Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Seluruh Jemaah Haji Indonesia Tiba di Mina, Kemenhaj Ingatkan Jadwal Jumrah

Kompas.com, 28 Mei 2026, 06:41 WIB
Add on Google
Khairina

Editor

KOMPAS.com - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia memastikan pergerakan jemaah haji Indonesia pada fase puncak ibadah haji atau Armuzna berjalan lancar, tertib, dan terkendali.

Seluruh jemaah haji Indonesia telah diberangkatkan dari Arafah menuju Muzdalifah, lalu tiba di Mina untuk melanjutkan rangkaian ibadah.

Kemenhaj menyebut proses pergerakan jemaah berjalan sesuai rencana operasional yang telah disiapkan.

Saat ini, fokus layanan haji Indonesia diarahkan pada pendampingan jemaah selama berada di Mina, terutama saat mabit dan lontar jumrah.

Baca juga: Musyrif Diny Imbau Jemaah Haji Tak Paksakan Lempar Jumrah Saat Waktu Afdal

Pergerakan jemaah dari Arafah ke Mina selesai

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff, mengatakan seluruh pergerakan jemaah dari Arafah menuju Muzdalifah hingga Mina berjalan sesuai rencana.

“Alhamdulillah, seluruh rangkaian pergerakan jemaah dari Arafah menuju Muzdalifah dan dilanjutkan ke Mina berjalan sesuai rencana operasional. Pergerakan terakhir jemaah dari Arafah menuju Muzdalifah berlangsung pada pukul 02.40 waktu Arab Saudi, sementara proses pergerakan dari Muzdalifah menuju Mina selesai pada pukul 07.00 waktu Arab Saudi dan area Muzdalifah telah dinyatakan steril,” ujar Maria di Jakarta, Rabu (27/5/2026).

Maria menjelaskan, kelancaran fase Armuzna menjadi hasil sinergi antara petugas haji Indonesia, otoritas Arab Saudi, dan kedisiplinan jemaah selama mengikuti arahan.

Menurut dia, ketertiban jemaah menjadi salah satu faktor penting dalam kelancaran pergerakan pada puncak haji tahun ini.

“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jemaah haji Indonesia atas kedisiplinan, ketertiban, dan kepatuhan dalam mengikuti seluruh arahan petugas. Ketertiban jemaah menjadi salah satu kunci utama kelancaran pergerakan Armuzna tahun ini,” katanya.

Baca juga: Panduan Lempar Jumrah di Mina: Urutan, Waktu, dan Bacaannya

751 petugas haji disiagakan di Mina

Maria mengatakan, layanan haji Indonesia saat ini difokuskan pada pendampingan jemaah selama berada di Mina.

Pendampingan terutama diberikan untuk pelaksanaan lontar jumrah Aqabah dan rangkaian ibadah pada hari-hari tasyrik berikutnya.

Kemenhaj menyiagakan 751 petugas haji di Mina.

Para petugas ditempatkan di tenda-tenda jemaah dan sejumlah pos layanan di sepanjang jalur menuju Jamarat.

Selain itu, Kemenhaj juga menyiapkan petugas yang berjaga di Masjidil Haram.

Petugas dibagi ke dalam 10 satuan ad-hoc yang masing-masing bertanggung jawab atas 11 hingga 13 markas atau kawasan tenda jemaah.

“Penguatan layanan ini dilakukan agar jemaah mendapatkan pendampingan, pelindungan, dan bantuan secara cepat serta terkoordinasi selama fase Mina berlangsung,” ujar Maria.

Baca juga: Berapa Jumlah Kerikil Lempar Jumrah? Ini Penjelasan Lengkapnya

Jemaah diimbau patuhi jadwal lontar jumrah

Kemenhaj mengimbau seluruh jemaah haji Indonesia untuk tetap mematuhi jadwal lontar jumrah yang telah ditetapkan.

Jemaah juga diminta tidak memaksakan diri, terutama pada siang hari ketika suhu di Mina mencapai 41 derajat celcius.

Maria mengatakan, jemaah sebaiknya tidak melaksanakan lontar jumrah pada pukul 10.00 hingga 14.00 waktu Arab Saudi.

Imbauan itu diberikan untuk menghindari cuaca panas dan kepadatan di jalur menuju Jamarat.

“Kami mengimbau jemaah Indonesia untuk tidak melaksanakan lontar jumrah pada pukul 10 pagi hingga 2 siang waktu Arab Saudi guna menghindari cuaca panas dan kepadatan. Jemaah diharapkan tetap berada di dalam tenda dan mengikuti arahan petugas,” kata Maria.

Gunakan jalur resmi menuju Jamarat

Maria juga meminta jemaah memanfaatkan jalur dua atau jalur atas yang telah disiapkan sebagai jalur resmi pergerakan jemaah Indonesia menuju Jamarat.

Penggunaan jalur resmi tersebut diharapkan dapat membantu kelancaran arus jemaah dan mengurangi potensi kepadatan.

Kemenhaj juga mengingatkan jemaah agar selalu mengikuti arahan petugas di lapangan selama berada di Mina.

Arahan petugas dinilai penting untuk menjaga keselamatan dan kelancaran rangkaian ibadah pada fase puncak haji.

Kemenhaj ingatkan jemaah jaga kesehatan

Selain mengikuti jadwal lontar jumrah, jemaah haji Indonesia diminta menjaga kondisi kesehatan selama berada di Mina.

Maria mengimbau jemaah memperbanyak minum air putih, mengonsumsi makanan secara teratur, serta memakai payung atau pelindung kepala saat berada di luar tenda.

Jemaah juga diminta membatasi aktivitas fisik yang tidak berkaitan langsung dengan kebutuhan ibadah.

Perhatian khusus diberikan kepada jemaah lansia, penyandang disabilitas, dan jemaah risiko tinggi.

“Khusus bagi jemaah lansia, jemaah disabilitas, dan jemaah risiko tinggi, kami meminta keluarga kloter, ketua rombongan, dan sesama jemaah untuk terus memberikan perhatian dan pendampingan,” ujarnya.

Kemenhaj sampaikan selamat Idul Adha

Pada momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Kemenhaj juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh umat Islam.

Maria mendoakan seluruh jemaah haji Indonesia diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam menyelesaikan rangkaian ibadah haji.

“Kami mendoakan seluruh jemaah haji Indonesia diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji serta kembali ke Tanah Air dengan predikat haji yang mabrur dan mabruroh,” tutup Maria.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com