Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gus Ipul Bantah Isu Aliran Dana Korupsi ke Muktamar NU: Saya Pastikan Hoaks

Kompas.com, 28 September 2026, 18:40 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf membantah isu aliran dana hasil korupsi untuk pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU).

Ia memastikan tuduhan tersebut tidak benar dan menyebutnya sebagai kabar palsu yang merugikan nama baik para tokoh, ulama, serta organisasi.

Baca juga: Muktamar NU Usai, GP Ansor: Sudahi Perdebatan, Saatnya Kembali Berkhidmah

"Saya pastikan hoaks. Jadi, itu kan disebut-sebut ada aliran dana hasil korupsi ke Muktamar dan lain sebagainya, itu kami pastikan hoaks, itu kabar palsu, itu kabar tidak benar," kata pria yang akrab disapa Gus Ipul saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (28/9/2026).

PBNU Laporkan Media ke Dewan Pers soal Isu Dana Muktamar NU

Gus Ipul mengatakan pihaknya telah melaporkan salah satu media ke Dewan Pers terkait pemberitaan isu aliran dana korupsi ke Muktamar NU.

Baca juga: Gus Ipul Siapkan Somasi, 3 Orang Bakal Diminta Buktikan Tudingan soal Muktamar NU

Media tersebut menayangkan program podcast Madilog edisi 12 September dan 22 September.

Menurut Gus Ipul, media itu mengundang narasumber yang tidak kredibel serta tidak melakukan konfirmasi dan klarifikasi sebelum menayangkan informasi tersebut.

Ia menegaskan, tuduhan mengenai aliran uang haram dalam pelaksanaan Muktamar NU sangat merugikan reputasi para tokoh dan ulama serta dapat mencemarkan nama baik organisasi.

Gus Ipul juga memastikan seluruh tahapan Muktamar NU berlangsung lancar, transparan, dan terbuka sesuai mekanisme serta kesepakatan seluruh peserta.

Gus Ipul Siapkan Somasi dan Langkah Hukum

Selain melaporkan media ke Dewan Pers, Gus Ipul menyatakan pihaknya berencana melayangkan somasi dan mengadukan pihak-pihak yang menyebarkan tuduhan fitnah tanpa bukti kepada aparat kepolisian.

"Pernyataan-pernyataan yang bernuansa fitnah saya mohon untuk dihentikan, tapi kalau diterus-teruskan kami juga akan mengambil langkah-langkah tegas, langkah-langkah hukum sesuai dengan semua ketentuan yang ada," ujar Gus Ipul.

Ia mengimbau setiap pihak bertanggung jawab atas informasi maupun opini yang disampaikan kepada publik, terutama melalui media sosial.

Gus Ipul Bantah Ada Intervensi Istana dalam Muktamar NU

Gus Ipul turut membantah adanya intervensi Istana Presiden dalam penyelenggaraan Muktamar NU.

Ia menegaskan agenda organisasi tersebut tidak mendapat campur tangan dari pihak Istana.

"Tidak ada yang namanya intervensi Istana itu tidak ada sama sekali," kata Gus Ipul yang juga menjabat Menteri Sosial di Kabinet Merah Putih.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Perkiraan Awal Ramadhan 2027 Hingga Jadwal Libur dan Cuti Bersama Lebaran
Perkiraan Awal Ramadhan 2027 Hingga Jadwal Libur dan Cuti Bersama Lebaran
Aktual
Kemenhaj Bersihkan Ratusan Ribu Data Invalid, Antrean Faktual Haji Kini Hanya 14 Tahun
Kemenhaj Bersihkan Ratusan Ribu Data Invalid, Antrean Faktual Haji Kini Hanya 14 Tahun
Aktual
Jusuf Kalla Sambut Grand Imam Al-Aqsa, Perkuat Solidaritas Palestina
Jusuf Kalla Sambut Grand Imam Al-Aqsa, Perkuat Solidaritas Palestina
Aktual
Perkiraan Awal Puasa Ramadhan 2027 Lengkap Jadwal Libur dan Cuti Bersama Lebaran
Perkiraan Awal Puasa Ramadhan 2027 Lengkap Jadwal Libur dan Cuti Bersama Lebaran
Aktual
Gus Ipul Bantah Isu Aliran Dana Korupsi ke Muktamar NU: Saya Pastikan Hoaks
Gus Ipul Bantah Isu Aliran Dana Korupsi ke Muktamar NU: Saya Pastikan Hoaks
Aktual
Prabowo Usulkan Komposisi Biaya Haji 2027 Jadi 52:48 Agar Tak Bebani Jamaah
Prabowo Usulkan Komposisi Biaya Haji 2027 Jadi 52:48 Agar Tak Bebani Jamaah
Aktual
Terminal 4 Bandara Jeddah Beroperasi, Ini Dampaknya bagi Haji dan Umrah
Terminal 4 Bandara Jeddah Beroperasi, Ini Dampaknya bagi Haji dan Umrah
Aktual
MUI Ingatkan BPJPH: Jangan Kejar Cepat Terbitkan Sertifikat Halal, Ketepatan Harus Utama
MUI Ingatkan BPJPH: Jangan Kejar Cepat Terbitkan Sertifikat Halal, Ketepatan Harus Utama
Aktual
Kisah Abu Ayyub Al-Anshari, Tuan Rumah Rasulullah yang Tak Pernah Melupakan Adab
Kisah Abu Ayyub Al-Anshari, Tuan Rumah Rasulullah yang Tak Pernah Melupakan Adab
Aktual
Kemenhaj Siapkan Blacklist Muthawif yang Sindir Jemaah Umrah Lansia
Kemenhaj Siapkan Blacklist Muthawif yang Sindir Jemaah Umrah Lansia
Aktual
Shalawat Ibrahimiyah: Mengapa Dibaca Saat Tahiyat?
Shalawat Ibrahimiyah: Mengapa Dibaca Saat Tahiyat?
Doa Harian
Mengapa Rasulullah Beristighfar Tiga Kali Setelah Salam?
Mengapa Rasulullah Beristighfar Tiga Kali Setelah Salam?
Aktual
300 Aktivis NU dari Berbagai Kubu Serukan Rekonsiliasi Pasca-Muktamar
300 Aktivis NU dari Berbagai Kubu Serukan Rekonsiliasi Pasca-Muktamar
Aktual
Memberi Hadiah atau Sedekah, Mana yang Lebih Utama dalam Islam?
Memberi Hadiah atau Sedekah, Mana yang Lebih Utama dalam Islam?
Aktual
Gym di Bandung Ini Dikelola dengan Wakaf Produktif, Apa Itu?
Gym di Bandung Ini Dikelola dengan Wakaf Produktif, Apa Itu?
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar