Penulis
KOMPAS.com - Tradisi masyarakat Indonesia saat malam Jumat, khususnya di pedesaan adalah membaca surat Yasin. Tradisi ini sudah berlangsung turun-temurun. Tidak ada yang mendebat mengenai tradisi ini, hingga era keterbukaan terjadi.
Mudahnya mengakses ilmu dan hadits-hadits Rasulullah SAW membuka cakrawala baru. Banyak masyarakat yang beralih dari membaca surat Yasin menjadi surat Al Kahfi. mengepa demikian? Berikut ini penjelasan lengkapnya.
Baca juga: Doa Setelah Membaca Surat Yasin: Arab, Latin, dan Artinya
Suatu amalan dalam Islam dilakukan berdasarkan dalil dari Al Quran dan hadits. Apabila amalan tersebut tidak ada dasarnya dalam Al Quran dan hadits, bisa jadi amalan tersebut tidak diterima.
Tradisi membaca surat Yasin dan Al Kahfi di hari Jumat juga didasarkan pada hadits Rasulullah SAW.
من قرأ سورة يس والصافات ليلة الجمعة أعطاه الله سؤله
Artinya: “Barangsiapa membaca surat Yasin dan al-Shaffat di malam Jumat, Allah mengabulkan permintaannya.” (H.R. Abu Daud).
Baca juga: Makna Surat Yasin Ayat 82–83: Bukti Kekuasaan Allah atas Segala Sesuatu
Hadits lain menyebutkan: "Siapa yang membaca Surat Yasin dan Al-Shafat pada hari Jumat lalu memohon kepada Allah SWT, niscaya Dia mengabulkan permohonannya." (H.R. Abu Daud).
Sedangkan perintah membaca surat Al Kahfi disampaikan dalam hadits berikut:
مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِى يَوْمِ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ
Artinya: “Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jum’at, dia akan disinari cahaya di antara dua Jumat.” (H.R. An Nasai dan Al Baihaqi).
Baca juga: Keutamaan Membaca Surat Yasin
Jika ditilik dari derajat haditsnya, anjuran untuk membaca surat Yasin di hari Jumat berasal dari hadits-hadits lemah (dhaif). Sementara dalil perintah membaca surat Al Kahfi berasal dari hadits shahih.
Dengan demikian, perintah untuk membaca surat Al Kahfi lebih kuat dan benar-benar berasal dari Rasulullah SAW. Sedangkan perintah membaca surat Yasin bisa jadi tidak berasal langsung dari Rasulullah SAW.
Berdasar pertimbangan tersebut, maka membaca surat Al Kahfi di hari Jumat lebih kuat untuk diamalkan. Meskipun demikian, tidak berarti melarang membaca surat Yasin.
Baca juga: Ini Keutamaan Baca Surat Al Kahfi di Hari Jumat, Terhindar dari Fitnah Dajjal
Sebagian ulama menyampaikan bahwa hadits dhaif bisa diamalkan untuk memberikan motivasi dalam beramal (fadhail amal).
Semua surat dalam Al Quran bisa dibaca kapan saja. Hal ini berdasarkan hadits yang menerangkan pahala membaca ayat-ayat Al Quran.
مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ
Artinya: ”Barangsiapa membaca satu huruf dari kitab Allah, maka dia mendapatkan satu kebaikan dengannya. Dan satu kebaikan itu (dibalas) sepuluh lipatnya. Aku tidak mengatakan alif lam mim satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf.” (H.R. At Tirmidzi).
Baca juga: Mengeruk Pahala di Hari Mulia, 7 Amalan di Hari Jumat
Berdasarkan uraian di atas, membaca surat Al Kahfi di hari Jumat mempunyai dasar yang lebih kuat untuk diamalkan. Meskipun demikian, tidak ada larangan untuk membaca surat Yasin.
Semua surat dalam Al Quran baik untuk dibaca karena akan memberikan pahala 10 kali lipat untuk setiap huruf yang dibaca.
Lebih baik lagi jika dua surat tersebut dibaca di hari Jumat. Misal membaca Yasin di malam hari dan surat Al Kahfi di pagi atau siang harinya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang