Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Calon Haji Embarkasi Lombok Meninggal Sebelum Berangkat, Kuota Haji NTB Dipastikan Tetap Penuh

Kompas.com, 21 April 2026, 17:35 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Persiapan keberangkatan jemaah haji 2026 di Provinsi Nusa Tenggara Barat terus dimatangkan menjelang masuknya kloter pertama ke Asrama Haji Lombok.

Ribuan calon haji dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci melalui Embarkasi Lombok dalam 15 kelompok terbang.

Di tengah persiapan tersebut, satu calon haji dilaporkan meninggal dunia sebelum jadwal keberangkatan.

Baca juga: Mengintip Menu Jemaah Haji di Dapur Katering Madinah, Tempe Jadi Andalan

Pemerintah memastikan proses pemberangkatan tetap berjalan sesuai rencana dan kuota haji NTB tidak berkurang.

Satu orang calon haji Embarkasi Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat, dilaporkan meninggal dunia sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci, Arab Saudi.

Dilansir dari Antara, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah NTB Lalu Muhammad Amin membenarkan informasi tersebut.

"Iya, informasi itu kami sudah terima laporannya," ujarnya saat jumpa pers di Asrama Haji Kota Mataram di Mataram, Senin (20/4/2026).

Baca juga: Promosi Haji Palsu Merebak, Arab Saudi Ingatkan Bahaya Biro Ilegal

Kuota Haji NTB Dipastikan Tetap Terpenuhi

Pemerintah menegaskan wafatnya calon haji sebelum keberangkatan akan diproses sesuai mekanisme yang berlaku. Langkah itu dilakukan agar alokasi kuota haji daerah tetap terisi.

Ia menegaskan calon haji yang meninggal sebelum pemberangkatan prosesnya akan mengikuti mekanisme yang berlaku.

Pemerintah berupaya menghindari kekosongan kuota dengan tetap mengacu pada aturan yang ada.

"Jika ada jamaah yang meninggal, tentu akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Namun kuota NTB sebanyak 5.800-an itu insyaallah tetap terpenuhi, tidak berkurang meski ada yang meninggal," katanya.

Calon haji yang meninggal dunia diketahui atas nama Muhamad Yasin, berasal dari Batujai, Kabupaten Lombok Tengah.

Almarhum rencananya tergabung dalam kloter 7, masuk Asrama Haji pada 29 April dan terbang ke Arab Saudi pada 30 April 2026.

Total Jemaah Haji NTB 5.798 Orang

Tahun ini, NTB mendapat kuota ribuan jemaah haji yang terbagi dalam beberapa kloter. Jumlah tersebut belum termasuk petugas pendamping.

Ia menyebutkan total jamaah calon haji NTB yang akan diberangkatkan pada penyelenggaraan haji tahun ini 5.798 orang, terbagi dalam 15 kloter.

"Jumlah jamaah berdasarkan kuota NTB sebanyak 5.798 orang, ditambah petugas yang menyertai sebanyak 80 orang, sehingga total keseluruhan yang akan diberangkatkan sebanyak 5.846 orang," katanya.

Sebanyak 190 Jemaah Masuk Kategori Lansia

Ratusan calon haji asal NTB tahun ini masuk kategori lanjut usia. Kelompok ini akan mendapat perhatian khusus selama proses pemberangkatan hingga pelaksanaan ibadah haji.

Dari total seluruh calon haji tersebut, 190 orang masuk kategori lanjut usia dengan usia di atas 65 tahun.

Meski demikian, dari sisi kondisi kesehatan tidak semua dalam keadaan menurun, sedangkan secara rata-rata usia calon haji NTB tahun ini kisaran 65 tahun ke atas.

"Bagi yang memiliki risiko kesehatan tinggi tetap akan mendapatkan perhatian khusus," ujarnya.

Kloter Pertama Berangkat 22 April 2026

Embarkasi Lombok dijadwalkan mulai memberangkatkan kloter pertama dalam waktu dekat. Jemaah akan lebih dulu masuk asrama haji sebelum terbang ke Tanah Suci.

Lalu Amin menegaskan untuk kloter 1 Embarkasi Lombok berasal dari Kabupaten Lombok Timur sebanyak 387 orang.

Mereka akan masuk ke Asrama Haji pada Selasa (21/4/2026) pukul 06.00 WITA, kemudian diterbangkan ke Arab Saudi pada Rabu (22/4/2026) pukul 14.30 WITA.

Jemaah Diimbau Waspadai Cuaca di Arab Saudi

Pemerintah juga mengingatkan calon haji menjaga kebugaran karena kondisi cuaca di Arab Saudi berbeda dengan Indonesia.

Suhu tinggi berpotensi memengaruhi kesehatan, terutama bagi jemaah lansia.

"Informasi cuaca yang kami peroleh dari petugas haji yang sudah lebih dahulu berada di Tanah Suci, untuk Madinah itu 43 derajat Celsius dan Makkah 36 derajat, makanya kita mengimbau jamaah untuk menjaga kesehatan fisik. Karena banyak di antara jamaah kita yang merupakan lansia," katanya.

RSUD NTB Siapkan Layanan Kesehatan Haji

Rumah sakit rujukan di NTB juga telah menyiapkan dukungan medis bagi calon haji yang membutuhkan penanganan kesehatan.

Direktur RSUD Provinsi NTB drg Asrul Sani memastikan kesiapan rumah sakitnya dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi jamaah calon haji Embarkasi Lombok.

"Kami siap menerima rujukan pelayanan haji. Kami sudah melakukan persiapan untuk itu dan kami sudah siapkan tim medis baik dokter maupun perawat," ujarnya di Mataram, Selasa.

Ia mengatakan tenaga dokter spesialis yang dibutuhkan untuk pemeriksaan kesehatan bagi jamaah calon haji NTB sudah sangat lengkap.

"Kita sangat lengkap sekali (dokter spesialis) untuk rumah sakit provinsi," kata Asrul.

Ia menambahkan sejauh ini belum ada kendala. Meski demikian, ia mengimbau para jamaah calon haji khususnya lanjut usia dan risiko tinggi untuk selalu menjaga kesehatan mengingat rangkaian ibadah haji masih sangat panjang.

"Kita minta jamaah calon haji untuk tetap mengikuti saran dan nasehat tim medis yang mendampingi," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Hukum Membelakangi Mimbar Saat Khutbah Jumat, Apakah Shalat Tetap Sah?
Hukum Membelakangi Mimbar Saat Khutbah Jumat, Apakah Shalat Tetap Sah?
Aktual
Hukum Tajwid Lengkap: Jenis, Pengertian, dan Contoh Bacaan
Hukum Tajwid Lengkap: Jenis, Pengertian, dan Contoh Bacaan
Aktual
Bolehkah Azan dan Iqamah Dilakukan Orang yang Berbeda? Ini Penjelasan Ulama
Bolehkah Azan dan Iqamah Dilakukan Orang yang Berbeda? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Khutbah Jumat 24 Juli 2026: Amalan Rutin untuk Lebih Dekat dengan Rasulullah SAW
Khutbah Jumat 24 Juli 2026: Amalan Rutin untuk Lebih Dekat dengan Rasulullah SAW
Aktual
11 PTKIN Berhasil Masuk 100 Universitas Terbaik Versi Webometrics Juli 2026, Cek Peringkat Kampusmu!
11 PTKIN Berhasil Masuk 100 Universitas Terbaik Versi Webometrics Juli 2026, Cek Peringkat Kampusmu!
Aktual
Khutbah Jumat 24 Juli 2026: Bulan Safar, Bulan Sial bagi yang Maksiat, Berkah bagi yang Taat
Khutbah Jumat 24 Juli 2026: Bulan Safar, Bulan Sial bagi yang Maksiat, Berkah bagi yang Taat
Aktual
Mad Thobi'i: Pengertian, Hukum, Ciri-ciri, Jenis, dan Contohnya dalam Ilmu Tajwid
Mad Thobi'i: Pengertian, Hukum, Ciri-ciri, Jenis, dan Contohnya dalam Ilmu Tajwid
Aktual
8 Keutamaan Menjadi Muadzin dalam Islam Berdasarkan Hadits Shahih
8 Keutamaan Menjadi Muadzin dalam Islam Berdasarkan Hadits Shahih
Aktual
Khutbah Jumat 24 Juli 2026: Benarkah Penderitaan Membuat Kita Lebih Dekat dengan Allah SWT?
Khutbah Jumat 24 Juli 2026: Benarkah Penderitaan Membuat Kita Lebih Dekat dengan Allah SWT?
Aktual
Mengapa Membaca Al-Quran Harus dengan Tajwid dan Tartil? Ini Penjelasannya
Mengapa Membaca Al-Quran Harus dengan Tajwid dan Tartil? Ini Penjelasannya
Aktual
11 PTKIN Tembus Top 100 Webometrics Juli 2026, UIN Sunan Kalijaga Jadi yang Terbaik di Indonesia
11 PTKIN Tembus Top 100 Webometrics Juli 2026, UIN Sunan Kalijaga Jadi yang Terbaik di Indonesia
Aktual
Bacaan Doa untuk Indonesia agar Tetap Aman dan Makmur
Bacaan Doa untuk Indonesia agar Tetap Aman dan Makmur
Doa dan Niat
MTsN Bogor Rehabilitasi Ruang Rp 5,5 Miliar dari Program Presiden
MTsN Bogor Rehabilitasi Ruang Rp 5,5 Miliar dari Program Presiden
Aktual
MUI Indramayu Telaah Dugaan Aliran Sesat 'Islam 4S' di Kroya
MUI Indramayu Telaah Dugaan Aliran Sesat "Islam 4S" di Kroya
Aktual
Menambah Bacaan Doa di Sujud Terakhir Shalat, Boleh atau Tidak? Ini Penjelasan Menurut Al-Qur'an dan Hadits
Menambah Bacaan Doa di Sujud Terakhir Shalat, Boleh atau Tidak? Ini Penjelasan Menurut Al-Qur'an dan Hadits
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar