Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sekolah di Abu Dhabi Larang Siswa Bawa Bekal Sosis hingga Mi Instan

Kompas.com, 15 Januari 2026, 11:58 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com — Sekolah-sekolah di Emirat Abu Dhabi resmi memperketat aturan bekal makanan siswa.

Mulai tahun ajaran ini, ada sembilan jenis makanan yang dilarang keras dibawa dari rumah ke sekolah, demi melindungi kesehatan siswa dan mendorong gaya hidup sehat sejak dini.

Kebijakan ini diberlakukan di sekolah negeri maupun swasta sebagai bagian dari komitmen pemerintah Abu Dhabi dalam menekan angka obesitas anak, mencegah penyakit kronis, serta meningkatkan konsentrasi dan prestasi akademik siswa di lingkungan sekolah.

Baca juga: Mulai 2026, Ganggu Ibadah Agama Lain Bisa Masuk Penjara

Dalam daftar larangan tersebut, olahan daging menjadi sorotan utama. Makanan seperti sosis, burger, mortadella, hingga luncheon meat dinilai mengandung kadar lemak jenuh dan sodium yang tinggi, sehingga berisiko bagi kesehatan anak jika dikonsumsi secara rutin.

Tak hanya itu, mi instan juga masuk dalam daftar makanan terlarang karena kandungan garam dan lemak industrinya yang berlebihan.

Padahal, mi instan selama ini kerap menjadi pilihan praktis orangtua untuk bekal sekolah anak.

Larangan juga mencakup berbagai jenis permen dan makanan manis, seperti lolipop, permen berwarna, popcorn berperisa, hingga cokelat batangan kemasan.

Produk-produk ini dinilai tinggi gula, pewarna buatan, dan bahan pengawet yang dapat berdampak negatif pada kesehatan dan fokus belajar siswa.

Isu alergi makanan turut menjadi pertimbangan penting. Sekolah melarang kacang tanah dan produk turunannya karena berisiko memicu reaksi alergi pada sebagian siswa.

Selain itu, selai cokelat tinggi gula dan lemak, kue berkrim, serta donat juga dilarang karena kandungan kalorinya yang tinggi namun minim nilai gizi.

Minuman pun tak luput dari aturan ketat. Minuman bersoda, minuman energi, serta jus olahan yang mengandung pemanis tambahan secara tegas dilarang dibawa ke sekolah.

Sementara makanan ringan seperti kentang goreng, keripik kentang, dan camilan jagung juga masuk daftar hitam karena tinggi minyak dan garam.

Sebagai gantinya, kantin sekolah di Abu Dhabi menyediakan 85 pilihan makanan sehat yang dirancang khusus sesuai kebutuhan gizi siswa.

Mulai dari roti panggang keju dan thyme, manakish, hingga pastry sayur dengan harga terjangkau. Sandwich sehat seperti ayam panggang atau keju juga tersedia, disertai pilihan buah segar seperti apel, pisang, serta stik wortel dan mentimun.

Produk susu rendah lemak, laban, serta jus 100 persen alami tanpa gula tambahan menjadi pilihan minuman utama. Untuk camilan, sekolah menyediakan maamoul kurma dan biskuit gandum yang lebih ramah bagi kesehatan anak.

Pihak sekolah pun mengajak orangtua untuk bekerja sama menyukseskan kebijakan ini dengan menyiapkan bekal sehat dari rumah.

Baca juga: Gelombang Dingin Ekstrem Masih Melanda Arab Saudi hingga Akhir Pekan

Menurut administrasi sekolah, pola makan seimbang terbukti meningkatkan energi positif, daya tahan tubuh, serta kemampuan siswa dalam menyerap pelajaran di kelas.

“Bekal sekolah bukan sekadar pengganjal lapar, tetapi fondasi penting bagi tumbuh kembang anak secara fisik dan mental,” tegas pihak sekolah.

Langkah Abu Dhabi ini pun menuai perhatian luas, terutama dari para orangtua. Kebijakan tersebut dinilai sebagai upaya serius membentuk generasi yang lebih sadar gizi, disiplin, dan sehat sejak usia sekolah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Dua Hafidz Muda Kaltim Wakili Indonesia di MTQ Internasional Maroko
Dua Hafidz Muda Kaltim Wakili Indonesia di MTQ Internasional Maroko
Aktual
Doa Tahajud Farrah, Santri Medan yang Lolos Beasiswa S1-S2 dan Al-Azhar Kairo
Doa Tahajud Farrah, Santri Medan yang Lolos Beasiswa S1-S2 dan Al-Azhar Kairo
Aktual
Tak Hanya Tenda dan Tali-temali, Pramuka Santri Diajak Belajar Merawat Bumi
Tak Hanya Tenda dan Tali-temali, Pramuka Santri Diajak Belajar Merawat Bumi
Aktual
Assalamualaikum Artinya Apa? Ini Tulisan, Jawaban, dan Adabnya dalam Islam
Assalamualaikum Artinya Apa? Ini Tulisan, Jawaban, dan Adabnya dalam Islam
Doa dan Niat
Mengenal Ecotheopedagogy, Cara Pendidikan Islam Menjaga Alam
Mengenal Ecotheopedagogy, Cara Pendidikan Islam Menjaga Alam
Aktual
Tahajud, PBB, hingga Api Unggun: Cara MAN 2 Bandung Bentuk Karakter Murid Baru
Tahajud, PBB, hingga Api Unggun: Cara MAN 2 Bandung Bentuk Karakter Murid Baru
Aktual
Astaghfirullah Artinya Apa? Ketahui Makna, Keutamaan, dan Tulisan Arabnya
Astaghfirullah Artinya Apa? Ketahui Makna, Keutamaan, dan Tulisan Arabnya
Doa dan Niat
Vegetarian Makin Populer di Arab Saudi, Pola Makan Warga Mulai Bergeser
Vegetarian Makin Populer di Arab Saudi, Pola Makan Warga Mulai Bergeser
Aktual
Jadwal Pengajuan BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II 2026, Total Rp 4,1 Triliun
Jadwal Pengajuan BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II 2026, Total Rp 4,1 Triliun
Aktual
Al-Qanun Al-Asasi Kembali Disosialisasikan, Gus Kikin: Ini Ruh NU
Al-Qanun Al-Asasi Kembali Disosialisasikan, Gus Kikin: Ini Ruh NU
Aktual
Lulusan Fakultas Syariah dan Hukum 111 PTKI Disiapkan Jadi Advokat
Lulusan Fakultas Syariah dan Hukum 111 PTKI Disiapkan Jadi Advokat
Aktual
Madrasah Bisa Ajukan BOS via Digital, Kemenag Siapkan Rp 4,1 Triliun
Madrasah Bisa Ajukan BOS via Digital, Kemenag Siapkan Rp 4,1 Triliun
Aktual
Muhaimin Iskandar: Kawasan Ekonomi Pesantren Bisa Jadi Motor Pengentasan Kemiskinan
Muhaimin Iskandar: Kawasan Ekonomi Pesantren Bisa Jadi Motor Pengentasan Kemiskinan
Aktual
Anies Kenang Habib Saggaf Aljufri: Ilmu Tinggi, Hati Rendah, Permata Umat
Anies Kenang Habib Saggaf Aljufri: Ilmu Tinggi, Hati Rendah, Permata Umat
Aktual
Gotong Royong Warga dan Rumah Amal Salman, Air Bersih Kini Mengalir di Desa Jamat
Gotong Royong Warga dan Rumah Amal Salman, Air Bersih Kini Mengalir di Desa Jamat
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar