Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sejumlah Penerbangan Jemaah Haji Indonesia Delay di Jeddah, PPIH Minta Maskapai Penuhi Hak Jamaah

Kompas.com, 3 Juni 2026, 23:21 WIB
Add on Google
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Fase kepulangan jemaah haji Indonesia dari Arab Saudi memasuki hari kedua dengan sejumlah kendala operasional di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah.

Beberapa penerbangan yang mengangkut jemaah menuju Indonesia dilaporkan mengalami keterlambatan keberangkatan.

Kementerian Haji dan Umrah menyebut tingginya kepadatan operasional di terminal haji menjadi penyebab utama terjadinya penundaan penerbangan.

Baca juga: Petugas Masih Temukan Jemaah Haji Langgar Aturan Bagasi, Bawa Koper Berlebih hingga Simpan Zamzam

Untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi telah berkoordinasi dengan berbagai pihak dan meminta maskapai memenuhi hak layanan jemaah yang terdampak.

5 Penerbangan Jemaah Haji Indonesia Mengalami Keterlambatan

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Ichsan Marsha, mengatakan sejumlah penerbangan jemaah haji Indonesia mengalami keterlambatan pada hari kedua masa kepulangan.

Baca juga: Wamenkes Sebut Skrining Ketat dan Active Case Finding Kunci Jaga Kesehatan Jamaah Haji

Penerbangan yang terdampak meliputi tiga penerbangan tujuan Surabaya, yaitu SV 5160, SV 5162, dan SV 5166.

Selain itu, dua penerbangan tujuan Jakarta, yakni SV 5164 dan SV 5172, juga mengalami penundaan keberangkatan.

"Pada hari kedua masa kepulangan, terdapat beberapa penerbangan jemaah haji Indonesia di Terminal Haji Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah yang mengalami keterlambatan," kata Ichsan dalam konferensi pers virtual, Rabu (3/6/2026).

Kepadatan Terminal Haji Jadi Penyebab Utama

Menurut Ichsan, berdasarkan pemberitahuan dari Hajj Terminal Management, keterlambatan penerbangan terutama dipicu oleh tingginya kepadatan operasional di bandara.

Pada saat bersamaan, jemaah haji dari berbagai negara juga menjalani proses kepulangan sehingga aktivitas di terminal haji meningkat secara signifikan.

"Jemaah haji dari berbagai negara juga memiliki jadwal kepulangan yang bersamaan sehingga berdampak pada kelancaran alur keberangkatan jemaah di Terminal Bandara King Abdulaziz Jeddah," ujarnya.

Ia mengakui kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena berpotensi menyebabkan penumpukan jemaah di area keberangkatan dan memperpanjang waktu tunggu sebelum penerbangan.

PPIH Koordinasi dan Minta Hak Jemaah Dipenuhi

Untuk menangani dampak keterlambatan, PPIH Arab Saudi telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait.

Koordinasi dilakukan bersama petugas daerah kerja bandara, maskapai penerbangan, syarikah, naqabah sebagai penyedia transportasi, hingga pengelola terminal haji.

Selain itu, PPIH Arab Saudi juga meminta maskapai penerbangan tetap memenuhi hak layanan jemaah yang terdampak keterlambatan.

"PPIH Arab Saudi juga meminta kepada pihak maskapai agar jemaah yang mengalami waktu tunggu lebih dari enam jam diberikan makanan dan minuman sesuai dengan ketentuan layanan penerbangan," kata Ichsan.

Kemenhaj Minta Jemaah Tetap Tenang

Atas keterlambatan yang terjadi, Kementerian Haji dan Umrah menyampaikan permohonan maaf kepada jemaah yang terdampak.

Ichsan mengimbau jemaah untuk tetap tenang, menjaga kondisi kesehatan, dan mengikuti arahan petugas selama menunggu jadwal keberangkatan.

"Kami juga mengimbau jemaah untuk tetap tenang, menjaga kesehatan, dan terus mengikuti arahan petugas serta berkoordinasi dengan ketua kloter maupun petugas haji di lapangan," pungkas Ichsan.

Lebih dari 11 Ribu Jemaah dan Petugas Sudah Dipulangkan

Di tengah adanya keterlambatan pada sejumlah penerbangan, proses pemulangan jemaah haji Indonesia tetap berlangsung.

Pada Rabu (3/6/2026), sebanyak 28 kelompok terbang (kloter) telah diberangkatkan dari Arab Saudi menuju Tanah Air.

Total jemaah dan petugas yang telah dipulangkan mencapai 11.120 orang, terdiri dari 11.008 jemaah dan 122 petugas.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul “Penerbangan Jemaah Haji dari Jeddah Tujuan Surabaya dan Jakarta Terlambat, Ini Penyebabnya”.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Daging Dam Jamaah Haji Indonesia Disalurkan ke Palestina untuk Warga Gaza, Dikirim via Mesir
Daging Dam Jamaah Haji Indonesia Disalurkan ke Palestina untuk Warga Gaza, Dikirim via Mesir
Aktual
Sejumlah Penerbangan Jemaah Haji Indonesia Delay di Jeddah, PPIH Minta Maskapai Penuhi Hak Jamaah
Sejumlah Penerbangan Jemaah Haji Indonesia Delay di Jeddah, PPIH Minta Maskapai Penuhi Hak Jamaah
Aktual
Petugas Masih Temukan Jemaah Haji Langgar Aturan Bagasi, Bawa Koper Berlebih hingga Simpan Zamzam
Petugas Masih Temukan Jemaah Haji Langgar Aturan Bagasi, Bawa Koper Berlebih hingga Simpan Zamzam
Aktual
Wamenkes Sebut Skrining Ketat dan Active Case Finding Kunci Jaga Kesehatan Jamaah Haji
Wamenkes Sebut Skrining Ketat dan Active Case Finding Kunci Jaga Kesehatan Jamaah Haji
Aktual
Wamenhaj Tegur Garuda Indonesia Usai Pesawat Jamaah Haji Delay Berjam-jam di Jeddah
Wamenhaj Tegur Garuda Indonesia Usai Pesawat Jamaah Haji Delay Berjam-jam di Jeddah
Aktual
Kemenhaj: Penerapan Istithaah Kesehatan Berhasil Tekan Angka Kematian Jemaah Haji
Kemenhaj: Penerapan Istithaah Kesehatan Berhasil Tekan Angka Kematian Jemaah Haji
Aktual
Haji Mabrur Tak Hanya Soal Ritual, Prof Niam Sebut Tandanya Terlihat dalam Kehidupan Sosial
Haji Mabrur Tak Hanya Soal Ritual, Prof Niam Sebut Tandanya Terlihat dalam Kehidupan Sosial
Aktual
Keajaiban Hidup Rabiah Al-Adawiyah, Wanita yang Bikin Malaikat Iri
Keajaiban Hidup Rabiah Al-Adawiyah, Wanita yang Bikin Malaikat Iri
Aktual
Kapan Batas Waktu untuk Meminta Doa Orang yang Baru Pulang Haji? Ini Penjelasan Ulama
Kapan Batas Waktu untuk Meminta Doa Orang yang Baru Pulang Haji? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
8 Adab Minum Air Zamzam yang Dianjurkan Ulama, dari Menghadap Kiblat hingga Membaca Hamdalah
8 Adab Minum Air Zamzam yang Dianjurkan Ulama, dari Menghadap Kiblat hingga Membaca Hamdalah
Aktual
Gus Yahya: Digdaya Bukan Proyek Pribadi, Ini Program Transformasi NU
Gus Yahya: Digdaya Bukan Proyek Pribadi, Ini Program Transformasi NU
Aktual
Persiapan Musim Haji 2027: Petugas Wajib Ikut Diklat Barak, Kemenhaj Bentuk Daker Khusus Armuzna
Persiapan Musim Haji 2027: Petugas Wajib Ikut Diklat Barak, Kemenhaj Bentuk Daker Khusus Armuzna
Aktual
Dua Jemaah Haji Asal Jember Wafat di Mekkah, Diduga Kelelahan Saat Menjalani Ibadah
Dua Jemaah Haji Asal Jember Wafat di Mekkah, Diduga Kelelahan Saat Menjalani Ibadah
Aktual
Imigrasi Soekarno-Hatta Percepat Kepulangan Jamaah Haji dengan Teknologi SCG
Imigrasi Soekarno-Hatta Percepat Kepulangan Jamaah Haji dengan Teknologi SCG
Aktual
Imam Besar Masjid Al-Aqsa Tolak RUU Israel Batasi Pengeras Suara Azan
Imam Besar Masjid Al-Aqsa Tolak RUU Israel Batasi Pengeras Suara Azan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com