Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hadits Qudsi: Pengertian, Kedudukan, dan Contohnya

Kompas.com, 27 Januari 2026, 17:13 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Sumber utama hukum Islam ada dua, yaitu Al Quran dan Hadits. Al Quran adalah Firman Allah SWT sementara hadits adalah perkataan, persetujuan, dan perbuatan Rasulullah SAW.

Dalam Islam ada hadits khusus yang berbeda dari hadits pada umumnya, yaitu Hadits Qudsi. Hadits ini bersumber langsung dari Allah SWT, tetapi berdeda dengan Al Quran yang merupakan firman Allah SWT.

Baca juga: Kumpulan Hadits Tentang Sedekah dan Keutamaannya Menurut Islam

Pengertian Hadits Qudsi

Hadits qudsi berasal dari kata hadits dan qudsi. Hadits artinya perkataan, persetujuan, dan perbuatan Nabi Muhammad SAW. Sedangkan Qudsi berasal dari Al Quddus yaitu salah satu nama Allah SWT yang artinya Maha Suci. Qudsi bisa diartikan sebagai hadits dari Allah SWT yang Maha Suci.

Secara istilah, Hadits Qudsi adalah hadits yang disampaikan Rasulullah SAW dari Allah Ta‘ala, di mana maknanya berasal dari Allah, sedangkan lafazhnya dari Rasulullah SAW.

Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu’ mengatakan hadits qudsi adalah apa yang dinukil Nabi SAW dari Rabb-nya, namun tidak termasuk Al-Qur’an.

Syaikh Muhammad Amin al-Kurdi dalam kitab Tanwir al-Qulub menyatakan bahwa hadits qudsi adalah wahyu yang di turunkan kepada Nabi Muhammad dengan tanpa perantara malaikat melainkan dengan ilham atau mimpi.

Ada kalanya hadis Qudsi itu turun berupa lafadz dan maknanya dan adakalanya lafadznya saja dan kemudian Nabi sendiri yang mengungkapkan dengan beberapa lafadz dari dirinya sendiri yang di nisbahkan kepada Allah dan membaca hadis Qudsi tersebut tidak di anggap ibadah dan jga tidak mengandung mukjizat.

Perbedaan Hadits Qudsi, Al-Qur’an, dan Hadits Nabawi

Para ulama menjelaskan perbedaan ini secara rinci:

1. Hadits Qudsi dan Al-Qur’an

Ibnu Hajar Al-‘Asqalani dalam Fathul Baari' menjelaskan perbedaan tentang Hadits Qudsi dan Al-Qur'an:

a. Al-Qur’an:

  • Lafazh dan makna dari Allah
  • Membacanya bernilai ibadah
  • Dibaca dalam sholat
  • Diriwayatkan secar mutawatir dan terjaga isinya.

Baca juga: Hadits-hadits Lemah dan Palsu Seputar Puasa Rajab yang Populer di Masyarakat

b. Hadits Qudsi

  • Makna dari Allah, lafazh dari Nabi,
  • Tidak dibaca sebagai bagian dari sholat,
  • Membacanya tidak bernilai pahala per hurufnya,
  • Hadits qudsi terikat kaidah sanad (shahih, hasan, dhaif)

2. Hadits Qudsi dan Hadits Nabawi

Berikut ini perbedaan Hadits Qudsi dan hadits Nabawi

a. Hadits Nabawi lafazh dan makna dari Rasulullah SAW

b. Hadits Qudsi makna dari Allah, lafazh dari Rasulullah SAW

Keduanya sama-sama tidak dibaca sebagai ibadah khusus seperti halnya Al-Qur’an.

Kedudukan Hadits Qudsi dalam Syariat

Hadits qudsi tetap menjadi hujjah kedua dalam Islam setelah Al-Qu'an selama sanadnya shahih atau hasan. Ia dapat digunakan untuk memhami dasar-dasar akidah, akhlak, fikih, dan tazkiyatun nafs.

Namun Imam As-Sakhawi dalam Al-Qaul Al-Badi’ menegaskan bahwa hadits qudsi tidak otomatis shahih.

Baca juga: Kumpulan Hadits Keutamaan Melaksanakan Shalat Jenazah

Contoh Hadits Qudsi Populer

1. Hadits tentang Luasnya Ampunan Allah

RasulullahSAW bersabda:

يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِى بِقُرَابِ الأَرْضِ خَطَايَا ثُمَّ لَقِيتَنِى لاَ تُشْرِكُ بِى شَيْئًا لأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً

Artinya: “Wahai anak Adam, jika engkau mendatangi-Ku dengan dosa sepenuh bumi kemudian engkau tidak berbuat syirik pada-Ku dengan sesuatu apa pun, maka Aku akan mendatangimu dengan ampunan sepenuh bumi itu pula.” (HR. At Tirmidzi)

2. Hadits tentang Niat dan Kedekatan dengan Allah

يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِى بِى ، وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِى ، فَإِنْ ذَكَرَنِى فِى نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ فِى نَفْسِى 

وَإِنْ ذَكَرَنِى فِى مَلأٍ ذَكَرْتُهُ فِى مَلأٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ ، وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَىَّ بِشِبْرٍ تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا 

وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَىَّ ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ بَاعًا ، وَإِنْ أَتَانِى يَمْشِى أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً

Artinya: “Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada pada itu (kumpulan malaikat). Jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Baca juga: Penjelasan Mengenai Enam Proses Penciptaan Bumi Berdasarkan Hadits

Penutup

Hadits qudsi merupakan bentuk kasih sayang Allah yang disampaikan melalui lisan Rasulullah SAW. Ia memperlihatkan kedekatan Rabb dengan hamba-Nya, menumbuhkan harapan, dan membentuk akhlak yang lembut namun bertanggung jawab.

Memahami hadits qudsi secara benar, baik dari sisi makna maupun sumber kitabnya akan menjaga umat dari kesalahpahaman dan memperkuat hubungan spiritual dengan Allah Ta‘ala.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com