba Akan Terjadi
Ketua PP Muhammadiyah: Bila Hukum Tak Dihormati, Hukum Rimba Akan Terjadi
Aktual
Kisah Nabi Sulaiman dalam Surah An-Naml, Teladan Melindungi Hewan
Kisah Nabi Sulaiman dalam Surah An-Naml, Teladan Melindungi Hewan
Aktual
PK-Tren Kecam Penggeledahan Pesantren di Sukoharjo, Desak Kapolri dan Komnas HAM Turun Tangan
PK-Tren Kecam Penggeledahan Pesantren di Sukoharjo, Desak Kapolri dan Komnas HAM Turun Tangan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar