Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ramadhan Kareem Artinya Apa? Ini Makna Sebenarnya dan Penjelasan Ulama

Kompas.com, 18 Februari 2026, 22:01 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Setiap menjelang bulan suci, ucapan “Ramadhan Kareem” ramai berseliweran di media sosial, grup WhatsApp, hingga baliho jalanan. Namun, sebenarnya Ramadhan Kareem artinya apa? Apakah ungkapan ini tepat digunakan?

Berikut penjelasan lengkap makna, filosofi, hingga pandangan ulama mengenai istilah yang sudah mendunia ini.

Ramadhan Kareem Artinya “Ramadhan yang Mulia”

Secara harfiah, Ramadhan Kareem berarti “Ramadhan yang Murah Hati” atau “Ramadhan yang Mulia.”

Baca juga: Arti Marhaban Ya Ramadhan, Kareem, dan Mubarak, Mana yang Tepat?

Istilah ini terdiri dari dua kata:

Makna “Ramadhan”

Abbas Muhammad Basalamah, Dosen di Universitas Nasional dan Universitas Gunadarma, dalam tulisannya "Manajemen Waktu: Kajian Hikmah Ramadhan dan Aplikasinya dalam Manajamen Modern" menyebutkan, kata Ramadhan berasal dari akar kata Arab yang berarti “panas yang membakar.”

Secara filosofis, makna ini merujuk pada fungsi bulan suci sebagai waktu untuk membakar dosa-dosa melalui ibadah, puasa, rasa lapar dan haus yang ditahan dengan penuh kesabaran.

Ramadhan menjadi momentum penyucian diri dan pembersihan jiwa.

Makna “Kareem”

Kata Kareem berarti penderma, pemurah, atau mulia.

Ketika digabungkan, ungkapan ini menggambarkan bulan yang penuh limpahan rahmat, ampunan, dan pahala berlipat ganda.

Apakah Istilah “Ramadhan Kareem” Tepat?

Meski sangat populer secara global, istilah ini ternyata pernah menjadi bahan diskusi di kalangan ulama.

Dilansir situs Shahihfiqih.com, salah satu ulama yang memberikan pandangan adalah Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin.

Beliau menjelaskan bahwa ungkapan yang lebih tepat secara akidah adalah:

“Ramadhan Mubarak”

Alasannya:

  • Ramadhan bukan pihak yang memberi (bukan subjek yang “Kareem”)
  • Allah-lah yang memberikan keberkahan pada bulan tersebut
  • Kata Mubarak berarti “yang diberkahi”, sehingga dinilai lebih tepat

Namun demikian, penggunaan “Ramadhan Kareem” tetap dipahami sebagai doa dan ungkapan kebaikan, bukan keyakinan bahwa bulan tersebutlah yang memberi.

Ramadhan Sebagai Momen “Tutup Buku” Kehidupan

Di balik ucapan tersebut, Ramadhan bukan sekadar tradisi tahunan.

Bulan ini kerap dimaknai sebagai momen evaluasi diri, layaknya laporan keuangan akhir tahun.

Ramadhan menjadi waktu untuk:

  • Mengevaluasi amal dan kebiasaan
  • Membersihkan jiwa dari ucapan buruk dan perbuatan sia-sia
  • Melatih manajemen waktu antara urusan dunia dan akhirat
  • Meningkatkan kualitas takwa

Tak heran jika bulan ini disebut sebagai kesempatan emas yang hanya datang setahun sekali.

Ramadhan Kareem Jadi Bahasa Universal Dunia

Ungkapan ini bahkan telah menjadi bahasa global untuk menyapa sesama Muslim di berbagai negara.

Beberapa contohnya:

  • Inggris: Ramadan Kareem!
  • Mandarin: 拉玛丹快乐! (Lāmǎdān kuàilè!)
  • Jepang: ラマダーン カリーム! (Ramadān Karīmu!)

Maknanya tetap sama: doa agar seseorang mendapatkan kemuliaan dan keberkahan di bulan suci.

Baca juga: Ucapan Marhaban Ya Ramadhan: Tulisan Arab, Latin, Arti, Hukum dan Contoh Penggunaanya

Jadi, Ramadhan Kareem Artinya Apa?

Secara sederhana:

  • Ramadhan Kareem artinya Ramadhan yang Mulia atau Murah Hati
  • Mengandung doa agar kita mendapatkan keberkahan bulan suci
  • Namun sebagian ulama lebih menganjurkan “Ramadhan Mubarak”

Apa pun ucapan yang digunakan, yang terpenting adalah makna di baliknya: menjadikan Ramadhan sebagai waktu memperbaiki diri, meningkatkan ibadah, dan mendekat kepada Allah.

Karena sejatinya, Ramadhan bukan hanya soal ucapan, tetapi tentang perubahan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kemenag Gelar Festival Literasi Islam, Ada Pameran Percetakan Al-Qur'an
Kemenag Gelar Festival Literasi Islam, Ada Pameran Percetakan Al-Qur'an
Aktual
Wasekjen PBNU Soroti Arogansi Hotman Paris, Tak Layak Jadi Teladan Generasi Muda
Wasekjen PBNU Soroti Arogansi Hotman Paris, Tak Layak Jadi Teladan Generasi Muda
Aktual
Kemenag: Tunjangan Guru dan Dosen Cair Minggu Depan
Kemenag: Tunjangan Guru dan Dosen Cair Minggu Depan
Aktual
Berapa Jumlah Rakaat Shalat Taubat? Ini Penjelasan dan Dalilnya
Berapa Jumlah Rakaat Shalat Taubat? Ini Penjelasan dan Dalilnya
Aktual
Bolehkah Mengulang Shalat Taubat dalam Sehari? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Bolehkah Mengulang Shalat Taubat dalam Sehari? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Aktual
Kemenag Siapkan Materi Pencegahan LGBTQ dalam Kurikulum, Tindak Lanjuti Perpres Nomor 111 Tahun 2025
Kemenag Siapkan Materi Pencegahan LGBTQ dalam Kurikulum, Tindak Lanjuti Perpres Nomor 111 Tahun 2025
Aktual
Anggaran Tambahan Sudah Masuk, Kemenag Cairkan Tunjangan Profesi Guru-Dosen Minggu Depan
Anggaran Tambahan Sudah Masuk, Kemenag Cairkan Tunjangan Profesi Guru-Dosen Minggu Depan
Aktual
7 Adab Imam Shalat Berjamaah Menurut Imam Al-Ghazali Agar Ibadah Lebih Sempurna
7 Adab Imam Shalat Berjamaah Menurut Imam Al-Ghazali Agar Ibadah Lebih Sempurna
Aktual
Tokoh NU Banten Dorong PBNU Kembali ke Khittah, Sebut Pengurus Harus Jadi 'Pelayan Ulama'
Tokoh NU Banten Dorong PBNU Kembali ke Khittah, Sebut Pengurus Harus Jadi "Pelayan Ulama"
Aktual
Kapan Shalat Taubat Dilakukan? Simak Penjelasan Waktu Terbaik dan Harus Dihindari
Kapan Shalat Taubat Dilakukan? Simak Penjelasan Waktu Terbaik dan Harus Dihindari
Aktual
Tunjangan Profesi Guru dan Dosen Kemenag 2025 Cair Minggu Depan
Tunjangan Profesi Guru dan Dosen Kemenag 2025 Cair Minggu Depan
Aktual
Ponpes Bahrul Ulum Tegaskan Netral Jelang Muktamar NU 2026, Fokus Layani Muktamirin
Ponpes Bahrul Ulum Tegaskan Netral Jelang Muktamar NU 2026, Fokus Layani Muktamirin
Aktual
3 Syarat Agar Taubat Diterima Allah Menurut Penjelasan Ulama
3 Syarat Agar Taubat Diterima Allah Menurut Penjelasan Ulama
Aktual
Tata Cara Shalat Taubat Lengkap dengan Niat dan Doa
Tata Cara Shalat Taubat Lengkap dengan Niat dan Doa
Doa dan Niat
Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027, ASN Diminta Segera Bangun Komunikasi
Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027, ASN Diminta Segera Bangun Komunikasi
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar