Editor
KOMPAS.com — Di penghujung bulan suci Ramadhan, suasana khusyuk dan penuh harap terasa di lingkungan Pondok Pesantren Cipasung, Tasikmalaya.
Ratusan warga berkumpul dalam lantunan dzikir dan selawat melalui Gerakan Munajat Berkah Gizi (MBG), sebuah inisiatif yang menggabungkan nilai spiritual dan kepedulian sosial.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program unggulan pemerintahan Prabowo Subianto ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga berkembang menjadi gerakan yang menyentuh sisi batin masyarakat.
Kegiatan yang digelar pada Selasa, 17 Maret 2026, di Desa Cipakat, Singaparna ini dihadiri berbagai tokoh masyarakat, relawan dapur SPPG, serta para ibu di sekitar wilayah tersebut. Dzikir dan selawat dipimpin oleh KH An’am AnNazily, dengan tausiyah dari Ust Furqon Taufiq dan Ustadz Asep Warlin yang memberikan pesan keagamaan menyejukkan.
Baca juga: Menjaga Ruang Kritis di Pondok Pesantren Cipasung lewat Bahtsul Masail
Dipandu oleh inisiator gerakan, KH Deni R Sagara, kegiatan ini menjadi momen untuk memanjatkan doa bersama demi keberlangsungan program pemerintah serta kesejahteraan bangsa.
“Kami ingin bangsa ini mendapatkan limpahan rahmat dari Allah SWT. Melalui doa berjamaah ini, kita memohon agar program MBG terus membawa kemajuan, kesehatan bagi generasi penerus, dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat,” ujar KH Deni R Sagara dalam keterangan tertulis, Rabu (18/3/2026).
Suasana haru pun menyelimuti acara ketika ratusan jamaah menengadahkan tangan, mendoakan kesehatan Presiden Prabowo Subianto serta para pemimpin negara agar tetap amanah dalam menjalankan tugasnya.
Dampak Nyata untuk Gizi dan Ekonomi Sejak diluncurkan, program MBG terbukti memberikan dampak nyata. Selain meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, keberadaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) juga membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.
Tak hanya itu, program ini turut menggerakkan ekonomi lokal melalui peningkatan pendapatan UMKM, petani, peternak, dan pedagang pasar. Bahkan, yayasan dan pondok pesantren yang mengelola dapur SPPG juga merasakan manfaat finansial secara langsung.
Deni mengatakan, sejak diluncurkan, program MBG terbukti memberikan dampak nyata. Selain meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, keberadaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) juga membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.
Tak hanya itu, lanjut dia, program ini turut menggerakkan ekonomi lokal melalui peningkatan pendapatan UMKM, petani, peternak, dan pedagang pasar. Bahkan, yayasan dan pondok pesantren yang mengelola dapur SPPG juga merasakan manfaat finansial secara langsung.
Sebagai bentuk rasa syukur, kegiatan ini juga diisi dengan aksi berbagi. Seluruh jemaah yang hadir mendapatkan bingkisan untuk berbuka puasa bersama keluarga di rumah.
Raut kebahagiaan terlihat jelas dari para ibu yang hadir, menjadi bukti bahwa keberkahan program MBG benar-benar dirasakan hingga lapisan masyarakat bawah.
KH Deni R Sagara berharap gerakan ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh mitra MBG di Indonesia. Dengan lebih dari 21 ribu titik dapur SPPG yang tersebar di berbagai daerah, potensi gerakan serupa dinilai sangat besar.
“Bisa dibayangkan jika seluruh dapur SPPG serentak bermunajat dan menyisihkan sebagian rezeki untuk masyarakat sekitar, maka doa-doa akan mengalir deras ke langit untuk kebaikan Indonesia,” tambahnya.
Tokoh agama Ustad Hendar Ali Munandar juga menyampaikan apresiasinya terhadap gerakan ini. Menurutnya, langkah tersebut merupakan terobosan penting dalam menyelaraskan kebutuhan duniawi dan spiritual.
Baca juga: Hijrah Ekologis Cipasung lewat Pesan Green, Ikhtiar Menghapus Dosa 30 Tahun di Sungai Saruni
“Alhamdulillah ada gerakan yang luar biasa yang bisa menyelaraskan antara kepentingan dunia dan akhirat. Gerakan Munajat Berrkah Gizi (MBG) ini akan mampu menggetarkan langit untuk menurunkan berkah bagi bangsa ini,” katanya.
Gerakan Munajat Berkah Gizi disebut menjadi bukti bahwa kebijakan pemerintah yang berpihak pada rakyat dapat berjalan seiring dengan nilai-nilai spiritual. Dari dapur-dapur sederhana inilah, harapan akan generasi sehat dan bangsa yang sejahtera terus dirajut—melalui doa dan aksi nyata.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang