Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cerita Toleransi di Tengah Muktamar Ke-35 NU, Gereja Ikut Sediakan Penginapan Gratis untuk Peserta

Kompas.com, 29 Agustus 2026, 15:47 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Jemaat Jombang menyediakan penginapan gratis bagi peserta Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Inisiatif tersebut menjadi gambaran toleransi lintas agama dan bentuk dukungan jemaat GKJW bersama sejumlah komunitas keagamaan untuk menyukseskan Muktamar NU 2026.

Baca juga: Muktamar Ke-35 NU Sepakati Ketua Umum dan Rais Aam Dilarang Rangkap Jabatan Politik

GKJW Jombang Buka Penginapan Gratis Selama Muktamar

Dilansir dari TribunJatim.com, Penginapan gratis bagi muktamirin dan warga Nahdliyin tersebut berawal dari eratnya hubungan lintas agama antara jemaat GKJW Jombang dan keluarga besar NU.

Gerakan itu diinisiasi Jaringan NU Kultural (JANUR) Jombang dengan melibatkan sejumlah rumah ibadah dan organisasi lintas agama, yakni GKJW Jombang, Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jombang, Badan Kerja Sama Antar Gereja (BAMAG) Jombang, serta Klenteng Gudo.

Baca juga: Muktamar ke-35 NU Bahas I’anatun Nadzar untuk Kaji Ulang Keputusan PBNU

Guru Injil GKJW Jombang, Pramoedito (64), mengatakan posko tersebut terbuka bagi warga Nahdliyin maupun Muhibbin NU yang membutuhkan tempat menginap selama pelaksanaan Muktamar ke-35 NU.

"Jadi GKJW Jombang membuka posko untuk tempat singgah atau tempat bermalam dari teman-teman Nahdliyin dalam rangka mendukung Muktamar ke-35 NU," ujar Pramoe saat dijumpai TribunJatim.com di GKJW Jombang, Sabtu (29/8/2026) siang.

Dukungan tersebut terlihat dari banner sambutan yang terpasang di pintu timur gereja. Banner itu memuat ucapan selamat datang dari pendeta, guru injil, majelis jemaat, dan warga GKJW Jombang kepada peserta Muktamar NU ke-35.

Fasilitas yang disediakan meliputi ruangan tidur dengan kasur dan pendingin ruangan atau Air Conditioner (AC), minuman kopi dan teh, kamar mandi, serta akses WiFi. Lokasi penginapan berada di lantai II bagian belakang gereja.

Lokasi GKJW Strategis, Mudah Dijangkau Peserta Muktamar

GKJW Jombang berada di Jalan Adityawarman Nomor 54, Desa Kaliwungu, yang terletak di pusat Kota Jombang. Lokasinya sekitar 300 meter dari Stasiun Jombang dan alun-alun sehingga mudah dijangkau peserta yang membutuhkan tempat singgah.

Pramoe mengatakan posko tersebut telah dibuka sejak sepekan sebelum Muktamar dimulai, yakni Minggu (23/8/2026), dan akan tetap beroperasi hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai. Jarak GKJW Jombang dengan venue utama Muktamar NU di Tambakberas sekitar 5 kilometer.

Pengguna fasilitas penginapan berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari muktamirin asal Manado, dosen IAN dan UIN asal Kebumen, peneliti, Banser, Muslimat, hingga jurnalis media nasional yang mayoritas merupakan warga Nahdliyin.

"Jumlahnya yang menginap di sini (GKJW) kurang lebih ada 18-20 orang, ada dari peserta Muktamar, warga Nahdliyin dan teman-teman media (Jurnalis)," ungkapnya.

Bukti Hubungan Erat GKJW Jombang dengan NU

Menurut Pramoe, penyediaan tempat menginap tersebut merupakan bentuk nyata kerukunan antarumat beragama.

Hubungan antara jemaat GKJW Jombang dan NU juga telah terjalin sejak lama, termasuk melalui kedekatan historis dengan Presiden Ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Jemaat GKJW Jombang memiliki hubungan erat dengan NU, terutama ketika Gus Dur menjabat sebagai Ketua Umum PBNU selama tiga periode pada 1984-1999.

"Kebetulan tempat ini dekat dengan makam Pahlawan Nasional, Gus Dur di Ponpes Tebu Ireng. Konon ceritanya, Gus Dur juga pernah mengajar di Balai Wiyoto Majelis Agung pusatnya di Malang. Kami sangat dekat sekali (NU)," ungkap Pramoe bapak dua anak itu.

Pramoe mengatakan jemaat GKJW bersama komunitas lintas agama berharap pelaksanaan Muktamar ke-35 NU berjalan lancar.

Menurut dia, kegiatan tersebut diharapkan semakin memperkuat kerukunan dan semangat hidup guyub di tengah masyarakat, khususnya di Jombang yang selama ini dikenal memiliki kondisi kerukunan antarumat beragama yang kondusif.

Ia juga berharap Ketua Umum PBNU yang terpilih nantinya mampu memberikan pengayoman bagi masyarakat lintas agama.

"Siapa pun yang terpilih nanti (Ketua Umum PBNU) bisa menciptakan kondusifitas dan kerukunan antar umat beragama, bahkan mendukung kerja sama dengan lintas agama. Sehingga, kerukunan itu bisa tercipta tidak hanya di Jombang tapi juga di seluruh Indonesia. Rukun dan sejahtera, harapan kami dari GKJW Jombang," tutupnya.

Penginapan Lintas Agama Tampung 47 Orang

Koordinator JANUR Jombang, Aan Anshori, mengatakan kegiatan tersebut menjadi wujud nyata dukungan komunitas gereja untuk memudahkan siapa saja yang memiliki niat baik dalam menyukseskan Muktamar NU.

Para peserta menempati tiga lokasi penginapan, yakni Guest House GKJW Jombang, Pastori GKI Jombang, dan Guest House BAMAG di Dusun Weru, Desa Mojo Ngapit. Total peserta yang menggunakan fasilitas tersebut mencapai 47 orang.

Mereka berasal dari sejumlah daerah, seperti Jawa Timur, Jawa Barat, Kalimantan Barat, NTB, dan Kalimantan Tengah. Peserta terdiri atas muktamirin, Muslimat, Banser, jurnalis, aktivis, hingga akademisi.

Inisiatif tersebut sekaligus menjadi gambaran penguatan toleransi antarumat beragama di Jombang. Dukungan lintas agama dalam Muktamar ke-35 NU menunjukkan semangat kebersamaan masyarakat dalam menyukseskan agenda organisasi keagamaan tersebut.

"Gerakan bersama ini menjadi cerminan nyata dari semangat kebangsaan, dan menegaskan posisi Jombang sebagai Kota Santri sekaligus Kota Toleransi," pungkas Aan.

Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul "Kisah Toleransi di Tengah Muktamar NU, Gereja di Jombang Sediakan Penginapan Gratis". 

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
Berapa Kali Takbir Shalat Istisqa? Ini Pendapat Ulama dan Tata Caranya
Berapa Kali Takbir Shalat Istisqa? Ini Pendapat Ulama dan Tata Caranya
Doa dan Niat
Panduan Shalat Istisqa Lengkap: Niat, Tata Cara, Doa, Khutbah, Waktu Pelaksanaan, dan Dalilnya
Panduan Shalat Istisqa Lengkap: Niat, Tata Cara, Doa, Khutbah, Waktu Pelaksanaan, dan Dalilnya
Doa dan Niat
Setelah Muktamar NU, Apa Gagasan Besar yang Dibawa Pulang?
Setelah Muktamar NU, Apa Gagasan Besar yang Dibawa Pulang?
Aktual
Mengenal Salat Istisqa, Lengkap dengan Niat, Tata Cara, dan Doanya
Mengenal Salat Istisqa, Lengkap dengan Niat, Tata Cara, dan Doanya
Doa dan Niat
Shalat Istisqa di Kaltim Hari Ini Digalar di 3 Lokasi: Samarinda, Balikpapan dan Kukar
Shalat Istisqa di Kaltim Hari Ini Digalar di 3 Lokasi: Samarinda, Balikpapan dan Kukar
Aktual
Shalat Istisqa Pontianak, KH Ahmad Zamroni Ajak Warga Introspeksi dan Hentikan Pembakaran Lahan
Shalat Istisqa Pontianak, KH Ahmad Zamroni Ajak Warga Introspeksi dan Hentikan Pembakaran Lahan
Aktual
Pemkot Palembang Gelar Sholat Istisqa di Tengah Kabut Asap dan Ancaman Karhutla
Pemkot Palembang Gelar Sholat Istisqa di Tengah Kabut Asap dan Ancaman Karhutla
Aktual
BAZNAS Distribusikan 15.000 Ayam Goreng di Muktamar NU ke-35
BAZNAS Distribusikan 15.000 Ayam Goreng di Muktamar NU ke-35
Aktual
Bacaan Tahlil NU Lengkap, Susunan, Arab, Latin, dan Terjemahannya
Bacaan Tahlil NU Lengkap, Susunan, Arab, Latin, dan Terjemahannya
Doa dan Niat
Dua Opsi Pemilihan Ketum PBNU Belum Temui Titik Temu, Muktamar Ke-35 NU Bawa ke Pleno
Dua Opsi Pemilihan Ketum PBNU Belum Temui Titik Temu, Muktamar Ke-35 NU Bawa ke Pleno
Aktual
Cerita Toleransi di Tengah Muktamar Ke-35 NU, Gereja Ikut Sediakan Penginapan Gratis untuk Peserta
Cerita Toleransi di Tengah Muktamar Ke-35 NU, Gereja Ikut Sediakan Penginapan Gratis untuk Peserta
Aktual
Shalat Istisqa Digelar di Korem 091 Samarinda, TNI-Polri dan Warga Berdoa Memohon Hujan untuk Atasi Karhutla
Shalat Istisqa Digelar di Korem 091 Samarinda, TNI-Polri dan Warga Berdoa Memohon Hujan untuk Atasi Karhutla
Aktual
Muktamar Ke-35 NU Sepakati Ketua Umum dan Rais Aam Dilarang Rangkap Jabatan Politik
Muktamar Ke-35 NU Sepakati Ketua Umum dan Rais Aam Dilarang Rangkap Jabatan Politik
Aktual
Ribuan Warga Pontianak Ikuti Shalat Istisqa di Tengah Kabut Asap, Berdoa Agar Hujan Turun
Ribuan Warga Pontianak Ikuti Shalat Istisqa di Tengah Kabut Asap, Berdoa Agar Hujan Turun
Aktual
Muktamar ke-35 NU Bahas I’anatun Nadzar untuk Kaji Ulang Keputusan PBNU
Muktamar ke-35 NU Bahas I’anatun Nadzar untuk Kaji Ulang Keputusan PBNU
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar