Editor
KOMPAS.com - Persiapan keberangkatan jemaah haji 2026 di Provinsi Nusa Tenggara Barat terus dimatangkan menjelang masuknya kloter pertama ke Asrama Haji Lombok.
Ribuan calon haji dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci melalui Embarkasi Lombok dalam 15 kelompok terbang.
Di tengah persiapan tersebut, satu calon haji dilaporkan meninggal dunia sebelum jadwal keberangkatan.
Baca juga: Mengintip Menu Jemaah Haji di Dapur Katering Madinah, Tempe Jadi Andalan
Pemerintah memastikan proses pemberangkatan tetap berjalan sesuai rencana dan kuota haji NTB tidak berkurang.
Satu orang calon haji Embarkasi Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat, dilaporkan meninggal dunia sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci, Arab Saudi.
Dilansir dari Antara, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah NTB Lalu Muhammad Amin membenarkan informasi tersebut.
"Iya, informasi itu kami sudah terima laporannya," ujarnya saat jumpa pers di Asrama Haji Kota Mataram di Mataram, Senin (20/4/2026).
Baca juga: Promosi Haji Palsu Merebak, Arab Saudi Ingatkan Bahaya Biro Ilegal
Pemerintah menegaskan wafatnya calon haji sebelum keberangkatan akan diproses sesuai mekanisme yang berlaku. Langkah itu dilakukan agar alokasi kuota haji daerah tetap terisi.
Ia menegaskan calon haji yang meninggal sebelum pemberangkatan prosesnya akan mengikuti mekanisme yang berlaku.
Pemerintah berupaya menghindari kekosongan kuota dengan tetap mengacu pada aturan yang ada.
"Jika ada jamaah yang meninggal, tentu akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Namun kuota NTB sebanyak 5.800-an itu insyaallah tetap terpenuhi, tidak berkurang meski ada yang meninggal," katanya.
Calon haji yang meninggal dunia diketahui atas nama Muhamad Yasin, berasal dari Batujai, Kabupaten Lombok Tengah.
Almarhum rencananya tergabung dalam kloter 7, masuk Asrama Haji pada 29 April dan terbang ke Arab Saudi pada 30 April 2026.
Tahun ini, NTB mendapat kuota ribuan jemaah haji yang terbagi dalam beberapa kloter. Jumlah tersebut belum termasuk petugas pendamping.
Ia menyebutkan total jamaah calon haji NTB yang akan diberangkatkan pada penyelenggaraan haji tahun ini 5.798 orang, terbagi dalam 15 kloter.
"Jumlah jamaah berdasarkan kuota NTB sebanyak 5.798 orang, ditambah petugas yang menyertai sebanyak 80 orang, sehingga total keseluruhan yang akan diberangkatkan sebanyak 5.846 orang," katanya.
Ratusan calon haji asal NTB tahun ini masuk kategori lanjut usia. Kelompok ini akan mendapat perhatian khusus selama proses pemberangkatan hingga pelaksanaan ibadah haji.
Dari total seluruh calon haji tersebut, 190 orang masuk kategori lanjut usia dengan usia di atas 65 tahun.
Meski demikian, dari sisi kondisi kesehatan tidak semua dalam keadaan menurun, sedangkan secara rata-rata usia calon haji NTB tahun ini kisaran 65 tahun ke atas.
"Bagi yang memiliki risiko kesehatan tinggi tetap akan mendapatkan perhatian khusus," ujarnya.
Embarkasi Lombok dijadwalkan mulai memberangkatkan kloter pertama dalam waktu dekat. Jemaah akan lebih dulu masuk asrama haji sebelum terbang ke Tanah Suci.
Lalu Amin menegaskan untuk kloter 1 Embarkasi Lombok berasal dari Kabupaten Lombok Timur sebanyak 387 orang.
Mereka akan masuk ke Asrama Haji pada Selasa (21/4/2026) pukul 06.00 WITA, kemudian diterbangkan ke Arab Saudi pada Rabu (22/4/2026) pukul 14.30 WITA.
Pemerintah juga mengingatkan calon haji menjaga kebugaran karena kondisi cuaca di Arab Saudi berbeda dengan Indonesia.
Suhu tinggi berpotensi memengaruhi kesehatan, terutama bagi jemaah lansia.
"Informasi cuaca yang kami peroleh dari petugas haji yang sudah lebih dahulu berada di Tanah Suci, untuk Madinah itu 43 derajat Celsius dan Makkah 36 derajat, makanya kita mengimbau jamaah untuk menjaga kesehatan fisik. Karena banyak di antara jamaah kita yang merupakan lansia," katanya.
Rumah sakit rujukan di NTB juga telah menyiapkan dukungan medis bagi calon haji yang membutuhkan penanganan kesehatan.
Direktur RSUD Provinsi NTB drg Asrul Sani memastikan kesiapan rumah sakitnya dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi jamaah calon haji Embarkasi Lombok.
"Kami siap menerima rujukan pelayanan haji. Kami sudah melakukan persiapan untuk itu dan kami sudah siapkan tim medis baik dokter maupun perawat," ujarnya di Mataram, Selasa.
Ia mengatakan tenaga dokter spesialis yang dibutuhkan untuk pemeriksaan kesehatan bagi jamaah calon haji NTB sudah sangat lengkap.
"Kita sangat lengkap sekali (dokter spesialis) untuk rumah sakit provinsi," kata Asrul.
Ia menambahkan sejauh ini belum ada kendala. Meski demikian, ia mengimbau para jamaah calon haji khususnya lanjut usia dan risiko tinggi untuk selalu menjaga kesehatan mengingat rangkaian ibadah haji masih sangat panjang.
"Kita minta jamaah calon haji untuk tetap mengikuti saran dan nasehat tim medis yang mendampingi," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang