KOMPAS.com - Bersin merupakan hal yang sangat biasa dialami setiap orang. Namun dalam Islam, peristiwa sederhana ini ternyata memiliki adab yang diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW. Mulai dari ucapan orang yang bersin hingga jawaban orang yang mendengarnya, semuanya memiliki tuntunan yang jelas dalam hadis sahih.
Banyak orang hanya mengetahui ucapan “Alhamdulillah” setelah bersin, tetapi belum memahami rangkaian sunnahnya secara lengkap. Padahal, Rasulullah mengajarkan bahwa bersin menjadi momen untuk mengingat Allah, mendoakan sesama Muslim, sekaligus mempererat ukhuwah melalui doa yang saling dibalas.
Rasulullah SAW menjelaskan bahwa bersin merupakan nikmat dari Allah, sehingga orang yang mengalaminya dianjurkan memuji-Nya dengan mengucapkan hamdalah.
Diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْعُطَاسَ وَيَكْرَهُ التَّثَاؤُبَ، فَإِذَا عَطَسَ أَحَدُكُمْ وَحَمِدَ اللَّهَ كَانَ حَقًّا عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ سَمِعَهُ أَنْ يَقُولَ لَهُ يَرْحَمُكَ اللَّهُ
Innallāha yuḥibbul-‘uṭāsa wa yakrahu at-taṡā’uba, fa iżā ‘aṭasa aḥadukum wa ḥamidallāha kāna ḥaqqan ‘alā kulli muslimin sami‘ahu an yaqūla lahū: yarḥamukallāh.
Baca juga: Kapan Doa Saat Hujan Paling Mustajab? Ini Dalil dan Penjelasannya
Artinya: “Sesungguhnya Allah menyukai bersin dan membenci menguap. Apabila salah seorang di antara kalian bersin lalu memuji Allah, maka menjadi hak setiap Muslim yang mendengarnya untuk mengucapkan: ‘Yarhamukallah’.” (HR Sahih al-Bukhari No. 6223)
Hadis ini menunjukkan bahwa ucapan “Alhamdulillah” bukan sekadar kebiasaan, melainkan bentuk syukur atas nikmat yang diberikan Allah. Karena itulah, hamdalah menjadi syarat sebelum orang lain membalas dengan doa.
Ucapan yang paling masyhur setelah bersin adalah “Alhamdulillah”. Dalam beberapa riwayat juga terdapat tambahan pujian kepada Allah.
Arab: الْحَمْدُ لِلَّهِ
Latin: Alhamdulillāh.
Artinya: “Segala puji bagi Allah.”
Baca juga: Mana yang Didahulukan, Menjawab Salam atau Bersalaman? Ini Adabnya
Para ulama menjelaskan bahwa inilah bacaan minimal yang dianjurkan. Adapun menambah lafaz pujian lain tetap diperbolehkan selama berasal dari riwayat yang sahih, namun bacaan “Alhamdulillah” sudah mencukupi untuk menjalankan sunnah.
Setelah orang yang bersin mengucapkan hamdalah, orang yang mendengarnya dianjurkan mendoakan saudaranya dengan ucapan “Yarhamukallah”.
Diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA
Arab: يَرْحَمُكَ اللَّهُ
Latin: Yarḥamukallāh.
Artinya: “Semoga Allah merahmatimu.”
Baca juga: Wamendikdasmen ke Mahasiswa UMB: Kuliah Bukan Hanya untuk Mendapatkan Ijazah
Ucapan ini bukan sekadar sopan santun, melainkan doa yang menjadi hak seorang Muslim. Dalam fikih, menjawab orang yang bersin dengan doa ini dihukumi sunnah muakkadah apabila ia telah mengucapkan “Alhamdulillah”.
Rangkaian adab bersin belum selesai sampai di situ. Rasulullah SAW mengajarkan agar orang yang bersin kembali mendoakan orang yang telah mengucapkan “Yarhamukallah”.
Diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA:
يَهْدِيكُمُ اللَّهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ
Yahdīkumul-lāhu wa yuṣliḥu bālakum.
Artinya: “Semoga Allah memberi kalian petunjuk dan memperbaiki keadaan kalian.” (HR Sahih al-Bukhari No. 6224)
Baca juga: Mana yang Didahulukan, Menjawab Salam atau Bersalaman? Ini Adabnya
Dengan demikian, adab bersin membentuk rangkaian doa yang saling dibalas: orang yang bersin memuji Allah, saudaranya mendoakan rahmat, lalu ia membalas dengan doa hidayah. Hal ini menunjukkan betapa Islam membangun hubungan sosial melalui kalimat-kalimat yang penuh kebaikan.
Dalam hadis sahih, Rasulullah SAW juga memberikan batasan ketika seseorang bersin berulang kali. Selama masih dalam kondisi biasa, ia tetap didoakan. Namun apabila bersin terus-menerus hingga menunjukkan gejala sakit, maka yang lebih tepat adalah mendoakan kesembuhannya.
Para ulama memahami bahwa hal ini menunjukkan Islam sangat memperhatikan kondisi seseorang. Sunnah tidak dimaksudkan menjadi formalitas, tetapi menjadi bentuk kepedulian kepada saudara yang sedang mengalami gangguan kesehatan.
Al-Qur'an mengajarkan agar manusia senantiasa bersyukur atas nikmat Allah, termasuk nikmat yang sering kali dianggap remeh dalam kehidupan sehari-hari.
Allah berfirman dalam QS An-Nahl Ayat 18:
وَإِن تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا
Wa in ta‘uddū ni‘matallāhi lā tuḥṣūhā.
Baca juga: Prabowo Kutip Al-Baqarah Ayat 191, Apa Makna “Fitnah” Sebenarnya?
Artinya: “Jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya.”
Ayat ini menjadi pengingat bahwa nikmat Allah hadir dalam bentuk yang besar maupun kecil. Bersin yang membuat saluran pernapasan terasa lega pun menjadi alasan untuk mengucapkan syukur kepada-Nya.
Mengucapkan “Alhamdulillah”, menjawab dengan “Yarhamukallah”, lalu membalas “Yahdīkumul-lāhu wa yuṣliḥu bālakum” adalah rangkaian sunnah yang tampak sederhana, tetapi mengandung nilai ibadah dan persaudaraan yang besar.
Di rumah, di masjid, di kantor, maupun di sekolah, adab bersin mengajarkan bahwa seorang Muslim tidak hidup sendiri. Bahkan dalam peristiwa sekecil bersin, Islam mengajarkan untuk saling mendoakan, menyebarkan rahmat, dan menghadirkan kebaikan melalui ucapan yang diajarkan Rasulullah SAW.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.