Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menuai Bahagia Narapidana di Lapas Pasuruan saat Berbuka Puasa Bersama Keluarga

Kompas.com, 13 Maret 2026, 11:06 WIB
Moh. Anas,
Khairina

Tim Redaksi

PASURUAN, KOMPAS.com - Suasana haru bahagia terlihat di ruang aula Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasuruan Jawa Timur, Rabu (12/3/2026) petang.

Karena sebagian puluhan narapidana memanen senyum dapat menikmati buka bersama dengan orang-orang tercinta, istri dan anak.

Tepat pukul 17:00 WIB Aula Lapas IIB Pasuruan yang biasa dipakai untuk acara formal, petang itu tampak malaikat-malaikat kecil yang tersenyum ceria. Rasa kangen anak pada orang tuanya yang tengah menjalani hukuman akhirnya terjawab. Istri yang butuh pelukan terkasih akhirnya terbayar dengan pelukan.

Baca juga: 7 Amalan Itikaf di 10 Malam Terakhir Ramadhan yang Jarang Dilakukan, Padahal Pahalanya Besar

Lukman Umaro, narapidana asal Purutrejo, Kota Pasuruan itu tak hentinya melepas pelukan pada anaknya yang berumur 5 tahun. Sementara tangan kanannya juga tidak mau terlepas yang bergenggaman dengan kedua tangan istrinya, Maulida Ilma.

"Saya bersyukur sore ini dapat berkumpul untuk menikmati buka puasa. Karena lama tidak merasakan seperti ini," tutur Lukman sembari menunggu adzan Maghrib, Rabu (12/3/2026).

Lukman merupakan narapidana kasus narkoba dengan vonis 4 tahun 1 bulan. Saat ini sudah menjalani lebih dari setahun. Di momen Ramadhan ini ia sangat beruntung masih mempunyai keluarga yang masih peduli terhadapnya. Karena dari penghuni Lapas sekitar 600 orang tidak semuanya keluarganya berkenan hadir untuk menikmati kesempatan berbuka puasa.

"Saya sangat bersyukur, istri mau datang di Ramadhan tahun ini. Karena tidak semuanya keluarganya mau datang," katanya sembari duduk memangku anak lelakinya itu.

Baca juga: 10 Malam Terakhir Ramadhan Tanggal Berapa? Ini Keutamaan, Amalan, dan Doa yang Dianjurkan

Hal senada juga dirasakan Soni, narapidana dengan vonis 5 tahun itu bisa merasakan nikmatnya berbuka bersama anak dan istrinya. Bahkan istrinya membawakan masakan sop kikil, mendol serta kerupuk lengkap dengan es degan yang segar.

"Alhamdulillah, sore ini menunya tambah lengkap. Apalagi ada anak dan istri yang hadir disini," katanya sembari wajah bahagia.

Menurutnya, momen berbuka puasa itu paling nikmat dapat berkumpul dengan keluarga. Dirinya sangat menyesal atas kasus narkoba yang menjebloskan ke dalam jeruji penjara.

"Baru kali ini saya juga dihukum, akhirnya tahu rasanya buka bersama di dalam penjara ini bahagianya luar biasa,” katanya.

Menu Ransum

Sementara itu, Kepala Lapas IIB Pasuruan, Tri Wibawa Kristiyana dan petugas lapas lainnya tampak hadir di tengah ratusan orang di aula tersebut. Mereka berbaur menikmati menu wajib yang sudah dikemas dalam cadong (ransuman). Sementara kaluarga narapidana juga turut menikmati makanan yang dibawa dari rumah.

"Dengan kegiatan ini, buka bersama keluarga bagi seorang narapidana itu sudah dapat membantu untuk mengobati rasa kangen anggota keluarga," katanya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan Ramadhan kali ini pihaknya memberikan kesempatan sekali bagi narapidana untuk mengundang keluarga datang berbuka bersama. Namun tidak semua keluarga narapidana bisa menggunakan kesempatan itu, hanya 33 keluarga narapidana yang bersedin.

"Sebagian besar keluarga narapidana lokal, Kota Pasuruan saja yang hadir. Kalau yang luar kota jarang. Kegiatan ini merupakan pembinaan sekaligus menjaga hubungan emosional antara warga binaan dan keluarganya," katanya.

Baca juga: Dzikir di 10 Malam Terakhir Ramadhan, Kunci Mendapat Lailatul Qadar

Sebelum acara buka bersama dimulai, bagi keluarga yang datang dan membawa makanan harus melewati beberapa dua pintu utama. Petugas lapas memeriksa bawaan keluarga narapidana guna memastikan tidak ada barang yang dapat membahayakan dan mengancam keamanan lapas.

Usai sambutan dari pihak lapas dan penyampaian pesan agama dari da'i, bedug Maghrib pun berbunyi petanda berbuka sudah bisa dimulai.

"Alhamdulillah, sudah maghrib, ayo saatnya kita nikmati makanan ini," ajak Tri Wibawa sekaligus menutup acara pembukaan buka bersama.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com