Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kebakaran Hotel Al Hidayah di Makkah, Bagaimana Nasib Jemaah Haji Indonesia?

Kompas.com, 6 Juni 2026, 20:38 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Insiden kebakaran terjadi di salah satu hotel yang menjadi tempat menginap jemaah haji Indonesia di Makkah, Arab Saudi, pada Jumat (5/6/2026) sekitar pukul 18.00 waktu setempat.

Peristiwa itu terjadi di kompleks Hotel Al Hidayah Sektor 10, Aziziyah, tepatnya di area depan Tower 7.

Sejumlah jemaah yang berada di tower sekitar lokasi kejadian sempat dievakuasi karena kejadian ini.

Baca juga: Kronologi Kebakaran Hotel Jemaah Haji Indonesia di Makkah dan Dugaan Penyebabnya

Namun, api berhasil dikendalikan dalam waktu singkat sehingga tidak merembet ke kamar-kamar jemaah maupun bangunan utama hotel.

Seluruh Jemaah Haji Indonesia Dipastikan Aman

Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Makkah, Ihsan Faisal, mengatakan kebakaran berhasil dipadamkan sekitar 30 menit setelah kejadian.

"Pukul 18.30 itu sudah bisa dikendalikan, sudah bisa dimatikan (apinya),” kata Ihsan di Makkah, Sabtu (6/6/2026).

Baca juga: Kebakaran Hotel Al Hidayah di Makkah, Jemaah Indonesia Sempat Dievakuasi

Ia memastikan seluruh jemaah haji Indonesia yang menempati Hotel Al Hidayah berada dalam kondisi aman dan tidak ada korban dari kalangan jemaah.

“Yang perlu kami pastikan, seluruh jamaah kita tidak ada satu pun yang luka ataupun yang lainnya. Jadi Insya Allah semua jamaah kita yang ada di sektor 10 Alhamdulilah aman,” kata Ihsan, Sabtu (6/6/2026).

Jemaah yang menghuni kompleks hotel tersebut sempat dievakuasi setelah asap kebakaran menyebar ke sejumlah area di sekitar lokasi.

Hotel Al Hidayah diketahui dihuni oleh jemaah haji Indonesia dari berbagai embarkasi, antara lain Banten, Padang, dan Banjarmasin.

Kronologi Kebakaran di Hotel Al Hidayah

Peristiwa kebakaran pertama kali diketahui pada Jumat (5/6/2026) sekitar pukul 18.00 waktu Arab Saudi setelah sejumlah jemaah melihat kepulan asap dari area hotel.

Setelah dilakukan pengecekan, diketahui asap berasal dari sebuah ruangan yang berada di depan Tower 7.

Ruangan tersebut merupakan kamar karyawan hotel yang diduga sedang digunakan untuk mengisi daya baterai skuter.

“Mungkin karena kejadiannya itulah, overheat atau apalah gitu ya sampai keluar api dan membakar di barang-barang yang ada di kamar tersebut,” tutur Ihsan.

Diduga baterai mengalami panas berlebih hingga memicu percikan api yang kemudian membakar sejumlah barang di dalam ruangan.

Suasana evakuasi kebakaran hotel Al Hidayah Sektor 10 Mekkah, Arab Saudi, Sabtu (6/6/2026).KOMPAS.com/PYTHAG KURNIATI Suasana evakuasi kebakaran hotel Al Hidayah Sektor 10 Mekkah, Arab Saudi, Sabtu (6/6/2026).

Satu Karyawan Hotel Mengalami Luka Bakar

Dalam insiden tersebut, satu orang karyawan hotel dilaporkan mengalami luka bakar pada bagian kaki.

"Berdasarkan informasi yang kami terima, ada satu karyawan hotel yang mengalami luka bakar sekitar 20 persen pada bagian kaki," ucapnya.

Ihsan memastikan kebakaran hanya terjadi di ruangan karyawan yang berada di depan Tower 7 dan tidak menjalar ke area yang ditempati jemaah.

Meski demikian, ia menegaskan tidak ada satu pun jemaah maupun petugas haji Indonesia yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

Jemaah Dievakuasi Melalui Tangga Darurat

Menyikapi kejadian tersebut, manajemen hotel segera mengambil langkah pengamanan dengan mengevakuasi jemaah yang berada di Tower 6, Tower 7, dan Tower 8.

Evakuasi dilakukan melalui tangga darurat, sementara pihak hotel menghubungi pemadam kebakaran Arab Saudi untuk menangani kebakaran.

Kebakaran berhasil dipadamkan pada pukul 18.30 waktu Arab Saudi. Selanjutnya, petugas melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang tersisa.

Sekitar pukul 20.00 waktu Arab Saudi, situasi dinyatakan aman dan seluruh jemaah yang sebelumnya dievakuasi diperbolehkan kembali ke kamar masing-masing.

"Jemaah yang sempat dievakuasi pun kembali masuk ke kamarnya dengan aman, " kata dia.

Aktivitas hotel kemudian kembali berjalan normal seperti biasa.

Jemaah Diapresiasi karena Tetap Tenang Saat Evakuasi

Ihsan juga mengapresiasi sikap para jemaah yang tetap tenang dan mematuhi arahan petugas selama proses evakuasi berlangsung.

"Alhamdulillah seluruh jemaah tetap tenang dan tidak panik. Saat lift dimatikan, mereka langsung mengikuti arahan petugas dan menggunakan tangga darurat sehingga proses evakuasi berjalan lancar," tuturnya.

Menurutnya, ketenangan jemaah turut membantu proses evakuasi berjalan aman dan tertib.

Imbauan Waspada Menggunakan Peralatan Listrik

Pasca kejadian, Daker Makkah mengimbau seluruh jemaah agar lebih berhati-hati dalam menggunakan berbagai peralatan listrik selama berada di hotel.

"Kami mengimbau jemaah berhati-hati menggunakan alat-alat listrik seperti pemanas air, penanak nasi, charger, kipas angin, maupun perangkat lainnya. Kalau sudah tidak digunakan, sebaiknya segera dicabut dari sumber listrik," kata Ihsan.

Sebagai informasi, saat kebakaran terjadi jumlah penghuni Hotel Al Hidayah sudah berkurang karena sebagian kelompok terbang (kloter) telah lebih dahulu kembali ke Tanah Air.

Meski demikian, seluruh jemaah yang masih menempati hotel tersebut dipastikan selamat dan dapat kembali beraktivitas normal setelah situasi dinyatakan aman.

(Tribunnews.com , Kompas.com: Pythag Kurniati, Singgih Wiryono)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Wamenhaj Minta Petugas Siaga Penuh Hadapi Kedatangan Jemaah Setelah Armuzna
Wamenhaj Minta Petugas Siaga Penuh Hadapi Kedatangan Jemaah Setelah Armuzna
Aktual
Wamenhaj Pastikan Layanan Prima akan Sambut Jemaah Haji Gelombang Kedua di Madinah
Wamenhaj Pastikan Layanan Prima akan Sambut Jemaah Haji Gelombang Kedua di Madinah
Aktual
75 Kloter Sudah Pulang, Kemenhaj Tegaskan Larangan Bawa Zamzam dalam Koper
75 Kloter Sudah Pulang, Kemenhaj Tegaskan Larangan Bawa Zamzam dalam Koper
Aktual
Pandangan MUI soal Mitos di Bulan Muharram, Umat Islam Diminta Berpegang pada Akidah
Pandangan MUI soal Mitos di Bulan Muharram, Umat Islam Diminta Berpegang pada Akidah
Aktual
Mengenal Bulan Muharram, Pembuka Tahun Hijriah yang Mulia dan Diharamkan untuk Berperang
Mengenal Bulan Muharram, Pembuka Tahun Hijriah yang Mulia dan Diharamkan untuk Berperang
Aktual
KH Manarul Hidayat Restui Gus Hery Haryanto Azumi Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU
KH Manarul Hidayat Restui Gus Hery Haryanto Azumi Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU
Aktual
Kebakaran Hotel Al Hidayah di Makkah, Bagaimana Nasib Jemaah Haji Indonesia?
Kebakaran Hotel Al Hidayah di Makkah, Bagaimana Nasib Jemaah Haji Indonesia?
Aktual
Kronologi Kebakaran Hotel Jemaah Haji Indonesia di Makkah dan Dugaan Penyebabnya
Kronologi Kebakaran Hotel Jemaah Haji Indonesia di Makkah dan Dugaan Penyebabnya
Aktual
Bolehkah Istri Keluar Rumah Saat Bertengkar dengan Suami? Ini Penjelasan Ulama
Bolehkah Istri Keluar Rumah Saat Bertengkar dengan Suami? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Kapan Libur Tahun Baru Islam 2026? Cek Jadwal Long Weekend 1 Muharram 1448 Hijriah
Kapan Libur Tahun Baru Islam 2026? Cek Jadwal Long Weekend 1 Muharram 1448 Hijriah
Aktual
Jadwal Lengkap Puasa Sunnah Juni 2026: Ada Ayyamul Bidh, Tasua, dan Asyura
Jadwal Lengkap Puasa Sunnah Juni 2026: Ada Ayyamul Bidh, Tasua, dan Asyura
Aktual
Kemenhaj Ingatkan Jemaah Haji Tak Bawa Zamzam di Koper
Kemenhaj Ingatkan Jemaah Haji Tak Bawa Zamzam di Koper
Aktual
Doa untuk Orang Sakit agar Cepat Sembuh, Lengkap Arab dan Artinya
Doa untuk Orang Sakit agar Cepat Sembuh, Lengkap Arab dan Artinya
Doa dan Niat
Wamenhaj Minta Layanan Kesehatan Haji di Madinah Siaga Hadapi Jemaah Gelombang Kedua
Wamenhaj Minta Layanan Kesehatan Haji di Madinah Siaga Hadapi Jemaah Gelombang Kedua
Aktual
Jamaah Banyuwangi Wafat di Pemondokan Usai Jalani Ibadah di Armuzna
Jamaah Banyuwangi Wafat di Pemondokan Usai Jalani Ibadah di Armuzna
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com