KEBUMEN, KOMPAS.com – Ribuan pengasuh pondok pesantren dan guru mengaji dari berbagai wilayah di Kabupaten Kebumen memadati Pondok Pesantren An Nahdliyah 1 SMK Ma’arif 1 Kebumen, Sabtu (18/4/2026).
Mereka hadir dalam agenda Silaturahmi dan Halal Bihalal Akbar yang tidak hanya menjadi ajang temu kangen, tetapi juga momentum penting arah baru pendidikan pesantren di daerah tersebut.
Ketua Panitia Pelaksana, KH Akhmad Tamam, mengungkapkan bahwa antusiasme peserta sangat tinggi.
Tercatat sekitar 5.000 orang hadir dalam kegiatan tersebut, mulai dari pengasuh pondok pesantren, ustaz, hingga guru mengaji dari berbagai kecamatan.
Baca juga: Ramai Dana Pemeliharaan Masjid Al Jabbar Rp 22 Miliar, Pemprov Jabar Benarkan dan Ini Rinciannya
“Ini bukan sekadar silaturahmi tahunan, tetapi menjadi titik awal penguatan komitmen bersama dalam membangun pesantren yang lebih baik,” ujar Tamam pada Sabtu (18/4/2026).
Menurut dia, kegiatan ini sekaligus menjadi ruang konsolidasi para pelaku pendidikan keagamaan untuk menjawab tantangan zaman, terutama yang berkaitan dengan perlindungan anak di lingkungan pendidikan berbasis pesantren.
Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah peluncuran program “Pesantren Ramah Anak”. Program ini digagas sebagai upaya konkret untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan bagi para santri.
Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, dalam sambutannya menegaskan bahwa perlindungan anak harus menjadi prioritas bersama, termasuk di lingkungan pesantren yang selama ini menjadi pilar pendidikan karakter di masyarakat.
“Kita harus memastikan anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang melindungi dan penuh kasih sayang. Pesantren harus menjadi tempat yang membuat santri merasa nyaman, dihargai, dan terlindungi,” kata Lilis di hadapan para ulama, tokoh masyarakat, dan ribuan peserta yang hadir.
Ia menambahkan, peluncuran program tersebut merupakan respons pemerintah daerah terhadap berbagai tantangan yang dihadapi anak-anak saat ini, baik dari aspek sosial, psikologis, maupun keamanan.
Menurut Lilis, keberhasilan Kebumen meraih predikat Kabupaten Layak Anak tingkat Madya harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas perlindungan anak di semua sektor, termasuk pendidikan keagamaan.
“Ini tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Perlu kolaborasi antara keluarga, masyarakat, hingga para guru mengaji di tingkat akar rumput,” ujarnya.
Selain peluncuran program Pesantren Ramah Anak, kegiatan ini juga diwarnai dengan pelantikan Pengurus Pojok Baca Nahdliyyin.
Program tersebut bertujuan untuk mendorong peningkatan literasi di kalangan generasi muda, khususnya di lingkungan pesantren dan masyarakat Nahdliyyin.
Baca juga: Dari Pesantren ke UI: Kisah Mahasiswa Semester 6 yang Mengajar di Kampus Top Indonesia
Melalui pojok baca ini, diharapkan akses terhadap bahan bacaan semakin mudah dijangkau, sehingga mampu menumbuhkan budaya membaca sejak dini.
Bupati Lilis berharap program tersebut tidak hanya menjadi simbol, tetapi benar-benar dijalankan secara berkelanjutan di setiap wilayah.
“Mari kita bekerja sama mendidik anak-anak dengan akhlak yang baik dan wawasan yang luas, agar lahir generasi Kebumen yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan,” pungkasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang