Editor
KOMPAS.com - Tradisi walimatussafar haji kembali ramai digelar menjelang musim keberangkatan jemaah tahun 2026.
Acara ini biasanya dilaksanakan calon jemaah haji di rumah atau lingkungan sekitar sebagai bentuk pamitan sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Di Indonesia, walimatussafar menjadi momen penting untuk bersilaturahmi, saling memaafkan, serta memohon doa keselamatan.
Di Jawa Barat, keberangkatan calon jemaah haji dijadwalkan mulai 21 April 2026 sehingga banyak keluarga mulai mengadakan acara tersebut.
Walimatussafar bukan sekadar tradisi seremonial. Dalam acara ini, calon jemaah, keluarga yang ditinggalkan, kerabat, hingga tetangga saling mendoakan agar ibadah haji berjalan lancar dan kembali dengan selamat.
Karena itu, doa-doa walimatussafar kerap menjadi bagian utama dalam rangkaian acara.
Baca juga: 6 Teks Sambutan Walimatussafar untuk Persiapan Keberangkatan Haji 2026 Penuh Doa dan Harapan
Berikut adalah beberapa doa-doa walimatussafar yang dapat dilantunkan saat mengiringi keberangkatan jemaah haji ke Tanah Suci.
Doa ini dibaca calon jemaah haji sebagai bentuk titipan kepada Allah SWT agar keluarga di rumah selalu berada dalam perlindungan-Nya.
أَسْتَوْدِعُكَ اللَّهَ الَّذِي لَا تَضِيعُ وَدَائِعُهُ
Latin: Astawdi'ukallahal ladzii laa tadhii'u wa daa-i'uh.
Artinya: "Aku menitipkan engkau kepada Allah, yang tidak akan pernah menyia-nyiakan titipan-Nya."
Doa ini biasa dibacakan kepada pasangan, anak, orang tua, maupun keluarga dekat yang ditinggalkan sementara waktu.
Doa ini dibacakan keluarga, kerabat, tamu undangan, maupun tetangga sebagai bentuk harapan agar calon jemaah diberi keselamatan dan kemudahan selama perjalanan.
زَوَّدَكَ اللَّهُ التَّقْوَى، وَغَفَرَ ذَنْبَكَ، وَيَسَّرَ لَكَ الْخَيْرَ حَيْثُمَا كُنْتَ
Latin: Zawwadakallaahut taqwaa, wa ghafara dzanbaka, wa yassara lakal khaira haitsumaa kunta.
Artinya: "Semoga Allah membekalimu dengan ketakwaan, mengampuni dosamu, dan memudahkan kebaikan bagimu di mana pun kamu berada."
Doa ini sering diucapkan saat berjabat tangan atau berpamitan dengan calon jemaah.
Pada akhir acara, biasanya ustaz, tokoh agama, atau sesepuh memimpin doa bersama agar seluruh rangkaian ibadah haji diberi kelancaran dan diterima Allah SWT.
اللَّهُمَّ اجْعَلْ حَجَّنَا حَجًّا مَبْرُوْرًا، وَسَعْيًا مَشْكُوْرًا، وَذَنْبًا مَغْفُوْرًا، وَعَمَلًا صَالِحًا مَقْبُوْلًا، وَتِجَارَةً لَنْ تَبُوْرَ
Latin: Allaahummaj’al hajjanaa hajjan mabruuran, wa sa’yan masykuuran, wa dzanban maghfuuran, wa ‘amalan shaalihan maqbuulan, wa tijaaratan lan tabuur.
Artinya: "Ya Allah, jadikanlah haji kami haji yang mabrur, sa'i yang penuh syukur, dosa yang terampuni, amal saleh yang diterima, dan perniagaan yang tidak akan merugi."
Walimatussafar berasal dari kata walimah yang berarti jamuan atau pertemuan, serta safar yang berarti perjalanan.
Dalam konteks haji, walimatussafar dimaknai sebagai acara perpisahan atau pamitan sebelum berangkat menunaikan ibadah haji.
Masyarakat Indonesia menjadikan tradisi ini sebagai sarana mempererat hubungan keluarga dan lingkungan sekitar.
Selain itu, momen ini juga digunakan untuk meminta restu dan doa dari sesama muslim.
Walimatussafar haji hingga kini tetap menjadi tradisi yang hidup di tengah masyarakat Indonesia.
Selain sebagai ajang silaturahmi, acara ini menjadi pengingat bahwa ibadah haji bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual.
Dengan saling mendoakan, calon jemaah diharapkan berangkat dengan hati tenang, menjalankan ibadah dengan khusyuk, dan pulang membawa predikat haji mabrur.
Itulah beberapa doa walimatussafar haji yang bisa dibaca calon jemaah, keluarga, hingga tamu undangan.
Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul "Doa Walimatussafar Dibaca Calon Jemaah Haji dan Keluarga hingga Tamu dan Tetangga".
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang