Editor
KOMPAS.com - Pendaftaran Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) 2026 resmi diumumkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) bersama Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan (LPDP).
Program ini menjadi peluang bagi pelajar dan masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan tetapi terkendala biaya.
Program Beasiswa Indonesia Bangkit merupakan inisiatif yang telah berjalan sejak 2022.
Program ini dirancang untuk mendukung pengembangan kapasitas SDM agar memiliki daya saing tinggi, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga regional dan internasional.
Baca juga: Syarat dan Jadwal Beasiswa Pemkot Magelang 2026, Dapat Rp 2.100.000 per Tahun
Tahun ini, Kemenag dan LPDP kembali menghadirkan program beasiswa ini sebagai salah satu skema unggulan pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri.
Melalui program pendanaan ini, Kemenag bekerja sama dengan LPDP dalam meningkatkan kualitas SDM dengan menjunjung nilai dan budaya yang telah ditetapkan.
Berikut adalah informasi terkait Beasiswa Indonesia Bangkit sebagaimana dikutip dari laman resmi beasiswa.kemenag.go.id, Jumat (27/3/2026).
Baca juga: Ada Perubahan, Cek Jadwal Lengkap Seleksi Beasiswa LPDP 2026 Tahap 1 Berbagai Jalur
Berdasarkan informasi dari laman resmi beasiswa.kemenag.go.id, pendaftaran Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 dibuka secara online.
Calon pendaftar dapat mengakses laman resmi berikut untuk melakukan pendaftaran:
Link pendaftaran Beasiswa Indonesia Bangkit 2026
Peserta disarankan untuk terus memantau informasi terbaru dan menyiapkan dokumen yang dibutuhkan sebelum periode pendaftaran dimulai.
Kemenag juga merilis tahapan seleksi Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 yang perlu diperhatikan oleh calon pendaftar, sebagai berikut:
Setiap tahapan seleksi memiliki ketentuan yang harus dipenuhi peserta sesuai dengan program yang dipilih.
Pada tahun sebelumnya, pendaftaran Beasiswa Indonesia Bangkit dibuka melalui dua jalur yaitu Jalur LoA dan Jalur Reguler.
Jalur LoA (Letter of Acceptance/Admission Unconditional), yaitu bagi pendaftar program beasiswa yang telah memiliki LoA Unconditional atau Surat Penerimaan Tanpa Syarat dari Perguruan Tinggi Tujuan ketika mendaftar.
Jika nantinya pendaftar dinyatakan lulus seleksi dan dinyatakan sebagai penerima beasiswa, yang bersangkutan dapat memulai mengurus proses Administrasi, dan memulai Masa Studi Sesuai dengan Tanggal Awal Masa Studi yang tercantum pada LoA.
Sementara, Jalur Reguler merupakan jalur yang diperuntukkan pendaftar program BIB yang belum memiliki LOA unconditional atau Bukti Penerimaan di perguruan tinggi tujuan ketika mendaftar.
Bagi pendaftar yang mengajukan melalui jalur ini makan akan dapat memilih maksimal 3 Perguruan Tinggi Tujuan.
Jika pendaftar tersebut dinyatakan lulus seleksi sebagai calon penerima beasiswa, yang bersangkutan diwajibkan mendapatkan LOA atau diterima di Perguruan Tinggi Tujuan yang ditetapkan dalam durasi waktu yang ditentukan.
Pada 2026, BIB menawarkan lima jenis program beasiswa yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan latar belakang pendaftar:
1. Beasiswa Pesantren
2. Beasiswa Unggulan Keagamaan
3. Beasiswa Double Degree
4. Beasiswa Akselerasi
5. Beasiswa Targeted (PJJ)
Masing-masing program memiliki persyaratan dan ketentuan yang berbeda, sehingga peserta perlu membaca panduan resmi sebelum mendaftar.
Alumni yang telah menyelesaikan studi wajib berkontribusi dan berada secara fisik di Indonesia, sekurang-kurangnya dua kali masa studi sebagaimana tercantum dalam Keputusan Direktur Utama LPDP ditambah satu tahun (2 N + 1) secara berturut-turut sejak:
Program Beasiswa Indonesia Bangkit menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
Melalui program ini, pemerintah menargetkan lahirnya generasi pendidik, profesional, dan pemimpin masa depan yang unggul secara akademik, memiliki integritas, serta mampu bersaing di tingkat global.
Selain itu, program ini juga diharapkan dapat memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat, termasuk guru, dosen, santri, dan mahasiswa berprestasi.
Calon pendaftar disarankan memanfaatkan waktu sebelum pendaftaran dibuka untuk menyiapkan seluruh dokumen dan persyaratan. Dengan persiapan matang, proses pendaftaran dapat dilakukan lebih cepat dan efisien saat periode resmi dimulai.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang