Editor
KOMPAS.com - Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Aceh menyiapkan pemantauan rukyatul hilal awal Zulhijah 1447 Hijriah/2026 pada Minggu (17/5) mendatang.
Pemantauan ini akan menjadi bahan pertimbangan untuk sidang isbat penetapan yang dilaksanakan Kemenag RI.
Kepala Kanwil Kemenag Aceh Azhari di Banda Aceh, Rabu, menyatakan bahwa hasil pengamatan akan dilaporkan sebagai bahan dalam sidang isbat pemerintah.
"Hasil pengamatan nantinya akan dilaporkan sebagai bahan dalam sidang isbat yang digelar pemerintah,” kata Azhari.
Ia menjelaskan, pemantauan rukyatul hilal di Aceh akan dilakukan pada Minggu (17/5) menjelang maghrib.
Baca juga: Kemenag Sepakati 4 Komitmen Sidang Isbat 2026, Soroti Penyebaran Informasi di Media Sosial
Titik utama pengamatan berlokasi di Observatorium Tgk Chik Kuta Karang, Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar.
“Pemantauan hilal dilakukan dengan menggunakan instrumen astronomi dan melibatkan tim falakiyah," ujarnya.
Azhari mengimbau masyarakat untuk menunggu keputusan resmi pemerintah terkait penetapan Hari Raya Idul Adha, yang akan diumumkan setelah sidang isbat selesai.
Ketua Tim Falakiyah Kemenag Aceh Alfirdaus Putra menjelaskan, berdasarkan data hisab untuk lokasi Observatorium Tgk Chik Kuta Karang, konjungsi terjadi pada 17 Mei 2026 pukul 03.01.03 WIB.
Matahari terbenam pada pukul 18.46.41 WIB, sedangkan bulan terbenam pada pukul 19.22.19 WIB.
Dengan demikian, lama waktu pengamatan hilal setelah matahari terbenam sekitar 36 menit.
Saat matahari terbenam, tinggi bulan mencapai 6,78 derajat dengan elongasi geosentrik bulan-matahari sebesar 10,62 derajat.
Luas permukaan bulan yang terlihat diperkirakan mencapai 0,73 persen.
Posisi hilal di Aceh pada waktu pengamatan tersebut telah memenuhi kriteria imkanur rukyat MABIMS.
“Hilal awal Zulhijah 1447 Hijriah di Lhoknga berpotensi terlihat, karena telah berada pada ketinggian 6,78 derajat dengan elongasi 10,62 derajat. Secara kriteria MABIMS, posisi ini sudah memenuhi syarat imkanur rukyat,” kata Alfirdaus.
Baca juga: Sidang Isbat Idul Adha 2026 Digelar 17 Mei, Ini 88 Titik Hilal
Ia menambahkan, posisi bulan berada sekitar 6,22 derajat di sebelah kanan atas matahari.
Dari arah barat, bulan berada sekitar 5,79 derajat ke arah utara.
“Peluang terlihatnya hilal cukup baik, terutama jika cuaca cerah dan ufuk barat tidak tertutup awan. Namun hasil akhirnya tetap bergantung pada kondisi pengamatan di lapangan dan keputusan resmi pemerintah melalui sidang isbat,” kata Alfirdaus.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang