Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Arus Balik Lebaran H+3 Membeludak, Jalur Puncak-Cianjur Macet Parah hingga Akses Wisata Disekat

Kompas.com, 24 Maret 2026, 19:27 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com – Arus balik Lebaran 2026 masih menunjukkan lonjakan signifikan. Pada H+3 Lebaran Selasa (24/3/2026), volume kendaraan pemudik yang melintas di jalur utama Cianjur terpantau tetap tinggi, bahkan tersendat di sejumlah titik rawan kemacetan.

Pantauan di lapangan pada Selasa menunjukkan antrean kendaraan terjadi di jalur Puncak-Cipanas serta Jalan Raya Bandung-Cianjur.

Kepadatan semakin meningkat saat kendaraan arus balik bercampur dengan wisatawan yang menuju kawasan Puncak, seperti Kebun Raya Cibodas dan Taman Bunga Nusantara.

Baca juga: Hindari Macet Arus Balik 2026! Ini Cara Cek CCTV Tol Real-Time dan 5 Aplikasi Navigasi Terbaik

Situasi ini membuat petugas harus turun tangan melakukan berbagai rekayasa lalu lintas. Salah satunya dengan penyekatan kendaraan menuju destinasi wisata di sepanjang jalur Puncak-Cipanas untuk mencegah antrean semakin panjang.

Tak hanya di jalan utama, kepadatan juga terlihat di sejumlah rest area dan SPBU di sepanjang jalur Puncak-Cianjur.

Banyak pemudik yang memilih beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan menuju wilayah Jabodetabek dan Banten.

Antrean panjang bahkan terlihat di akses menuju tempat wisata populer. Dampaknya, arus lalu lintas di jalur utama sempat tersendat selama beberapa menit akibat penumpukan kendaraan.

Puluhan petugas dikerahkan untuk melakukan pengaturan dan penyekatan arus guna mengurai kepadatan yang terus meningkat.

Kasatlantas Polres Cianjur AKP Aang Andi Suhandi mengatakan memasuki H+3 Lebaran volume kendaraan pemudik tujuan balik masih cukup tinggi berbaur dengan wisatawan yang hendak berlibur di kawasan Puncak-Cipanas.

Berbagai langkah antisipasi pun dilakukan, mengingat pada H+2 Lebaran antrean kendaraan sempat mencapai panjang hingga 18 kilometer ke arah Puncak-Bogor, dengan laju kendaraan terhenti cukup lama.

Baca juga: Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Hari Ini, One Way Nasional Diberlakukan dari Kalikangkung ke Cikampek

"Kami menerapkan sistem satu arah dan menutup jalur menuju Puncak dari Cianjur, guna mencairkan antrean di jalur Puncak-Cianjur, sehingga sebelum tengah malam antrean mencair dan jalur kembali dibuka normal," katanya dikutip dari Antaranews, Selasa (24/3/2026).

Pihak kepolisian mengimbau para pengendara untuk tetap berhati-hati, mematuhi arahan petugas, serta mempertimbangkan waktu perjalanan guna menghindari puncak kepadatan arus balik Lebaran.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Cara Sujud Sahwi dan Panduan Saat Lupa Jumlah Rakaat Saat Shalat
Cara Sujud Sahwi dan Panduan Saat Lupa Jumlah Rakaat Saat Shalat
Doa dan Niat
Cara Daftar Nikah di KUA 2026, Ini Alur Offline dan Online yang Wajib Diketahui
Cara Daftar Nikah di KUA 2026, Ini Alur Offline dan Online yang Wajib Diketahui
Aktual
5 Waktu yang Dilarang untuk Shalat, Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
5 Waktu yang Dilarang untuk Shalat, Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Aktual
Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak di Pekalongan, Masjid Al-Fairus Layani Ratusan Pemudik
Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak di Pekalongan, Masjid Al-Fairus Layani Ratusan Pemudik
Aktual
Selain Ancaman Banjir Bandang, Arab Saudi Diterjang Hujan Es
Selain Ancaman Banjir Bandang, Arab Saudi Diterjang Hujan Es
Aktual
Kapan Lebaran Haji 2026? Ini Jadwal Idul Adha Versi Pemerintah dan Muhammadiyah
Kapan Lebaran Haji 2026? Ini Jadwal Idul Adha Versi Pemerintah dan Muhammadiyah
Aktual
Arus Balik Lebaran H+3 Membeludak, Jalur Puncak-Cianjur Macet Parah hingga Akses Wisata Disekat
Arus Balik Lebaran H+3 Membeludak, Jalur Puncak-Cianjur Macet Parah hingga Akses Wisata Disekat
Aktual
Haji 2026 Tetap Jalan! Menhaj Pastikan Keberangkatan Sesuai Jadwal Meski Geopolitik Memanas
Haji 2026 Tetap Jalan! Menhaj Pastikan Keberangkatan Sesuai Jadwal Meski Geopolitik Memanas
Aktual
Bisht, Jubah Tradisional Arab Saudi yang Jadi Simbol Kehormatan dan Tradisi Saat Idul Fitri
Bisht, Jubah Tradisional Arab Saudi yang Jadi Simbol Kehormatan dan Tradisi Saat Idul Fitri
Aktual
Lebaran Haji 2026 Bulan Apa? Ini Jadwal Lengkap Idul Adha, Libur, dan Tanggal Pentingnya
Lebaran Haji 2026 Bulan Apa? Ini Jadwal Lengkap Idul Adha, Libur, dan Tanggal Pentingnya
Aktual
Arab Saudi Larang Overstay Umrah 2026, Jemaah Terancam Deportasi
Arab Saudi Larang Overstay Umrah 2026, Jemaah Terancam Deportasi
Aktual
Menikah di Bulan Syawal, Benarkah Sunnah Nabi? Ini Dalil Hadits Nabi
Menikah di Bulan Syawal, Benarkah Sunnah Nabi? Ini Dalil Hadits Nabi
Aktual
Kapan Waktu Terbaik Bayar Utang Puasa? Ini Penjelasan Ulama 4 Mazhab
Kapan Waktu Terbaik Bayar Utang Puasa? Ini Penjelasan Ulama 4 Mazhab
Aktual
Kapan Masuk Sekolah Usai Lebaran 2026? Ini Jadwal SEB 3 Menteri
Kapan Masuk Sekolah Usai Lebaran 2026? Ini Jadwal SEB 3 Menteri
Aktual
33 Juta Paket Iftar Dibagikan di Masjidil Haram dan Nabawi Selama Ramadhan 2026
33 Juta Paket Iftar Dibagikan di Masjidil Haram dan Nabawi Selama Ramadhan 2026
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com