Editor
KOMPAS.com-Momen berbuka puasa atau ifthar dalam Ramadan menjadi waktu yang sangat mustajab untuk berdoa menurut ajaran Islam.
Rasulullah SAW menegaskan bahwa doa berbuka puasa memiliki keistimewaan dan tidak tertolak.
Penjelasan ini bersumber dari hadis sahih yang diriwayatkan para ulama, termasuk Ibnu Majah.
Baca juga: Jadwal Buka Puasa Kota Bandung Hari Ini, 22 Februari 2026
Artikel ini merangkum lima doa berbuka puasa sesuai hadis lengkap dengan teks Arab, arti, serta penjelasan ulama, yang dikutip dari laman MUI.
Rasulullah SAW bersabda sebagaimana diriwayatkan dari Abdullah bin Amr bin Ash radhiyallahu ‘anhu:
إنَّ لِلصَّائِمِ عِنْدَ فِطْرِهِ لَدَعْوَةً مَا تُرَدُّ
Artinya: “Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa, ketika dia berbuka terdapat doa yang tidak tertolak.” (HR. Ibnu Majah dan Ibnu Sunni)
Hadis tersebut menjadi dasar anjuran membaca doa berbuka puasa karena waktu ifthar merupakan momen penuh keberkahan.
Imam Muhyiddin Yahya bin Syaraf an-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menghimpun sejumlah redaksi doa berbuka puasa yang diriwayatkan dari Rasulullah SAW dan para sahabat.
Baca juga: Bolehkah Berbuka Ikut Adzan Maghrib Paling Cepat? Ini Penjelasan Fikih dan Risikonya
Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW ketika berbuka membaca:
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ تَعَالَى
Dzahabadh dhoma’u wabtalatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru in syaa Allahu Ta'aalaa.
Artinya: “Telah hilang rasa haus, telah basah urat nadi, dan telah tetap pahala jika Allah menghendaki.” (HR Abu Dawud dan an-Nasa’i)
Imam an-Nawawi memberikan catatan bahwa kata adh-dhoma’u (الظَّمَأُ) dibaca pendek dan bukan dipanjangkan.
Penjelasan tersebut merujuk pada firman Allah SWT dalam surah At-Taubah ayat 120, (... dzalika bi-annahum la yushibuhum dhoma’un...) yang berarti, “Yang demikian itu adalah karena mereka tidak ditimpa kehausan.”
Catatan ini disampaikan karena masih ditemukan kekeliruan dalam pelafalan doa tersebut.
Baca juga: Doa Buka Puasa Senin Kamis Lengkap: Arab, Latin, dan Artinya
Riwayat dari Muadz bin Zuhrah secara mursal menyebutkan bahwa ketika berbuka puasa, Nabi SAW membaca:
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
Allaahumma laka shumtu wa ‘alaa rizkika afthartu.
Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa dan atas rezeki-Mu aku berbuka.” (HR Abu Dawud)
Doa ini menegaskan niat ibadah puasa dan rasa syukur atas rezeki yang diberikan Allah SWT.
Masih dari riwayat Muadz bin Zuhrah dalam kitab Ibnu Sunni yang dinukil dalam Al-Adzkar, terdapat redaksi doa lain:
الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي أَعَانَنِيَ فَصَمْتُ وَرَزَقَنِي فَأَفْطَرْتُ
Alhamdulillaahil ladzii a’aani fashamtu wa razaqanii fa afthartu.
Artinya: “Segala puji bagi Allah, Dzat yang telah menolongku sehingga aku dapat berpuasa dan telah memberikan rezeki kepadaku sehingga aku dapat berbuka.”
Doa ini berisi pujian dan pengakuan bahwa kemampuan berpuasa dan berbuka merupakan pertolongan Allah SWT.
Baca juga: Puasa Senin Kamis: Bacaan Niat, Doa Buka Puasa, dan Keutamaannya
Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu menuturkan bahwa ketika berbuka, Rasulullah SAW membaca:
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْنَا وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْنَا، فَتَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيْمُ
Allaahumma laka shumnaa wa ‘ala rizqika aftharnaa fataqabbal minnaa innak antas samii’ul ‘aliim.
Artinya: “Ya Allah, kepada-Mu kami berpuasa dan atas rezeki-Mu kami telah berbuka, maka terimalah dari kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (HR Ibnu Sunni)
Redaksi ini memuat permohonan agar ibadah puasa diterima oleh Allah SWT.
Ibnu Malikah meriwayatkan bahwa Abdullah bin Amr radhiyallahu ‘anhu ketika berbuka mengucapkan:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ أَنْ تَغْفِرَ لِيْ
Allaahumma innii as-aluka bi rahmatikal latii wasi’at kulla syain an taghfira lii.
Artinya: “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu dengan rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu agar Engkau memberikan ampunan kepadaku.”
Doa ini menunjukkan bahwa waktu berbuka puasa juga dimanfaatkan para sahabat untuk memohon ampunan.
Baca juga: Panduan Qadha Puasa Ramadhan: Dalil, Niat, Doa Buka Puasa dan Batas Waktunya Menurut Ulama
Kelima doa berbuka puasa tersebut dapat diamalkan sesuai kemampuan dan kemudahan masing-masing.
Seseorang tidak harus membaca seluruh doa sekaligus ketika berbuka.
Memilih satu atau dua doa yang mudah dihafal sudah cukup untuk meraih keberkahan waktu mustajab saat ifthar.
Keutamaan doa berbuka puasa terletak pada keyakinan, kekhusyukan, dan kesungguhan hati dalam memohon kepada Allah SWT.
Semoga puasa dan seluruh amal ibadah Ramadan diterima serta membawa keberkahan bagi setiap Muslim. Wallahu a’lam.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang