Editor
KOMPAS.com-Shalat dhuha menjadi salah satu amalan sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan pada pagi hari oleh umat Islam.
Ibadah ini tidak hanya mudah dilakukan, tetapi juga memiliki keutamaan besar sebagai bentuk syukur atas nikmat kesehatan dan kesempatan hidup.
Banyak umat Islam mengamalkan shalat dhuha sebagai ikhtiar spiritual untuk memohon kelapangan rezeki dan ketenangan hati.
Lalu, bagaimana tata cara dan doa shalat dhuha yang dianjurkan setelah melaksanakannya?
Baca juga: Sholat Dhuha dan Doa-doanya, Amalan Pagi yang Diyakini Membuka Rezeki
Dilansir dari laman MUI, shalat dhuha dilaksanakan sebagaimana shalat sunnah pada umumnya dengan jumlah minimal dua rakaat.
Pelaksanaannya dilakukan setelah matahari terbit hingga menjelang waktu zuhur.
Niat shalat dhuha cukup dihadirkan di dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram.
Adapun lafal niat yang umum dibaca adalah sebagai berikut:
أُصَلِّيْ سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Artinya: “Saya niat Shalat sunah dhuha dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
Baca juga: Shalat Syuruq vs Dhuha: Arti, Waktu, dan Perbedaannya
Setelah selesai melaksanakan shalat dhuha, umat Islam dianjurkan untuk memanjatkan doa.
Salah satu doa yang banyak diamalkan adalah doa yang berisi permohonan kelapangan rezeki dan keberkahan hidup.
Berikut bacaan doa shalat dhuha yang populer:
اَللّٰهُمَّ إِنَّ الضَّحَآءَ ضَحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللّٰهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِيْ فِي السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ، وَإِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ، وَإِنْ كَانَ مُعْسَرًا فَيَسِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ، بِحَقِّ ضَحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِيْ مَآ أَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ
Artinya: “Wahai Tuhanku, sungguh dhuha ini adalah dhuha-Mu, keagungan ini adalah keagungan-Mu, keindahan ini adalah keindahan-Mu, kekuatan ini adalah kekuatan-Mu, dan penjagaan ini adalah penjagaan-Mu. Wahai Tuhanku, jika rezekiku berada di atas langit, maka turunkanlah; jika berada di dalam bumi, maka keluarkanlah; jika dipersulit, mudahkanlah; jika (tercampur tanpa sengaja dengan yang) haram, sucikanlah; jika jauh, dekatkanlah; dengan hak dhuha, keelokan, keindahan, kekuatan, dan kekuasaan-Mu, datangkanlah kepadaku apa yang Engkau datangkan kepada para hamba-Mu yang saleh.”
Selain doa panjang, terdapat doa singkat yang juga dianjurkan sebagai bentuk tawakal kepada Allah SWT.
اَللّٰهُمَّ بِكَ أُصَاوِلُ وَبِكَ أُحَاوِلُ وَبِكَ أُقَاتِلُ
Artinya: “Dengan-Mu aku menerjang. Dengan-Mu aku berupaya. Dengan-Mu aku berjuang.”
Baca juga: Panduan Lengkap Sholat Dhuha: Waktu, Niat, Tata Cara, Doa, dan Keutamaannya
Sebagian ulama juga menganjurkan untuk memperbanyak istighfar setelah shalat dhuha sebagai bentuk penyempurna ibadah.
Doa istighfar ini dapat dibaca sebanyak 40 hingga 100 kali.
رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ
Artinya: “Tuhanku, ampunilah aku. Kasihanilah aku. Terimalah tobatku. Sungguh Engkau Maha Penerima Tobat dan Maha Penyayang.”
Shalat dhuha tidak hanya menjadi ibadah tambahan, tetapi juga sarana melatih keistiqamahan dalam beribadah.
Amalan ini mengajarkan pentingnya mengisi waktu pagi dengan hal yang bermanfaat dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Melalui shalat dhuha, seorang Muslim diharapkan mampu meraih ketenangan batin sekaligus membuka pintu keberkahan dalam kehidupan sehari-hari.
Menghidupkan pagi dengan ibadah menjadi langkah sederhana yang dapat membawa dampak besar dalam perjalanan spiritual seorang hamba.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang