Editor
KOMPAS.com - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengimbau jemaah calon haji asal Indonesia untuk menjaga kondisi kesehatan selama berada di Tanah Suci.
jemaah diminta lebih proaktif mengendalikan penyakit penyerta atau komorbid agar ibadah haji dapat dijalankan dengan optimal.
Selain itu, jemaah juga diingatkan untuk mengatur aktivitas fisik dan menghindari kelelahan berlebihan di tengah cuaca Makkah yang cukup panas.
Baca juga: Sistem Buka Tutup Diterapkan di Terminal Ajyad untuk Jaga Keselamatan Jamaah Haji Indonesia
Imbauan tersebut disampaikan PPIH sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan kesehatan selama musim haji berlangsung.
Kepala Seksi Kesehatan Daker Makkah PPIH Arab Saudi Edi Supriyatna menegaskan pentingnya penyesuaian fisik dan pengelolaan tenaga selama menjalankan ibadah di Makkah.
Baca juga: Kapan Jadwal Wukuf Haji 2026? Ini Waktu, Tata Cara, dan Doa di Arafah
"Harapannya kita menyesuaikan dengan situasi di sini. Artinya, jangan memaksa tenaga sampai kita lelah. Karena kalau sudah lelah, akan terjadi gangguan kesehatan yang berakibat tidak bisa melakukan ibadah dengan baik," ujar Edi di Makkah, Minggu (10/5/2026).
Menurut Edi, tim kesehatan terus melakukan pemetaan kondisi jemaah berdasarkan gelombang kedatangan untuk menentukan langkah antisipasi yang tepat.
Edi menjelaskan jemaah calon haji gelombang kedua yang tiba di Makkah dari Jeddah menjadi perhatian khusus dalam pengendalian penyakit bawaan.
Penyakit seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan gangguan jantung diminta tetap terkontrol selama berada di Tanah Suci.
Jemaah diimbau disiplin mengonsumsi obat serta menjaga waktu istirahat agar kondisi kesehatan tidak menurun.
Pengendalian komorbid dinilai penting untuk mencegah kambuhnya penyakit yang dapat mengganggu pelaksanaan ibadah haji.
Sementara itu, jemaah calon haji gelombang pertama yang sebelumnya berada di Madinah dinilai mulai beradaptasi dengan lingkungan di Arab Saudi.
Namun, setelah menjalani aktivitas selama sekitar sembilan hari di Madinah, jemaah tetap diminta mewaspadai potensi gangguan kesehatan akibat perubahan cuaca dan aktivitas fisik yang tinggi.
Edi mengatakan kondisi cuaca di Makkah dapat memicu dehidrasi serta kelelahan apabila jemaah tidak menjaga asupan cairan tubuh dengan baik.
Karena itu, jemaah calon haji diimbau menjaga keseimbangan antara aktivitas ibadah dan waktu istirahat.
Jemaah juga diminta rutin memenuhi kebutuhan cairan tubuh agar tetap bugar hingga puncak pelaksanaan ibadah haji.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang