Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sapi Berbobot 900 Kg Milik Peternak Reban Batang Terpilih sebagai Hewan Kurban Presiden Prabowo

Kompas.com, 11 Mei 2026, 17:30 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Sapi milik peternak asal Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, terpilih menjadi hewan kurban Presiden Prabowo Subianto pada Idul Adha 2026.

Sapi jenis simental berwarna cokelat tersebut memiliki bobot mencapai 900 kilogram.

Hewan kurban itu rencananya akan disalurkan kepada masyarakat melalui masjid di wilayah Lebo, Kecamatan Gringsing.

Baca juga: Cerita Agus Pemilik “Si Gerandong”, Sapi Kurban Presiden Prabowo untuk Kota Palu

Terpilihnya sapi milik peternak bernama Sugeng itu menjadi perhatian karena ukuran dan bobotnya yang jauh di atas rata-rata sapi kurban biasa.

Sapi Kurban Presiden Berasal dari Peternak Reban

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Batang, M Arief Edyanto, mengatakan sapi tersebut merupakan milik peternak asal Kecamatan Reban.

Baca juga: Pemkot Palu Keluarkan Larangan Penggunaan Kantong Plastik Saat Pembagian Daging Kurban Idul Adha 2026

"Bobotnya sekitar 900 kg dan itu punya peternak daerah Reban, atas nama Pak Sugeng. Informasinya, nanti ditetapkan untuk masjid di daerah Lebo, Gringsing," ungkap Kepala Bidang Peternakan Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Batang M Arief Edyanto, Senin (11/5/2026).

Menurut Arief, penawaran harga sapi dilakukan langsung oleh peternak kepada Sekretariat Presiden (Setpres).

Namun, pihaknya tidak mengungkap nilai transaksi sapi kurban presiden tersebut.

Harga Sapi Jumbo Lebih Tinggi dari Pasaran

Arief menjelaskan sapi dengan bobot besar memiliki harga jual lebih tinggi dibandingkan sapi dengan ukuran standar.

Ia menyebut harga sapi berbobot di atas 500 kilogram dapat mencapai Rp 90 ribu hingga Rp 100 ribu per kilogram hidup.

"Harganya memang lebih tinggi daripada per kilo yang umum, karena bobotnya khusus."

"Di atas 500 kilogram, itu sudah harga spesial, kisaran Rp 90 ribu sampai Rp 100 ribu per kilogram," ungkapnya.

Sementara itu, harga sapi lokal dengan ukuran standar saat ini berada di kisaran Rp 70 ribuan per kilogram hidup.

"(Harga) itu juga sudah naik dibanding hari biasa karena fenomena Iduladha memang biasanya ada kenaikan harga," ungkapnya.

Sapi Kurban Presiden Hasil Persilangan Ras Unggulan

Arief menambahkan sapi pilihan Presiden Prabowo tersebut merupakan hasil persilangan beberapa jenis sapi unggulan atau multi-breeding.

Secara fisik, sapi itu memiliki kepala menyerupai jenis simental dengan warna tubuh cokelat gelap seperti Charolais.

"Jenisnya multi-breeding. Kepalanya simental, warnanya Charolais. Jadi perpaduan beberapa jenis."

"Biasanya, silangan PO dengan simental, PO dengan limousin atau charolais," tuturnya.

Ia juga mengatakan sapi jenis Peranakan Ongole (PO) saat ini justru memiliki harga yang cenderung lebih mahal karena banyak diminati masyarakat untuk kebutuhan kurban.

"Kalau PO biasanya memang lebih mahal," ungkapnya.

Artikel ini telah tayang di TribunBanyumas.com dengan judul "Sapi Milik Peternak Reban Batang Terpilih sebagai Hewan Kurban Presiden, Punya Bobot 900 Kg".

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
BPKH Buka Rekrutmen Pegawai 2026, Simak 9 Formasi, Syarat, dan Jadwal Pendaftarannya
BPKH Buka Rekrutmen Pegawai 2026, Simak 9 Formasi, Syarat, dan Jadwal Pendaftarannya
Aktual
MUI Fasilitasi KPR untuk Dai dan Guru Ngaji agar Punya Rumah Sendiri
MUI Fasilitasi KPR untuk Dai dan Guru Ngaji agar Punya Rumah Sendiri
Aktual
Kemenhaj Dorong Revisi UU Pengelolaan Keuangan Haji, Dana Dikelola Lebih Transparan
Kemenhaj Dorong Revisi UU Pengelolaan Keuangan Haji, Dana Dikelola Lebih Transparan
Aktual
Kemenhaj Akan Perketat Syarat Kesehatan Haji 2027, Jamaah Berkomorbid Jadi Sorotan
Kemenhaj Akan Perketat Syarat Kesehatan Haji 2027, Jamaah Berkomorbid Jadi Sorotan
Aktual
Indonesia Resmi Kantongi Izin Empty Leg Penerbangan Haji dari Arab Saudi, Apa Dampaknya?
Indonesia Resmi Kantongi Izin Empty Leg Penerbangan Haji dari Arab Saudi, Apa Dampaknya?
Aktual
Pemda DIY Usulkan Seluruh Jamaah Haji Gunakan E-Paspor untuk Percepat Layanan Imigrasi
Pemda DIY Usulkan Seluruh Jamaah Haji Gunakan E-Paspor untuk Percepat Layanan Imigrasi
Aktual
Jemaah Haji Jember yang Pulang Sebanyak 2.949 Orang, 4 Wafat di Tanah Suci
Jemaah Haji Jember yang Pulang Sebanyak 2.949 Orang, 4 Wafat di Tanah Suci
Aktual
BPKH Buka Rekrutmen Pegawai 2026, Ini Formasi, Syarat, dan Jadwal Pendaftarannya
BPKH Buka Rekrutmen Pegawai 2026, Ini Formasi, Syarat, dan Jadwal Pendaftarannya
Aktual
Sering Mimpi Buruk dan Takut Jadi Kenyataan? Ini Cara Menyikapinya Menurut Ulama MUI
Sering Mimpi Buruk dan Takut Jadi Kenyataan? Ini Cara Menyikapinya Menurut Ulama MUI
Aktual
Anggota Komisi III DPR Dukung Pembuatan Regulasi Tegas terhadap Kampanye LGBT
Anggota Komisi III DPR Dukung Pembuatan Regulasi Tegas terhadap Kampanye LGBT
Aktual
Bagaimana Hukum Shalat Sunnah Dua Rakaat Sebelum Shalat Jumat? Ini Penjelasan dan Dalilnya
Bagaimana Hukum Shalat Sunnah Dua Rakaat Sebelum Shalat Jumat? Ini Penjelasan dan Dalilnya
Aktual
7 Amalan Sunnah Hari Jumat yang Dianjurkan Rasulullah, Amalkan untuk Menambah Pahala
7 Amalan Sunnah Hari Jumat yang Dianjurkan Rasulullah, Amalkan untuk Menambah Pahala
Aktual
Khutbah Jumat 26 Juni 2026: Menjaga Mizan: Menunaikan Amanah Khalifah dalam Merawat Bumi
Khutbah Jumat 26 Juni 2026: Menjaga Mizan: Menunaikan Amanah Khalifah dalam Merawat Bumi
Aktual
Jawa Barat Raih Predikat Wilayah Wisata Ramah Muslim Paling Menjanjikan di Negara OKI
Jawa Barat Raih Predikat Wilayah Wisata Ramah Muslim Paling Menjanjikan di Negara OKI
Aktual
Kemenag dan BI Cetak Kreator Konten Rohis SMA, Untuk Apa?
Kemenag dan BI Cetak Kreator Konten Rohis SMA, Untuk Apa?
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com