Editor
KOMPAS.com - Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming melakukan silaturahmi Idul Fitri 1447 H ke Pondok Pesantren An Najah di Dawar, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, pada Jumat (27/3/2026).
Kunjungan ini dilakukan untuk mempererat hubungan antara pemerintah dengan kalangan ulama dan santri.
Dalam agenda tersebut, Gibran menegaskan pentingnya menjaga kerukunan umat dan keharmonisan sosial di tengah masyarakat.
Ia juga menyoroti peran strategis pesantren dalam memperkuat persatuan nasional.
Baca juga: Ponpes Cipasung Gelar Gerakan Munajat Berkah Gizi, Dukungan untuk MBG
Dalam keterangannya yang dikutip dari BPMI Sekretariat Wakil Presiden di Jakarta, Gibran menegaskan bahwa persatuan menjadi fondasi utama kekuatan bangsa Indonesia.
"Kerukunan adalah kunci kekuatan bangsa. Indonesia merdeka karena persatuan dan kekompakan. Nilai inilah yang harus terus kita jaga dan wariskan," kata Wapres Gibran, seperti dilansir dari Antara.
Baca juga: 100 Anak Yatim dan Dhuafa Ikuti Pesantren Jalan Cahaya di Bogor
Dalam kunjungan tersebut, Wapres menekankan bahwa pesantren memiliki posisi penting dalam merawat persatuan bangsa.
Ia mendorong seluruh elemen masyarakat, khususnya lingkungan pesantren, untuk terus menanamkan nilai kerukunan dan solidaritas sosial dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, nilai kebersamaan dan toleransi harus terus diperkuat sebagai dasar kehidupan bermasyarakat.
Hal ini dinilai penting untuk menghadapi dinamika global yang terus berkembang dan penuh tantangan.
“Arahan Wapres jelas, kita semua harus menjaga kerukunan. Di tengah konflik yang masih terjadi di berbagai belahan dunia, termasuk Timur Tengah, kita diharapkan tetap memperkuat konektivitas dan keharmonisan antarwarga,” kata Koordinator Ponpes An Najah Dawar Sumanto.
Kehadiran Wapres Gibran disambut langsung oleh Bupati Boyolali Agus Irawan bersama jajaran pengasuh Pondok Pesantren Annajah Dawar yang berlokasi di Desa Mojosongo.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi antara pemerintah dan pesantren.
Dalam kesempatan tersebut, Gibran juga melakukan dialog dengan pengasuh pondok, K.H. Abdul Hamid Zuhri.
Pertemuan berlangsung hangat dan dihadiri keluarga besar pengasuh pesantren, serta diiringi doa bersama untuk kemajuan bangsa Indonesia.
Selain berdialog, Wapres juga menyempatkan diri menyapa para santri dan masyarakat yang hadir di area pesantren.
Ia berinteraksi langsung dan berfoto bersama warga yang tampak antusias menyambut kedatangannya.
Salah seorang warga, Ispari, mengaku bangga dapat bertemu langsung dengan Wakil Presiden.
Ia menilai kinerja Gibran sudah terlihat baik sejak menjabat sebagai Wali Kota Solo hingga kini menjadi Wakil Presiden.
Menutup rangkaian kegiatan, Wapres Gibran bersama K.H. Abdul Hamid Zuhri berjalan kaki menuju Masjid Jami’ Baitul Muslimin.
Mereka kemudian melaksanakan salat Jumat berjamaah bersama masyarakat di masjid yang berjarak sekitar 400 meter dari lokasi pesantren.
Kegiatan ini sekaligus menjadi penutup kunjungan silaturahmi Wapres di Boyolali yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang