Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Arti Sakinah Mawaddah Warahmah dalam Pernikahan dan Cara Mewujudkannya

Kompas.com, 2 November 2026, 20:35 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Ungkapan doa agar pasangan yang baru menikah bisa menjadi keluarga samawa ternyata bukan ungkapan biasa.

Ilstilah samawa yang merupakan singkatan dari sakinah mawaddah warahmah merupakan tujuan pernikahan dalam Islam yang menggambarkan keluarga penuh ketenangan, cinta, dan kasih sayang.

Untuk mewujudkannya, suami dan istri perlu menjalankan tanggung jawab bersama, menjaga komunikasi, serta membangun rumah tangga berdasarkan nilai agama dan akhlak yang baik.

Baca juga: Doa Pengantin Baru agar Sakinah Mawaddah Warahmah, Lengkap Arab dan Artinya

Makna Sakinah Mawaddah Warahmah dalam Pernikahan

Pernikahan bukan sekadar menyatukan dua insan, tetapi juga membangun kehidupan bersama yang dilandasi ketenangan, cinta, dan kasih sayang.

Dalam Islam, tujuan tersebut tercermin dalam konsep keluarga sakinah, mawaddah, warahmah.

Baca juga: 5 Tanda Keluarga Sakinah Menurut Al-Quran dan Sunnah

Menurut Kemenag Kota Probolinggo, ketiga istilah ini memiliki makna yang saling melengkapi:

  1. Sakinah berarti ketenangan dan kedamaian dalam rumah tangga.
  2. Mawaddah berarti cinta yang tulus, saling menghargai, dan menerima pasangan dengan ikhlas.
  3. Rahmah berarti kasih sayang yang diwujudkan melalui kepedulian, sikap saling menolong, memaafkan, dan mendoakan.

Allah SWT berfirman dalam QS. Ar-Rum ayat 21:

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Artinya: "Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan-pasangan dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir."

Ayat tersebut menjelaskan bahwa ketenangan, cinta, dan kasih sayang merupakan bagian dari tujuan pernikahan yang perlu dijaga dan diusahakan oleh pasangan suami istri.

Ciri-Ciri Keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah

Keluarga yang tenteram dan bahagia tidak terbentuk dengan sendirinya. Dibutuhkan komitmen, ketakwaan, serta kebiasaan baik yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kemenag Jawa Tengah menjelaskan ciri-ciri keluarga sakinah mawaddah warahmah:

1. Berpedoman pada nilai agama dan moral

Keluarga berkualitas menjadikan nilai agama sebagai pedoman dalam membangun karakter dan menjalani kehidupan. Kesalehan tidak hanya diwujudkan melalui pemenuhan kewajiban agama secara personal, tetapi juga melalui perilaku baik terhadap lingkungan sosial.

Dalam kehidupan bermasyarakat, keluarga yang berpegang pada nilai agama diharapkan memiliki sikap moderat (at-tawâsuth), menjaga keseimbangan (at-tawâzun), menegakkan kebenaran dan keadilan (i‘tidâl), serta menghormati perbedaan (at-tasâmuh).

Keluarga juga perlu menjaga persaudaraan dengan sesama muslim (ukhuwah islâmiyah), sesama bangsa Indonesia (ukhuwah wathaniyah), dan sesama manusia (ukhuwah basyariyah).

Selain itu, karakter Islami seperti shiddiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), tabligh (menyampaikan kebenaran), dan fathanah (cerdas) perlu ditanamkan dalam kehidupan keluarga.

2. Menerapkan komunikasi yang baik dan efektif

Komunikasi yang sehat berlangsung dua arah. Suami, istri, dan anak perlu merasa nyaman menyampaikan pendapat sekaligus bersedia mendengarkan satu sama lain.

Komunikasi yang efektif membantu menghindari kesalahpahaman, menyelesaikan persoalan, dan mempererat hubungan antaranggota keluarga.

3. Menghabiskan waktu bersama secara berkualitas

Kebersamaan keluarga tidak hanya ditentukan oleh lamanya waktu yang dihabiskan bersama, tetapi juga oleh kualitas interaksi di dalamnya.

Melalui kegiatan bersama, anggota keluarga dapat memperkuat hubungan, berbagi pengalaman, dan menunjukkan perhatian satu sama lain.

4. Saling memberikan kasih sayang dan dukungan

Keluarga yang harmonis menghadirkan dukungan dalam keadaan suka maupun duka. Setiap anggota keluarga perlu merasakan kehadiran dan kepedulian orang-orang terdekatnya.

Dukungan emosional tersebut membantu menciptakan rasa aman dan penerimaan dalam keluarga.

5. Saling menghormati dan memahami

Menghargai pendapat dan perasaan setiap anggota keluarga menjadi bagian penting dalam membangun hubungan yang sehat.

Sikap saling menghormati menciptakan lingkungan yang nyaman, terbuka, dan bebas dari kebiasaan menghakimi.

6. Melibatkan anggota keluarga dalam pengambilan keputusan

Keputusan keluarga sebaiknya dibangun melalui musyawarah dengan memberikan ruang bagi setiap anggota untuk menyampaikan pendapat.

Suami dan istri dapat melibatkan anak dalam pembahasan yang berkaitan dengan kehidupan mereka, seperti menentukan jadwal kegiatan atau aturan rumah.

Keterlibatan tersebut menumbuhkan rasa memiliki, tanggung jawab, dan kepercayaan diri anak. Anak yang ikut menyusun aturan keluarga juga cenderung lebih memahami dan menjalankannya.

7. Memiliki emosi yang sehat

Keseimbangan mental dan kemampuan mengelola emosi menjadi unsur penting dalam menjaga ketenteraman rumah tangga.

Anggota keluarga perlu belajar mengendalikan emosi, menyampaikan perasaan dengan baik, dan menyelesaikan konflik tanpa merusak hubungan.

8. Memiliki daya tahan dalam menghadapi masalah

Resiliensi merupakan kemampuan untuk beradaptasi dan tetap teguh ketika menghadapi situasi sulit.

Keluarga yang memiliki resiliensi akan berusaha tetap bersatu saat menghadapi krisis, membicarakan masalah secara terbuka, dan mencari solusi bersama. Saling menjaga harapan dan belajar dari kesulitan juga membantu keluarga melewati masa-masa berat.

Peran Suami Istri dalam Mewujudkan Keluarga Harmonis

Dalam kajian subuh di Lantai Utama Masjid Istiqlal, Dr. KH. Masruhin, Lc. MA menjelaskan bahwa keluarga sakinah, mawaddah, warahmah dapat terwujud apabila suami dan istri menjalankan peran serta tanggung jawab dengan sebaik-baiknya.

Rasulullah SAW bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ‏أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا، وَخَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِنِسَائِهِمْ

Artinya: “ Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah SAW bersabda: "Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya, dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya." (HR. Tirmidzi)

Tanggung jawab suami

Suami berperan dalam menciptakan suasana rumah tangga yang aman, nyaman, dan penuh ketenangan. Beberapa tanggung jawab yang perlu dijalankan antara lain:

  1. Memberikan rasa nyaman dan tenang kepada istri. Suami perlu menciptakan lingkungan yang aman dan tenteram serta menghindarkan keluarga dari kekhawatiran yang tidak perlu.
  2. Memenuhi kebutuhan primer keluarga. Suami berkewajiban menyediakan sandang, pangan, dan papan yang layak sebagai fondasi kehidupan rumah tangga.

Tanggung jawab tersebut sejalan dengan firman Allah SWT dalam QS. An-Nisa ayat 34:

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ ۚ فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ ۚ وَاللَّاتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّ ۖ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا

Artinya: "Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka)..." (QS. An-Nisa (4) ayat 34)

Tanggung jawab istri

Rasulullah SAW menjelaskan ciri istri yang baik dalam hadis berikut:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَيُّ النِّسَاءِ خَيْرٌ؟ قَالَ: ‏الَّتِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ، وَتُطِيعُهُ إِذَا أَمَرَ، وَلَا تُخَالِفُهُ فِي نَفْسِهَا وَلَا مَالِهَا بِمَا يَكْرَهُ

Artinya: “Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah SAW ditanya: "Wanita manakah yang paling baik?" Beliau menjawab: "Yang menyenangkan suaminya apabila dilihat, mentaatinya apabila diperintah, dan tidak menyelisihi suami pada dirinya dan hartanya dalam hal yang dibenci (suami)." (HR. An-Nasa'i dan Ahmad)

Dalam kehidupan rumah tangga, peran istri salehah antara lain:

  1. Menghadirkan kebahagiaan bagi suami. Kehadiran istri dapat menjadi sumber kebahagiaan dan ketenangan hati bagi suami.
  2. Taat pada perintah dalam kebaikan. Ketaatan kepada suami dijalankan selama tidak bertentangan dengan syariat agama.
  3. Menjaga kehormatan dan harta suami. Istri menjaga harga diri, nama baik keluarga, serta amanah dalam mengelola harta ketika suami tidak berada di rumah.

Menjaga rahasia rumah tangga

Selain menjalankan peran masing-masing, suami dan istri perlu menjaga rahasia rumah tangga serta tidak menyebarkan keburukan pasangan kepada orang lain, termasuk melalui media sosial.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 187:

هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ

Artinya: "...mereka (istri-istri) adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka..."

Rasulullah SAW juga mengingatkan tentang larangan menyebarkan rahasia hubungan suami istri. Dari Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu, beliau bersabda:

إِنَّ مِنْ أَشَرِّ النَّاسِ عِنْدَ اللَّهِ مَنْزِلَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ، الرَّجُلَ يُفْضِي إِلَى امْرَأَتِهِ وَتُفْضِي إِلَيْهِ، ثُمَّ يَنْشُرُ سِرَّهَا

Artinya: "Sesungguhnya manusia yang paling jelek kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah seorang laki-laki yang menyetubuhi istrinya dan istri bersetubuh dengan suaminya, kemudian suami menyebarkan rahasia (ranjang) mereka." (HR. Muslim No. 1437)

Dalam hadis lain, Rasulullah SAW bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ SAW قَالَ: مَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Artinya: “Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dari Nabi SAW, beliau bersabda: "Barang siapa menutupi (aib) seorang Muslim, maka Allah akan menutupi (aibnya) pada hari kiamat." (HR. Muslim)

Mewujudkan Rumah Tangga sebagai Baiti Jannati

Ungkapan baiti jannati atau rumahku adalah surgaku menggambarkan rumah tangga yang menghadirkan ketenangan, ketenteraman, dan kebahagiaan.

Namun, suasana tersebut tidak hadir begitu saja, melainkan membutuhkan usaha, komitmen, dan kesediaan setiap anggota keluarga untuk saling menjaga.

Keluarga sakinah, mawaddah, warahmah menjadi dambaan setiap orang beriman. Dengan menjadikan agama sebagai pedoman, menjaga komunikasi, serta menjalankan tanggung jawab dengan penuh kasih sayang, keluarga dapat membangun kehidupan yang harmonis.

Mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah, warahmah merupakan perjalanan bersama yang membutuhkan komitmen dan ketakwaan.

Suami dan istri perlu saling menghargai, mendukung, serta menjaga kepercayaan agar rumah menjadi tempat yang menenteramkan.

Doa Memohon Keluarga yang Menjadi Penyejuk Hati

Salah satu doa untuk memohon keluarga yang bahagia dan keturunan yang saleh terdapat dalam QS. Al-Furqan ayat 74.

وَٱلَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَٱجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Artinya: Dan orang-orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.”

Doa tersebut mengandung permohonan agar pasangan dan keturunan menjadi penyejuk hati melalui perilaku mulia, sekaligus memohon agar keluarga dapat menjadi teladan bagi orang-orang yang bertakwa.

Semoga Allah SWT menganugerahkan kita semua keluarga yang penuh kemuliaan, kasih sayang, dan keberkahan.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
MUI Minta Dai Pahami Metodologi Fatwa untuk Jawab Persoalan Keagamaan
MUI Minta Dai Pahami Metodologi Fatwa untuk Jawab Persoalan Keagamaan
Aktual
Kiai Cholil Nafis Ingatkan Dai MUI Hindari Candaan soal Bayaran dan Poligami
Kiai Cholil Nafis Ingatkan Dai MUI Hindari Candaan soal Bayaran dan Poligami
Aktual
KH Arif Fahruddin Ingatkan Dai MUI untuk Jaga Persatuan: Dilarang Sebarkan Perpecahan dan Adu Domba
KH Arif Fahruddin Ingatkan Dai MUI untuk Jaga Persatuan: Dilarang Sebarkan Perpecahan dan Adu Domba
Aktual
Sekjen MUI Apresiasi Ketegasan Kapolri yang Copot Kapolres Sukoharjo Terkait Penggeledahan Ponpes
Sekjen MUI Apresiasi Ketegasan Kapolri yang Copot Kapolres Sukoharjo Terkait Penggeledahan Ponpes
Aktual
PBNU Apresiasi Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo Usai Polemik Penggeledahan Ponpes
PBNU Apresiasi Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo Usai Polemik Penggeledahan Ponpes
Aktual
Daftar Nama 15 Anggota Majelis Masyayikh 2026–2031, Siap Fokus Tingkatkan Mutu Pesantren
Daftar Nama 15 Anggota Majelis Masyayikh 2026–2031, Siap Fokus Tingkatkan Mutu Pesantren
Aktual
Wamenag Ajak Santri Tolak Empat Ancaman, dari Terorisme hingga Pengaruh Digital
Wamenag Ajak Santri Tolak Empat Ancaman, dari Terorisme hingga Pengaruh Digital
Aktual
Imbas Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran, Polri Mutasi Kapolres Sukoharjo
Imbas Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran, Polri Mutasi Kapolres Sukoharjo
Aktual
Arti Sakinah Mawaddah Warahmah dalam Pernikahan dan Cara Mewujudkannya
Arti Sakinah Mawaddah Warahmah dalam Pernikahan dan Cara Mewujudkannya
Aktual
Surah Al-Hasyr Ayat 18, Perintah Muhasabah Sebelum Hari Perhitungan
Surah Al-Hasyr Ayat 18, Perintah Muhasabah Sebelum Hari Perhitungan
Aktual
Fenomena Budaya Flexing dan Pamer Kekayaan dalam Perspektif Islam
Fenomena Budaya Flexing dan Pamer Kekayaan dalam Perspektif Islam
Aktual
Ketum GP Ansor Dorong Perguruan Tinggi Bukan Sekadar Cetak Sarjana
Ketum GP Ansor Dorong Perguruan Tinggi Bukan Sekadar Cetak Sarjana
Aktual
Peserta dari 6 Negara Pelajari Peran Ulama Perempuan Indonesia
Peserta dari 6 Negara Pelajari Peran Ulama Perempuan Indonesia
Aktual
 Menjadi Tetangga yang Baik, Ini Hak dan Kewajiban dalam Islam
Menjadi Tetangga yang Baik, Ini Hak dan Kewajiban dalam Islam
Aktual
Mengenal Abu Ubaidah bin Al-Jarrah, Sosok Paling Dipercaya Rasulullah
Mengenal Abu Ubaidah bin Al-Jarrah, Sosok Paling Dipercaya Rasulullah
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar