Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Puasa Senin Kamis: Bacaan Niat, Doa Buka Puasa, dan Keutamaannya

Kompas.com, 9 Februari 2026, 01:52 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Puasa Senin Kamis merupakan salah satu amalan sunnah yang dianjurkan dalam ajaran Islam dan rutin dikerjakan oleh Rasulullah SAW.

Ibadah ini dilaksanakan setiap hari Senin dan Kamis sejak terbit fajar hingga matahari terbenam, sebagaimana ketentuan puasa pada umumnya.

Selain bernilai ibadah, puasa Senin Kamis juga diyakini membawa dampak positif bagi spiritual dan kedisiplinan umat Muslim.

Anjuran puasa ini didasarkan pada sejumlah hadits yang menjelaskan keutamaannya, termasuk kaitannya dengan waktu diperiksanya amal manusia.

Baca juga: Lupa Jumlah Utang Puasa Ramadhan, Ini Ketentuan Qadha dan Fidyah Menurut Ulama

Niat Puasa Senin Kamis

Niat merupakan syarat sah dalam pelaksanaan ibadah puasa, termasuk puasa sunnah Senin Kamis.

Bacaan niat puasa dapat disesuaikan dengan hari pelaksanaannya sebagai berikut.

1. Niat Puasa Senin

Bacaan niat puasa hari Senin:

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الْإِثْنَينِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Arab latin: Nawaitu shauma yaumil itsnaini sunnatan lillahi ta'ala.

Artinya: "Aku berniat puasa sunnah hari Senin karena Allah Ta'ala."

Baca juga: Hukum Membayar Qadha Puasa Ramadhan Setelah Nisfu Syaban, Apakah Boleh?

2. Niat Puasa Kamis

Bacaan niat puasa hari Kamis:

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الْخَمِيسِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Arab latin: Nawaitu shauma yaumil khamiisi sunnatan lillahi ta'ala.

Artinya: "Aku berniat puasa sunnah hari Kamis karena Allah Ta'ala."

Niat puasa sunnah dianjurkan dilakukan sebelum fajar. Namun, apabila seseorang belum melakukan hal yang membatalkan puasa, niat masih dapat dilakukan setelah fajar, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam hadis yang diriwayatkan dari Aisyah RA.

Bacaan Doa Berbuka Puasa

Di kalangan umat Islam, terdapat beberapa redaksi doa berbuka puasa yang umum dibaca. Salah satu doa yang sering diamalkan adalah sebagai berikut:

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

"Allahumma lakasumtu wabika aamantu wa 'alayka tawakkaltu wa 'alaa rizqika afthortu, birohmatika yaa arhamar roohimiin."

Artinya: "Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah diri, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka, dengan rahmat-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Penyayang."

Namun, berdasarkan riwayat hadis yang shahih dan dikutip dari buku Koreksi Tuntas Buku 37 Masalah Populer karya Abdurrahman Al-Mukaffi, doa berbuka puasa yang diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW adalah:

ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ، إِنْ شَاءَ اللَّهُ

"Dzahabazh zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru, insya Allah."

Artinya: "Telah hilang dahaga, urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan, insya Allah." (HR. Abu Dawud no. 2357 dalam Kitab Sunan Abi Dawud)

Hadis tersebut dinilai shahih oleh sejumlah ulama dan dianjurkan dibaca setelah membatalkan puasa dengan air atau makanan ringan, seperti kurma, sesuai kebiasaan Nabi Muhammad SAW.

Keutamaan Puasa Senin Kamis

Puasa Senin Kamis memiliki keutamaan yang dijelaskan dalam berbagai hadis Rasulullah SAW.

Salah satunya berkaitan dengan waktu diperiksanya amal manusia. Rasulullah SAW bersabda:

"Amal-amalan itu ditunjukkan (kepada Allah) pada hari Senin dan Kamis. Maka akan diampuni dosa orang yang tidak menyekutukan-Nya dengan apa pun, kecuali seorang laki-laki yang antara dirinya dan saudaranya terdapat permusuhan. Biarkanlah dua laki-laki itu sampai keduanya berdamai." (HR. Muslim)

Selain itu, sejumlah keutamaan lain dari puasa Senin Kamis antara lain:

1. Menjalankan sunnah Rasulullah SAW

Rasulullah SAW diketahui rutin melaksanakan puasa pada hari Senin dan Kamis, sehingga mengamalkannya termasuk bentuk meneladani sunnah beliau.

2. Berpuasa saat amal diangkat

Hari Senin dan Kamis disebut sebagai waktu diangkatnya amal manusia. Berpuasa pada hari tersebut mencerminkan kesiapan spiritual ketika amal diperlihatkan kepada Allah SWT.

3. Menghapus dosa-dosa kecil

Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa ibadah seperti salat, puasa, dan sedekah menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa kecil seorang hamba.

4. Memperoleh keistimewaan pintu surga Ar-Rayyan

Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya di surga terdapat pintu yang disebut Ar-Rayyan. Pada hari kiamat, orang-orang yang berpuasa akan masuk melalui pintu itu. Setelah mereka masuk, pintu itu akan ditutup dan tidak ada seorang pun yang bisa masuk melaluinya." (HR. Bukhari dan Muslim)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com