Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Presiden Jeddah Astronomical Society Ungkap Kemunculan Fenomena Summer Solstice

Kompas.com, 21 Juni 2026, 19:28 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Negara-negara di belahan bumi utara mulai memasuki musim panas secara astronomis pada hari Minggu (21/6/2026) melalui fenomena titik balik matahari musim panas atau summer solstice.

Fenomena ini menandai hari dengan durasi siang terpanjang dan malam terpendek sepanjang tahun di wilayah utara Bumi.

Pada momen tersebut, posisi Matahari berada tepat di atas garis balik utara (Tropic of Cancer).

Menurut Presiden Jeddah Astronomical Society, Eng. Majed Abu Zahra, musim panas tahun ini diperkirakan berlangsung selama 93 hari.

Baca juga: INFOGRAFIK: Mengenal Fenonena Winter Solstice dan Summer Solstice yang Terjadi Juni

Summer Solstice Hadirkan Siang Terpanjang dan Malam Terpendek

Dilansir dari Saudi Gazette, Majed Abu Zahra menjelaskan bahwa summer solstice merupakan peristiwa astronomis yang menyebabkan durasi siang mencapai titik terpanjang, sementara malam menjadi yang terpendek dalam setahun di belahan bumi utara.

Pada Minggu pukul 11.24 waktu Makkah, Matahari berada tepat di atas Garis Balik Utara. Kondisi ini menandai dimulainya musim panas secara astronomis di berbagai negara dan wilayah di belahan bumi utara.

Baca juga: Selain Gerhana, Summer Solstice Juga Terjadi Hari Ini, Apa Itu?

Menurut Abu Zahra, pada hari terjadinya summer solstice, Matahari terbit di posisi paling timur laut dan terbenam di posisi paling barat laut. Sementara itu, bayangan benda saat tengah hari mencapai panjang terpendek sepanjang tahun.

Musim Panas Tahun Ini Berlangsung Selama 93 Hari

Lebih lanjut, Abu Zahra juga mengatakan musim panas tahun ini akan berlangsung selama 93 hari.

Ia menjelaskan bahwa periode terpanas pada musim panas tidak selalu terjadi bertepatan dengan summer solstice.

Kondisi tersebut dipengaruhi oleh fenomena yang dikenal sebagai seasonal lag atau jeda musiman.

Fenomena ini terjadi karena Bumi dan lautan memerlukan waktu untuk menyerap serta melepaskan energi panas dari Matahari secara bertahap.

Akibatnya, suhu tertinggi biasanya baru dirasakan beberapa waktu setelah titik balik matahari musim panas terjadi.

Durasi Siang Mulai Berkurang Setelah Summer Solstice

Ia juga menjelaskan bahwa setelah melewati summer solstice, durasi siang di belahan bumi utara akan mulai berkurang secara perlahan.

Pengurangan panjang siang tersebut berlangsung secara bertahap hingga terjadinya ekuinoks musim gugur pada 23 September.

Meski menandai awal musim panas secara astronomis, fenomena ini juga menjadi titik balik pergerakan tahunan Matahari yang kemudian menyebabkan waktu siang semakin pendek dan malam semakin panjang di belahan bumi utara.

Fenomena summer solstice menunjukkan bagaimana pergerakan Bumi dan Matahari terus memengaruhi perubahan musim serta panjang siang dan malam di berbagai wilayah dunia.

Peristiwa astronomis ini tidak hanya menjadi penanda dimulainya musim panas, tetapi juga mengingatkan bahwa perubahan musim berlangsung melalui proses alam yang berlangsung secara bertahap.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Baznas Kaji Zakat Bantu Korban Pinjol Ilegal dan 'Human Trafficking'
Baznas Kaji Zakat Bantu Korban Pinjol Ilegal dan "Human Trafficking"
Aktual
Jemaah Berangsur Pulang, Bus Shalawat Berakhir Operasi 22 Juni 2026
Jemaah Berangsur Pulang, Bus Shalawat Berakhir Operasi 22 Juni 2026
Aktual
Tutup MTQ Disabilitas, Bahlil Dorong Regulasi Lebih Berpihak ke Penyandang Disabilitas
Tutup MTQ Disabilitas, Bahlil Dorong Regulasi Lebih Berpihak ke Penyandang Disabilitas
Aktual
Bahlil Puji Istikamah KH Chalwani dan Akan Bangunkan Asrama Ponpes
Bahlil Puji Istikamah KH Chalwani dan Akan Bangunkan Asrama Ponpes
Aktual
Gelombang Panas Ekstrem di Madinah Berlanjut, Suhu Diperkirakan Capai 47 Derajat Celsius
Gelombang Panas Ekstrem di Madinah Berlanjut, Suhu Diperkirakan Capai 47 Derajat Celsius
Aktual
Presiden Jeddah Astronomical Society Ungkap Kemunculan Fenomena Summer Solstice
Presiden Jeddah Astronomical Society Ungkap Kemunculan Fenomena Summer Solstice
Aktual
Gus Ma'shum Ingatkan Adab Jadi Penuntun Musyawarah dalam Munas dan Konbes NU 2026
Gus Ma'shum Ingatkan Adab Jadi Penuntun Musyawarah dalam Munas dan Konbes NU 2026
Aktual
393 Jemaah Haji Asal Gorontalo dari Kloter 28 Tiba di Makassar, Kloter 30 Bersiap Menyusul
393 Jemaah Haji Asal Gorontalo dari Kloter 28 Tiba di Makassar, Kloter 30 Bersiap Menyusul
Aktual
Seluruh Jemaah Haji Debarkasi Padang Telah Kembali ke Tanah Air, Operasional Resmi Berakhir
Seluruh Jemaah Haji Debarkasi Padang Telah Kembali ke Tanah Air, Operasional Resmi Berakhir
Aktual
Mengenang K.H. Maman Abdurahman, Ulama yang Menjaga Nilai Agama dengan Kata dan Perbuatan
Mengenang K.H. Maman Abdurahman, Ulama yang Menjaga Nilai Agama dengan Kata dan Perbuatan
Aktual
33 Jemaah Haji Terdampak Bencana di Sumbar Terima Bantuan Rp 20 Juta dari Uni Emirat Arab
33 Jemaah Haji Terdampak Bencana di Sumbar Terima Bantuan Rp 20 Juta dari Uni Emirat Arab
Aktual
Cak Imin Ajak Masyarakat Teladani Ulama dan Guru untuk Wujudkan Bangsa Berkarakter
Cak Imin Ajak Masyarakat Teladani Ulama dan Guru untuk Wujudkan Bangsa Berkarakter
Aktual
Air Mata Sania, Sempat Utang demi Berhaji hingga Dapat Bantuan Pelunasan
Air Mata Sania, Sempat Utang demi Berhaji hingga Dapat Bantuan Pelunasan
Aktual
Oleh-oleh Haji: Memori Kolektif dan Transmisi Nilai Budaya Desa
Oleh-oleh Haji: Memori Kolektif dan Transmisi Nilai Budaya Desa
Aktual
Cak Imin Ajak Masyarakat Teladani Ulama dan Guru untuk Wujudkan Bangsa Berkarakter
Cak Imin Ajak Masyarakat Teladani Ulama dan Guru untuk Wujudkan Bangsa Berkarakter
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com