Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Perjalanan Spiritual 6.600 Jemaah Palestina Menembus Tantangan Demi Haji 2026

Kompas.com, 19 Mei 2026, 13:30 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Di tengah situasi yang masih penuh tantangan di tanah Palestina, ribuan warga Palestina tahun ini tetap mendapat kesempatan menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci.

Kehadiran mereka di Makkah bukan hanya menjadi perjalanan spiritual, tetapi juga membawa harapan, keteguhan iman, dan kerinduan panjang untuk dapat beribadah di dua kota suci umat Islam.

Dilansir dari Arab News, Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Palestina menyebutkan sebanyak 6.600 jamaah Palestina telah tiba di Arab Saudi dalam beberapa pekan terakhir untuk mengikuti rangkaian ibadah haji 1447 Hijriah atau musim haji 2026.

Para jamaah tersebut datang dari berbagai wilayah Palestina, termasuk Tepi Barat dan Yerusalem Timur, sementara sebagian jamaah lainnya berasal dari Jalur Gaza yang melakukan perjalanan melalui Mesir.

Kedatangan jamaah Palestina menjadi bagian dari arus besar jutaan umat Islam dunia yang mulai memadati Tanah Suci menjelang fase puncak haji yang dijadwalkan berlangsung pada 24–29 Mei 2026.

Baca juga: Tim Amirul Hajj Hasyim Asyari Tiba di Arab Saudi, Siap Kawal Haji dan Jalankan Diplomasi

Perjalanan Jamaah Palestina Menuju Tanah Suci

Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Palestina menjelaskan bahwa sebagian besar jamaah melakukan perjalanan menuju Arab Saudi melalui Yordania menggunakan jalur darat dan udara.

Mereka berasal dari sejumlah kota di Tepi Barat yang diduduki Israel serta wilayah Yerusalem Timur.

Sementara itu, sekitar 700 jamaah dari Jalur Gaza diberangkatkan melalui Mesir sebelum melanjutkan perjalanan menuju Arab Saudi.

Perjalanan jamaah Palestina menuju Tanah Suci tahun ini menjadi perhatian tersendiri karena sebagian dari mereka harus melewati proses perjalanan yang panjang dan kompleks sebelum tiba di Makkah dan Madinah.

Dalam buku The Hajj: The Muslim Pilgrimage to Mecca and the Holy Places karya F.E. Peters dijelaskan bahwa perjalanan haji sejak dahulu tidak hanya menjadi ritual ibadah, tetapi juga perjalanan penuh perjuangan yang sarat makna spiritual dan emosional bagi umat Islam.

Bagi sebagian jamaah Palestina, kesempatan berhaji dipandang sebagai momen langka yang penuh harapan di tengah situasi kemanusiaan yang mereka hadapi.

Jamaah Palestina Ditempatkan di Enam Hotel

Setibanya di Arab Saudi, para jamaah Palestina langsung ditempatkan di sejumlah hotel yang telah disiapkan pemerintah dan otoritas terkait.

Kementerian Wakaf Palestina menyebutkan bahwa jamaah ditempatkan di enam hotel berbeda untuk memudahkan pelayanan dan koordinasi selama musim haji berlangsung.

Selain layanan akomodasi, jamaah juga mendapatkan pendampingan terkait transportasi, konsumsi, kesehatan, hingga bimbingan ibadah selama berada di Tanah Suci.

Arab Saudi sendiri terus memperkuat layanan penyelenggaraan haji 2026, terutama menjelang fase Armuzna yang meliputi Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Dalam beberapa pekan terakhir, pemerintah Saudi juga memperluas layanan multibahasa, kesehatan, serta distribusi makanan siap santap untuk jamaah internasional.

Baca juga: Jemaah Haji Diajak Doakan Presiden Prabowo Jadi Pemimpin Adil dan Bijaksana

Ribuan Jamaah Masuk Lewat Jalur Darat Utara Saudi

Selain melalui penerbangan langsung, ribuan jamaah dari Palestina, Yordania, dan Mesir juga memasuki Arab Saudi melalui jalur darat di wilayah utara kerajaan.

Otoritas Saudi di Kabupaten Khaybar, wilayah Madinah, disebut telah menerima jamaah internasional sejak akhir April 2026.

Mobilitas jamaah melalui jalur darat menjadi salah satu bagian penting dalam operasional haji, terutama bagi negara-negara yang berada dekat dengan Arab Saudi.

Dalam buku Manajemen Penyelenggaraan Ibadah Haji karya Prof. H. M. Atho Mudzhar dijelaskan bahwa pengelolaan transportasi dan kedatangan jamaah menjadi salah satu tantangan terbesar dalam penyelenggaraan ibadah haji modern karena melibatkan jutaan manusia dari berbagai negara dalam waktu hampir bersamaan.

Oleh karena itu, koordinasi lintas negara menjadi sangat penting untuk menjaga kelancaran perjalanan jamaah menuju Tanah Suci.

Haji Jadi Momen Persatuan Umat Islam Dunia

Ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang wajib dilaksanakan setiap Muslim yang mampu setidaknya sekali seumur hidup.

Setiap tahun, jutaan umat Islam dari berbagai negara datang ke Makkah dan Madinah untuk melaksanakan ibadah yang menjadi simbol persatuan umat Islam dunia tersebut.

Menurut data Otoritas Umum Statistik Arab Saudi, sebanyak 1.673.230 jamaah menunaikan ibadah haji pada musim haji tahun lalu.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 166.654 jamaah merupakan warga negara atau penduduk Arab Saudi, sementara sisanya datang dari luar negeri.

Tahun ini, selain Palestina, diperkirakan sekitar 21.000 jamaah asal Suriah dan sekitar 8.000 jamaah dari Yordania juga akan menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.

Dalam buku Fiqih Haji dan Umrah karya Syaikh Yusuf Al-Qaradawi dijelaskan bahwa haji menjadi simbol kesetaraan manusia di hadapan Allah SWT karena seluruh jamaah mengenakan pakaian ihram yang sama tanpa membedakan status sosial, bangsa, maupun latar belakang budaya.

Baca juga: PPIH Bentuk Timsus Mina, Bantu Jemaah Haji Lansia dan Sakit saat Puncak Haji

Haji dan Keteguhan Spiritual Jamaah Palestina

Bagi banyak warga Palestina, keberangkatan ke Tanah Suci tahun ini bukan sekadar perjalanan ibadah biasa.

Di tengah berbagai tantangan yang mereka hadapi, kesempatan berhaji menjadi simbol harapan, keteguhan iman, sekaligus bentuk kerinduan mendalam untuk dapat berdoa langsung di Masjidil Haram.

Dalam sejumlah kesempatan, jamaah Palestina juga dikenal memiliki ikatan emosional kuat dengan kota-kota suci Islam karena sejarah panjang hubungan spiritual antara Palestina dan Tanah Suci.

Oleh karena itu, keberangkatan ribuan jamaah Palestina menuju Makkah tahun ini menjadi perhatian dunia Islam sekaligus menghadirkan pesan tentang persaudaraan dan keteguhan umat Muslim lintas negara.

Menjelang puncak haji 2026, jutaan jamaah kini mulai mempersiapkan diri memasuki fase Armuzna, termasuk ribuan jamaah Palestina yang berharap dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan aman, sehat, dan khusyuk hingga kembali ke tanah air masing-masing.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Haedar Nashir Ingatkan Pendidikan Jangan Dijadikan Alat Kekuasaan dan Mencari Uang
Haedar Nashir Ingatkan Pendidikan Jangan Dijadikan Alat Kekuasaan dan Mencari Uang
Aktual
Perwakilan Pemerintah Indonesia Hadiri Prosesi Pemakaman Ali Khamenei di Teheran
Perwakilan Pemerintah Indonesia Hadiri Prosesi Pemakaman Ali Khamenei di Teheran
Aktual
Beda Arti Masya Allah dan Subhanallah Serta Waktu yang Tepat Mengucapkannya
Beda Arti Masya Allah dan Subhanallah Serta Waktu yang Tepat Mengucapkannya
Doa dan Niat
Ribuan Pelayat Padati Teheran untuk Ikuti Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
Ribuan Pelayat Padati Teheran untuk Ikuti Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
Aktual
Kemenag Siapkan Empat Strategi Perkuat Peran Masjid sebagai Pusat Pemberdayaan Umat
Kemenag Siapkan Empat Strategi Perkuat Peran Masjid sebagai Pusat Pemberdayaan Umat
Aktual
Biaya Haji 2027 Berpotensi Naik, Kemenhaj Upayakan Agar Tidak Membebani Jemaah
Biaya Haji 2027 Berpotensi Naik, Kemenhaj Upayakan Agar Tidak Membebani Jemaah
Aktual
MUI Kritik Konten BEM Kampus soal Homoseksual, Pihak Universitas Tegaskan Materi Bukan Pernyataan Resmi Institusi
MUI Kritik Konten BEM Kampus soal Homoseksual, Pihak Universitas Tegaskan Materi Bukan Pernyataan Resmi Institusi
Aktual
Israel Setujui RUU Pembatasan Adzan, OKI Sebut Langkah Itu Diskriminatif dan Rasis
Israel Setujui RUU Pembatasan Adzan, OKI Sebut Langkah Itu Diskriminatif dan Rasis
Aktual
Menhaj Pastikan Kenaikan Biaya Haji 2027 Tak Akan Membebani Jamaah
Menhaj Pastikan Kenaikan Biaya Haji 2027 Tak Akan Membebani Jamaah
Aktual
500 Imam Masjid se-Banten Ikuti MTQ, Menag Tekankan Peran Strategis Imam bagi Masyarakat
500 Imam Masjid se-Banten Ikuti MTQ, Menag Tekankan Peran Strategis Imam bagi Masyarakat
Aktual
Daftar Pemimpin Dunia yang Hadiri Pemakaman Ali Khamenei, dari Rusia hingga Arab Saudi
Daftar Pemimpin Dunia yang Hadiri Pemakaman Ali Khamenei, dari Rusia hingga Arab Saudi
Aktual
DPR Usul Istitha'ah Kesehatan Jamaah Haji Ditetapkan Setahun Sebelum Berangkat, Ini Alasannya
DPR Usul Istitha'ah Kesehatan Jamaah Haji Ditetapkan Setahun Sebelum Berangkat, Ini Alasannya
Aktual
Menhaj Minta Rakernas Evaluasi Haji 2026 Ungkap Kekurangan untuk Perbaiki Layanan Jemaah
Menhaj Minta Rakernas Evaluasi Haji 2026 Ungkap Kekurangan untuk Perbaiki Layanan Jemaah
Aktual
Komisi VIII DPR Ingatkan Potensi Kenaikan Biaya Haji 2027, Kemenhaj Diminta Tingkatkan Efisiensi
Komisi VIII DPR Ingatkan Potensi Kenaikan Biaya Haji 2027, Kemenhaj Diminta Tingkatkan Efisiensi
Aktual
Apakah Akad Nikah Sah jika Pengantin Pria Hanya Mengucapkan 'Qabiltu'? Ini Penjelasan Ulama
Apakah Akad Nikah Sah jika Pengantin Pria Hanya Mengucapkan "Qabiltu"? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar