Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Niat dan Tata Cara Shalat Idul Adha 2026, Beserta Waktu, Bacaan & Sunnahnya

Kompas.com, 26 Mei 2026, 15:00 WIB
Add on Google
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Shalat Idul Adha menjadi salah satu ibadah yang paling dinanti umat Islam setiap datangnya 10 Dzulhijjah.

Pada momen ini, jutaan Muslim di berbagai penjuru dunia berkumpul di lapangan, masjid, hingga tanah terbuka untuk melaksanakan shalat hari raya secara berjamaah.

Tahun ini, pemerintah, Muhammadiyah, dan Nahdlatul Ulama (NU) menetapkan Hari Raya Idul Adha jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.

Keseragaman penetapan tersebut membuat suasana Idul Adha terasa semakin semarak karena umat Islam dapat merayakannya bersama-sama.

Meski dilaksanakan setiap tahun, masih banyak umat Islam yang mencari kembali panduan lengkap mengenai niat dan tata cara shalat Idul Adha.

Mulai dari jumlah takbir, bacaan surat yang dianjurkan, hingga bagaimana pelaksanaannya apabila dilakukan sendiri di rumah.

Lalu bagaimana sebenarnya tata cara shalat Idul Adha sesuai sunnah Nabi Muhammad SAW?

Hukum Shalat Idul Adha Menurut Ulama

Para ulama memiliki pandangan berbeda mengenai hukum shalat Idul Adha. Namun seluruhnya sepakat bahwa ibadah ini sangat dianjurkan dan menjadi syiar besar umat Islam.

Dikutip dari buku Fikih Shalat Hari Raya karya Sofyan Chalid bin Idham Ruray, mayoritas ulama dari mazhab Syafi’i berpendapat hukum shalat Idul Adha adalah sunnah muakkad atau sunnah yang sangat dianjurkan.

Sementara Imam Abu Hanifah berpendapat shalat Idul Adha hukumnya wajib atau fardhu ‘ain bagi setiap Muslim laki-laki yang memenuhi syarat.

Pendapat serupa juga diikuti oleh Ibnu Taimiyah, Ibnul Qayyim, dan Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin.

Adapun Imam Ahmad bin Hanbal menyatakan hukum shalat Id termasuk fardhu kifayah, yaitu kewajiban kolektif yang gugur apabila telah dilaksanakan sebagian kaum Muslimin.

Perbedaan pendapat tersebut menunjukkan betapa besar perhatian para ulama terhadap ibadah hari raya ini.

Baca juga: Contoh Ucapan Selamat Idul Adha 2026 dalam Bahasa Jawa dan Artinya yang Penuh Doa

Waktu Pelaksanaan Shalat Idul Adha

Shalat Idul Adha dilaksanakan pada pagi hari tanggal 10 Dzulhijjah setelah matahari terbit.

Dalam buku Waktu Shalat: Kajian Fikih dan Astronomi karya Abd Karim Faiz dijelaskan, waktu shalat Id dimulai ketika matahari naik setinggi tombak atau memasuki waktu dhuha hingga sebelum tergelincirnya matahari (zawal).

Rasulullah SAW juga dikenal menyegerakan pelaksanaan shalat Idul Adha. Hal itu berbeda dengan Idul Fitri yang biasanya sedikit diakhirkan.

Dikutip dari buku Nabi Muhammad Sehari-hari karya Muhammad Ismail Al Jawisy, penyegeraan shalat Idul Adha bertujuan memberi kesempatan lebih luas kepada umat Islam untuk segera melaksanakan ibadah kurban setelah shalat selesai.

Tempat Terbaik untuk Shalat Idul Adha

Dalam banyak riwayat, Nabi Muhammad SAW lebih sering melaksanakan shalat Id di tanah lapang dibanding di masjid.

Hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim menyebutkan:

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar pada hari Idul Fitri dan Idul Adha menuju lapangan tempat shalat.” (HR Bukhari dan Muslim)

Oleh karena itu, para ulama menyebut lapangan atau tempat terbuka sebagai lokasi paling utama untuk melaksanakan shalat Idul Adha.

Meski demikian, apabila kondisi cuaca, keamanan, atau situasi tertentu tidak memungkinkan, shalat Idul Adha tetap boleh dilakukan di masjid maupun di rumah.

Pendapat ini dijelaskan dalam kitab-kitab fikih mazhab Malikiyah, Syafi’iyah, dan Hanabilah.

Baca juga: Doa Buka Puasa Idul Adha Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Niat Shalat Idul Adha Lengkap

Niat menjadi bagian penting dalam setiap ibadah, termasuk shalat Idul Adha.

Dalam mazhab Syafi’i, melafalkan niat hukumnya sunnah untuk membantu menghadirkan niat di dalam hati.

Niat Shalat Idul Adha Sebagai Makmum

أُصَلِّي سُنَّةَ عِيْدِ الْأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushallii sunnata ‘iidil adhhaa rak’ataini ma’muuman lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Saya berniat shalat sunnah Idul Adha dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”

Niat Shalat Idul Adha Sebagai Imam

أُصَلِّي سُنَّةَ عِيْدِ الْأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushallii sunnata ‘iidil adhhaa rak’ataini imaaman lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Saya berniat shalat sunnah Idul Adha dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta’ala.”

Niat Shalat Idul Adha Sendiri

أُصَلِّي سُنَّةَ عِيْدِ الْأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushallii sunnata ‘iidil adhhaa rak’ataini lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Saya berniat shalat sunnah Idul Adha dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

Tata Cara Shalat Idul Adha Lengkap

Shalat Idul Adha dilaksanakan sebanyak dua rakaat dengan tambahan takbir pada rakaat pertama dan kedua.

Dikutip dari buku Panduan Lengkap Shalat Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha karya Ustadz Firanda Andirja, berikut tata cara lengkapnya:

Rakaat Pertama

  1. Berniat shalat Idul Adha
  2. Takbiratul ihram
  3. Membaca doa iftitah
  4. Bertakbir tujuh kali (di luar takbiratul ihram)
  5. Membaca surat Al-Fatihah
  6. Membaca surat pilihan
  7. Rukuk
  8. I’tidal
  9. Sujud pertama
  10. Duduk di antara dua sujud
  11. Sujud kedua

Rakaat Kedua

  1. Berdiri sambil bertakbir
  2. Bertakbir lima kali
  3. Membaca surat Al-Fatihah
  4. Membaca surat pilihan
  5. Rukuk
  6. I’tidal
  7. Sujud pertama
  8. Duduk di antara dua sujud
  9. Sujud kedua
  10. Tasyahud akhir
  11. Salam

Setelah shalat selesai, imam biasanya menyampaikan khutbah Idul Adha.

Baca juga: Lokasi Shalat Idul Adha 2026 Muhammadiyah di Semarang, Rabu 27 Mei 2026

Bacaan Surat yang Dianjurkan Saat Shalat Idul Adha

Rasulullah SAW memiliki beberapa kebiasaan membaca surat tertentu ketika shalat Id.

Dalam hadis riwayat Muslim disebutkan Nabi SAW pernah membaca surat Qaaf pada rakaat pertama dan surat Al-Qamar pada rakaat kedua.

Riwayat lain menyebut Nabi membaca surat Al-A’la dan Al-Ghasyiyah.

Dari An-Nu’man bin Basyir RA:

“Rasulullah SAW membaca dalam shalat Id dan Jumat surat Sabbihisma Rabbikal A’la dan Hal Ataaka Hadiitsul Ghaasyiyah.” (HR Muslim)

Oleh karena itu, surat yang disunnahkan dibaca saat shalat Idul Adha antara lain:

  • Surat Qaaf dan Al-Qamar
  • Surat Al-A’la dan Al-Ghasyiyah

Namun apabila tidak hafal, jamaah tetap boleh membaca surat lain dalam Al-Qur’an.

Sunnah Sebelum dan Sesudah Shalat Idul Adha

Selain tata cara shalat, terdapat beberapa amalan sunnah yang dianjurkan pada Hari Raya Idul Adha.

Dikutip dari buku Fiqih Sunnah karya Sayyid Sabiq, di antaranya:

1. Mandi Sebelum Berangkat Shalat

Mandi sunnah Id dilakukan untuk membersihkan diri dan menyambut hari raya dengan keadaan terbaik.

2. Memakai Pakaian Terbaik

Rasulullah SAW mengenakan pakaian terbaiknya ketika hari raya.

3. Tidak Makan Sebelum Shalat

Berbeda dengan Idul Fitri, pada Idul Adha umat Islam dianjurkan menunda makan hingga selesai shalat dan menyantap daging kurban apabila ada.

4. Bertakbir

Takbir Idul Adha disunnahkan sejak malam 10 Dzulhijjah hingga hari tasyrik.

5. Berjalan Kaki ke Tempat Shalat

Sebagian ulama menyebut Nabi SAW berjalan kaki menuju lapangan shalat Id.

Apakah Shalat Idul Adha Bisa Dilakukan di Rumah?

Dalam kondisi tertentu, shalat Idul Adha boleh dilakukan di rumah, baik berjamaah bersama keluarga maupun sendiri.

Hal tersebut pernah dipraktikkan para sahabat ketika terdapat uzur tertentu.

Dalam buku Al-Fiqh Al-Manhaji karya Syekh Mustafa Al-Khin dijelaskan, shalat Id yang dilakukan di rumah tetap sah meskipun tanpa khutbah.

Mengapa Shalat Idul Adha Memiliki Banyak Takbir?

Tambahan takbir dalam shalat Id menjadi simbol pengagungan kepada Allah SWT.

Menurut Imam Ibn Rajab dalam Lathaif Al-Ma’arif, takbir-takbir tersebut menjadi bentuk syukur dan penghambaan seorang Muslim pada hari raya, sekaligus menghidupkan syiar Islam di tengah masyarakat.

Oleh karena itu, suasana shalat Idul Adha selalu terasa berbeda dibanding shalat lainnya. Gemuruh takbir, pakaian terbaik, hingga berkumpulnya umat Islam dalam satu tempat menjadi simbol persaudaraan dan ketakwaan.

Shalat Idul Adha bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus meneladani keikhlasan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Timwas DPR Menilai Optimalisasi Produk Pangan RI untuk Haji dan Umrah Bisa Gerakkan Ekonomi Nasional
Timwas DPR Menilai Optimalisasi Produk Pangan RI untuk Haji dan Umrah Bisa Gerakkan Ekonomi Nasional
Aktual
Tata Cara Mandi Sunnah Idul Adha 2026 Lengkap dengan Niat & Waktunya
Tata Cara Mandi Sunnah Idul Adha 2026 Lengkap dengan Niat & Waktunya
Aktual
Takbir Idul Adha 2026 Dimulai Malam Ini, Ini Bacaan & Amalan Sunnahnya
Takbir Idul Adha 2026 Dimulai Malam Ini, Ini Bacaan & Amalan Sunnahnya
Aktual
Tata Cara Menyembelih Hewan Kurban Idul Adha 2026 Sesuai Syariat Islam
Tata Cara Menyembelih Hewan Kurban Idul Adha 2026 Sesuai Syariat Islam
Aktual
Jelang Idul Adha 2026, Guru Besar UNP Ingatkan Bahaya “Kemelekatan” Harta dan Kekuasaan
Jelang Idul Adha 2026, Guru Besar UNP Ingatkan Bahaya “Kemelekatan” Harta dan Kekuasaan
Aktual
Bolehkah Minum Sebelum Shalat Idul Adha? Ini Penjelasan Hadis Nabi
Bolehkah Minum Sebelum Shalat Idul Adha? Ini Penjelasan Hadis Nabi
Aktual
Wukuf Arafah: Doa Jemaah Haji Indonesia dan Harapan Terkabul
Wukuf Arafah: Doa Jemaah Haji Indonesia dan Harapan Terkabul
Aktual
Daging Kurban Disimpan Lebih dari 3 Hari, Apakah Dilarang Islam? Ini Hukumnya
Daging Kurban Disimpan Lebih dari 3 Hari, Apakah Dilarang Islam? Ini Hukumnya
Aktual
Niat dan Tata Cara Shalat Idul Adha 2026, Beserta Waktu, Bacaan & Sunnahnya
Niat dan Tata Cara Shalat Idul Adha 2026, Beserta Waktu, Bacaan & Sunnahnya
Doa dan Niat
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Masjid Istiqlal Jakarta, Terbuka untuk Umum
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Masjid Istiqlal Jakarta, Terbuka untuk Umum
Aktual
Kumpulan Doa di Hari Arafah 2026 Paling Mustajab Beserta Keutamaannya
Kumpulan Doa di Hari Arafah 2026 Paling Mustajab Beserta Keutamaannya
Aktual
Ketika Marwah Pesantren Dipertaruhkan
Ketika Marwah Pesantren Dipertaruhkan
Aktual
Saudi Minta Jamaah Haji Hindari Sinar Matahari Langsung Saat Puncak Haji 2026
Saudi Minta Jamaah Haji Hindari Sinar Matahari Langsung Saat Puncak Haji 2026
Aktual
BAZNAS RI Dorong Ekosistem Zakat Daerah lewat Forum Nasional di Majalengka
BAZNAS RI Dorong Ekosistem Zakat Daerah lewat Forum Nasional di Majalengka
Aktual
Malam Wukuf, Menhaj dan Wakil Menteri Cek Tenda Jemaah
Malam Wukuf, Menhaj dan Wakil Menteri Cek Tenda Jemaah
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com