Editor
KOMPAS.com - Kementerian Agama (Kemenag) terus mempercepat pelaksanaan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Revitalisasi Madrasah di berbagai daerah.
Selain fokus pada pembangunan fisik, pemerintah juga memperkuat komunikasi publik agar manfaat program dapat diketahui masyarakat secara luas.
Untuk itu, Kemenag menjalin sinergi dengan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI.
Baca juga: Lewat Aplikasi AMAN, Masyarakat Kini Bisa Laporkan Kekerasan di Pesantren dan Madrasah
Kolaborasi ini diharapkan mampu mengawal implementasi program sekaligus memperlihatkan dampaknya terhadap peningkatan mutu pendidikan madrasah.
Dalam hal ini, Kemenag menggandeng Bakom RI untuk mengawal pelaksanaan sekaligus memperluas pemahaman masyarakat mengenai Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Revitalisasi Madrasah.
Kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya menyampaikan perkembangan pembangunan, tetapi juga menunjukkan dampak nyata program terhadap peningkatan kualitas layanan pendidikan di madrasah.
Baca juga: Kemenag Luncurkan Gerakan Nasional Ruang Aman di Pesantren & Madrasah
Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, mengatakan Kemenag mengelola sekitar 23–25 persen penyelenggaraan pendidikan nasional, mulai dari madrasah, pesantren, hingga berbagai satuan pendidikan keagamaan lainnya.
Karena memiliki cakupan yang besar, peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan menjadi salah satu prioritas pemerintah.
"Madrasah sendiri mencakup sekitar 19 sampai 20 persen dari keseluruhan pendidikan nasional. Dengan cakupan yang besar ini, peningkatan kualitas layanan pendidikan melalui revitalisasi madrasah menjadi kebutuhan yang sangat penting," ujar Kamaruddin dalam audiensi bersama jajaran Bakom RI di Jakarta, Senin (20/7/2026).
Kamaruddin menjelaskan, dari total 2.120 madrasah yang diusulkan Kementerian Agama untuk masuk dalam Program Hasil Terbaik Cepat, sebanyak 1.404 madrasah saat ini sedang menjalani pembangunan dan rehabilitasi secara intensif oleh Kementerian Pekerjaan Umum.
Selain memastikan proyek berjalan sesuai target, Kemenag juga mulai menyiapkan perluasan program pada tahun mendatang.
Menurutnya, pemerintah membuka peluang penambahan jumlah madrasah yang akan diusulkan sebagai penerima program revitalisasi pada Tahun Anggaran 2027.
"Program ini akan terus kami dorong agar semakin banyak madrasah memperoleh fasilitas belajar yang lebih layak sehingga berdampak langsung pada peningkatan mutu layanan pendidikan," katanya.
Deputi III Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Badan Komunikasi Pemerintah RI, Kurnia Ramadhana, menyatakan pihaknya siap memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Agama dalam menyampaikan perkembangan program kepada masyarakat.
Menurut Kurnia, masyarakat perlu memperoleh informasi yang utuh mengenai progres revitalisasi madrasah, manfaat yang dirasakan warga madrasah, hingga peningkatan kualitas layanan pendidikan yang dihasilkan.
"Kami ingin membangun sinergi yang semakin kuat dengan Kementerian Agama agar masyarakat dapat melihat perkembangan revitalisasi madrasah secara menyeluruh, termasuk dampak yang dirasakan oleh para penerima manfaat," ujar Kurnia.
Ia menambahkan, pendekatan komunikasi berbasis kisah dan pengalaman di lapangan juga dinilai penting agar masyarakat dapat melihat secara langsung transformasi yang terjadi di madrasah sebagai hasil dari program revitalisasi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang