Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Harga Sapi Kurban 2026 Naik? Ini Rincian, Syarat, dan Tips Memilihnya

Kompas.com, 13 Mei 2026, 19:00 WIB
Add on Google
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, kebutuhan hewan kurban mulai meningkat di berbagai daerah.

Salah satu hewan kurban yang paling banyak diminati masyarakat adalah sapi karena dapat diniatkan untuk tujuh orang sekaligus.

Selain dianggap lebih praktis untuk kurban kolektif, sapi juga menghasilkan daging dalam jumlah besar sehingga lebih banyak penerima manfaat yang bisa merasakannya.

Namun sebelum membeli sapi kurban, umat Islam perlu memahami bahwa ibadah kurban bukan sekadar memilih hewan terbesar atau termurah.

Baca juga: Sapi Kurban Milik Presiden Prabowo di Wonosobo Berbobot 1,1 Ton, Akan Dibagikan ke Warga Kaliwuluh

Ada syarat syariat yang harus dipenuhi agar kurban sah, mulai dari usia hewan, kondisi kesehatan, hingga kualitas fisiknya.

Di sisi lain, harga sapi kurban 2026 juga menjadi perhatian masyarakat karena mengalami variasi tergantung bobot, jenis sapi, hingga lokasi penjualan.

Oleh karena itu, penting memahami kisaran harga sekaligus mengetahui cara memilih sapi yang sehat dan layak kurban.

Lalu, berapa harga sapi kurban tahun ini? Apa saja syarat sah sapi untuk kurban? Dan bagaimana tips memilih hewan kurban yang baik menurut syariat Islam?

Sapi Jadi Pilihan Favorit Kurban Kolektif

Dalam Islam, seekor sapi dapat dijadikan hewan kurban untuk tujuh orang. Ketentuan ini berdasarkan hadis riwayat Ibnu Abbas RA ketika para sahabat berkurban bersama Rasulullah SAW saat perjalanan.

Karena dapat dibagi untuk tujuh orang, sapi menjadi pilihan populer di masjid, kantor, komunitas, hingga keluarga besar yang ingin berkurban secara kolektif.

Selain itu, sapi memiliki nilai distribusi daging yang lebih luas dibanding kambing atau domba. Dalam kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil, sistem patungan sapi dinilai membantu masyarakat tetap bisa menjalankan ibadah kurban.

Dalam buku Fiqih Sunnah karya Sayyid Sabiq dijelaskan bahwa syariat kurban bukan hanya soal menyembelih hewan, tetapi juga menghidupkan semangat berbagi, kepedulian sosial, dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Baca juga: Bagaimana Pembagian Daging Kurban Sapi 7 Orang, Berapa Kg per Bagian?

Daftar Harga Sapi Kurban 2026

Harga sapi kurban tahun 2026 bervariasi tergantung berat badan, jenis sapi, kondisi kesehatan, hingga biaya pemeliharaan.

Merujuk pada daftar harga hewan kurban di Masjid Istiqlal, berikut kisaran harga sapi kurban tahun ini:

Sapi 250 kg: Rp 25.000.000
(sekitar Rp 3.571.429 per orang)

Sapi 300 kg: Rp 28.000.000
(sekitar Rp 4.000.000 per orang)

Sapi 350 kg: Rp 31.000.000
(sekitar Rp 4.428.571 per orang)

Sapi 400 kg: Rp 33.000.000
(sekitar Rp 4.714.286 per orang)

Sapi 450 kg: Rp 36.500.000
(sekitar Rp 5.214.286 per orang)

Sapi 500 kg: Rp 40.000.000
(sekitar Rp 5.714.286 per orang)

Harga tersebut sudah termasuk biaya pemeliharaan dan pemotongan hewan.
Meski demikian, harga di setiap daerah bisa berbeda tergantung distribusi ternak, biaya transportasi, serta permintaan pasar menjelang Idul Adha.

Syarat Sah Sapi untuk Kurban

Dalam buku Panduan Praktis Muslim karya Fahd Salem Bahammam dijelaskan bahwa sapi kurban harus memenuhi syarat tertentu agar ibadah kurban sah menurut syariat.

1. Usia Sapi Minimal Dua Tahun

Sapi yang dijadikan kurban wajib sudah genap berusia dua tahun dan masuk tahun ketiga.
Hal ini menjadi syarat penting karena hewan yang belum cukup umur tidak sah dijadikan kurban.

2. Kondisi Sehat dan Tidak Cacat

Rasulullah SAW melarang umat Islam berkurban menggunakan hewan yang memiliki cacat jelas.

Dalam hadis riwayat An-Nasa’i dan At-Tirmidzi disebutkan ada empat hewan yang tidak layak dijadikan kurban:

  • Buta sebelah yang jelas
  • Sakit yang tampak jelas
  • Pincang yang nyata
  • Sangat kurus hingga tidak memiliki sumsum

Karena itu, kondisi fisik sapi harus benar-benar diperhatikan sebelum membeli.

Baca juga: Selain Mahal, Plastik Juga Mengandung Karsinogen! Ini 6 Alternatif Pengganti Wadah Daging Kurban

Tips Memilih Sapi Kurban yang Baik

Memilih sapi kurban tidak cukup hanya melihat ukuran tubuhnya. Ada sejumlah tanda kesehatan hewan yang perlu diperhatikan agar kurban lebih berkualitas dan aman dikonsumsi.

Dalam buku Tuntunan Berkurban dan Menyembelih Hewan karya Ali Ghufron dijelaskan beberapa tips penting memilih sapi kurban.

Pastikan Hewan Aktif dan Tidak Lesu

  • Sapi sehat biasanya mampu berdiri tegak, bergerak aktif, serta responsif terhadap lingkungan sekitar.
  • Hindari sapi yang terlihat lemas, sulit berjalan, atau lebih sering berbaring.

Perhatikan Mata dan Hidung

  • Sapi sehat memiliki mata cerah dan bersih.
  • Bagian hidung biasanya tampak lembap, bukan kering atau mengeluarkan cairan berlebihan.

Cek Kulit dan Bulu

  • Bulu sapi sehat terlihat bersih, tidak kusam, dan tidak rontok berlebihan.
  • Kulit juga sebaiknya bebas luka, borok, atau benjolan mencurigakan.

Lihat Bentuk Tubuh

  • Sapi yang terlalu kurus sebaiknya dihindari.
  • Pilih sapi dengan tubuh proporsional dan tulang rusuk yang tidak terlalu menonjol.

Pastikan Ada Pemeriksaan Kesehatan

  • Saat membeli sapi kurban, penting memastikan hewan sudah melalui pemeriksaan kesehatan dari dinas peternakan atau dokter hewan.
  • Hal ini penting untuk mencegah penyebaran penyakit ternak dan memastikan kualitas daging tetap aman.

Cara Menghitung Estimasi Daging Sapi Kurban

Banyak masyarakat membeli sapi berdasarkan perkiraan jumlah daging yang dihasilkan.
Secara umum, seekor sapi menghasilkan karkas sekitar 49–57 persen dari bobot hidupnya.

Artinya, sapi berbobot 400 kilogram bisa menghasilkan karkas sekitar 196–228 kilogram.
Dari jumlah tersebut, sekitar 75 persen dapat menjadi daging tanpa tulang.

Karena itu, sapi 400 kilogram diperkirakan menghasilkan sekitar 147–170 kilogram daging bersih, belum termasuk jeroan dan bagian lainnya.

Perhitungan ini penting terutama bagi panitia kurban agar distribusi daging lebih merata.

Baca juga: Sapi Berbobot 900 Kg Milik Peternak Reban Batang Terpilih sebagai Hewan Kurban Presiden Prabowo

Mengapa Memilih Hewan Kurban yang Baik Itu Penting?

Dalam Islam, ibadah kurban bukan sekadar formalitas tahunan.

Kurban merupakan simbol ketakwaan dan bentuk pengorbanan terbaik kepada Allah SWT.

Allah berfirman dalam Surah Al-Hajj ayat 37 bahwa yang sampai kepada Allah bukanlah daging atau darah hewan kurban, melainkan ketakwaan manusia.

Oleh karena itu, memilih hewan kurban terbaik menjadi bagian dari adab dan kesungguhan dalam beribadah.

Dalam buku Ensiklopedi Fikih Indonesia: Haji & Kurban karya Ahmad Sarwat dijelaskan bahwa kualitas hewan kurban mencerminkan keseriusan seorang Muslim dalam menjalankan syariat sekaligus menghormati syiar Islam.

Tren Kurban Modern dan Layanan Digital

Beberapa tahun terakhir, pembelian hewan kurban juga mulai bergeser ke layanan digital.
Banyak lembaga, masjid, hingga platform kurban online menawarkan sistem pembelian sapi secara daring lengkap dengan laporan penyembelihan dan distribusi.

Meski praktis, masyarakat tetap diimbau memastikan lembaga penyalur kurban memiliki kredibilitas jelas dan hewan yang dijual memenuhi syariat.

Di tengah perkembangan layanan modern tersebut, esensi kurban tetap sama, menghadirkan kepedulian sosial, berbagi rezeki, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui pengorbanan yang terbaik.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
10 Kudapan dari Daging Sapi dan Kambing yang Cocok Jadi Camilan saat Idul Adha
10 Kudapan dari Daging Sapi dan Kambing yang Cocok Jadi Camilan saat Idul Adha
Aktual
7 Ide Pembungkus Daging Kurban Selain Kantong Plastik, Pilihan yang Lebih Ramah Lingkungan
7 Ide Pembungkus Daging Kurban Selain Kantong Plastik, Pilihan yang Lebih Ramah Lingkungan
Aktual
Harga Sapi Kurban 2026 Naik? Ini Rincian, Syarat, dan Tips Memilihnya
Harga Sapi Kurban 2026 Naik? Ini Rincian, Syarat, dan Tips Memilihnya
Aktual
Hukum Potong Kuku dan Rambut sebelum Kurban untuk Siapa? Ini Penjelasan Ulama
Hukum Potong Kuku dan Rambut sebelum Kurban untuk Siapa? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Maqam Ibrahim Bukan Makam, Ini Sejarah Batu Jejak Nabi Ibrahim
Maqam Ibrahim Bukan Makam, Ini Sejarah Batu Jejak Nabi Ibrahim
Aktual
Distankan Sukoharjo Jelaskan Kriteria Sapi yang Cukup Umur untuk Kurban
Distankan Sukoharjo Jelaskan Kriteria Sapi yang Cukup Umur untuk Kurban
Aktual
PBNU Gelar Pleno 21 Mei, Bahas Lokasi Munas-Konbes dan Muktamar NU
PBNU Gelar Pleno 21 Mei, Bahas Lokasi Munas-Konbes dan Muktamar NU
Aktual
Panitia Kurban Harus Perhatikan Proses Pemotongan agar Penuhi Prinsip Kesejahteraan Hewan
Panitia Kurban Harus Perhatikan Proses Pemotongan agar Penuhi Prinsip Kesejahteraan Hewan
Aktual
Apa Itu Yakuza Maneges? Ormas Baru di Kediri yang Didirikan Ulama Muda Gus Thuba
Apa Itu Yakuza Maneges? Ormas Baru di Kediri yang Didirikan Ulama Muda Gus Thuba
Aktual
Mengapa “Kun Fayakun” Sangat Istimewa? Ini Tafsir Yasin Ayat 82
Mengapa “Kun Fayakun” Sangat Istimewa? Ini Tafsir Yasin Ayat 82
Doa dan Niat
 Hukum Mengeluarkan Anak dari Ahli Waris dalam Islam, Orang Tua Harus Tahu
Hukum Mengeluarkan Anak dari Ahli Waris dalam Islam, Orang Tua Harus Tahu
Aktual
Kebahagiaan Peternak Riau, Sapinya Dibeli Rp 82 Juta untuk Jadi Hewan Kurban Presiden Prabowo
Kebahagiaan Peternak Riau, Sapinya Dibeli Rp 82 Juta untuk Jadi Hewan Kurban Presiden Prabowo
Aktual
Cerita Tim Lost and Found Haji Cari Barang Jemaah yang Tertinggal di Bandara
Cerita Tim Lost and Found Haji Cari Barang Jemaah yang Tertinggal di Bandara
Aktual
Hukum Menjual Kulit Hewan Kurban, Bolehkah dalam Islam? Ini Pendapat Ulama
Hukum Menjual Kulit Hewan Kurban, Bolehkah dalam Islam? Ini Pendapat Ulama
Aktual
Tanggal 14-15 Mei 2026 Libur Apa? Ini Hitungan Long Weekendnya
Tanggal 14-15 Mei 2026 Libur Apa? Ini Hitungan Long Weekendnya
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com