Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Doa dan Dzikir 1 Muharram 2026, Amalan Awal Tahun Memohon Ampunan

Kompas.com, 10 Juni 2026, 08:44 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Pergantian tahun dalam kalender Hijriah bukan sekadar perubahan angka dari satu tahun ke tahun berikutnya.

Bagi umat Islam, datangnya malam 1 Muharram merupakan momentum spiritual yang sarat makna, sebuah kesempatan untuk menengok perjalanan hidup yang telah dilalui sekaligus menata langkah menuju masa depan yang lebih baik.

Saat matahari terbenam dan bulan Muharram mulai menyapa, banyak Muslim di berbagai belahan dunia mengisi malam tersebut dengan ibadah, dzikir, membaca Al-Qur'an, serta memanjatkan doa kepada Allah SWT.

Tidak sedikit pula yang menjadikan malam Tahun Baru Islam sebagai waktu untuk bermuhasabah, mengevaluasi diri, mengingat dosa dan kesalahan yang pernah dilakukan, lalu memperbarui tekad untuk menjadi hamba yang lebih taat.

Lalu, doa dan dzikir apa saja yang dapat diamalkan pada malam 1 Muharram 2026?

Muharram, Bulan yang Dimuliakan Allah

Muharram merupakan salah satu dari empat bulan haram atau bulan yang dimuliakan dalam Islam.

Allah SWT berfirman dalam Surah At-Taubah ayat 36 bahwa jumlah bulan di sisi Allah ada dua belas bulan, dan di antaranya terdapat empat bulan yang disucikan.

Dalam kitab Lathaif Al-Ma'arif karya Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali dijelaskan bahwa Muharram memiliki kedudukan istimewa karena menjadi pembuka tahun Hijriah sekaligus termasuk bulan yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh.

Rasulullah SAW bahkan menyebut Muharram sebagai "Syahrullah" atau bulan Allah. Sebutan ini menunjukkan keagungan Muharram dibandingkan bulan-bulan lainnya.

Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

"Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram."

Karena itu, banyak ulama menganjurkan umat Islam untuk mengisi awal tahun dengan amal ibadah, termasuk memperbanyak dzikir, doa, istighfar, dan taubat.

Baca juga: Puasa Asyura Hapus Dosa Setahun, Ini Keutamaan 10 Muharram

Tidak Ada Doa Khusus yang Diwajibkan Rasulullah

Salah satu pertanyaan yang sering muncul setiap menjelang Tahun Baru Islam adalah apakah terdapat doa khusus yang secara pasti diajarkan Rasulullah SAW untuk malam 1 Muharram.

Dalam buku Di Balik 7 Hari Besar Islam: Sejarah, Makna dan Amaliah karya Muhammad Sholikhin dijelaskan bahwa doa awal tahun dan akhir tahun yang populer dibaca masyarakat Muslim bukan berasal dari hadis sahih Rasulullah SAW.

Doa tersebut tidak ditemukan dalam kitab-kitab hadis utama yang diriwayatkan para sahabat maupun tabi'in.

Namun demikian, para ulama memperbolehkan membacanya karena isinya berupa permohonan ampunan, perlindungan, dan harapan kepada Allah SWT.

Dengan kata lain, umat Islam tidak wajib membaca doa tertentu pada malam 1 Muharram. Setiap Muslim bebas memanjatkan doa sesuai kebutuhan dan harapannya selama berisi kebaikan.

Mengapa Malam 1 Muharram Menjadi Waktu Muhasabah?

Tahun baru sering kali dipandang sebagai waktu yang tepat untuk membuat resolusi. Dalam Islam, konsep tersebut dikenal dengan istilah muhasabah atau introspeksi diri.

Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin menjelaskan bahwa seorang mukmin hendaknya selalu mengevaluasi dirinya sebagaimana seorang pedagang menghitung keuntungan dan kerugiannya setiap hari.

Malam 1 Muharram menjadi momen yang sangat tepat untuk bertanya kepada diri sendiri:

  • Sudahkah shalat dijaga dengan baik?
  • Berapa banyak dosa yang masih belum ditaubati?
  • Apakah hubungan dengan orang tua sudah diperbaiki?
  • Apakah hak-hak sesama manusia sudah ditunaikan?

Pertanyaan-pertanyaan inilah yang membuat malam Tahun Baru Islam memiliki nuansa spiritual yang berbeda dibandingkan perayaan pergantian tahun pada umumnya.

Doa Akhir Tahun untuk Memohon Pengampunan

Sebagian ulama menganjurkan membaca doa akhir tahun menjelang berakhirnya tahun Hijriah.

Doa ini berisi pengakuan atas kesalahan, penyesalan atas dosa yang telah dilakukan, serta harapan agar Allah SWT menerima amal saleh yang telah dikerjakan selama setahun terakhir.

Esensi utama doa tersebut bukan terletak pada lafaznya, melainkan pada sikap hati yang penuh penyesalan dan keinginan untuk memperbaiki diri.

Karena itu, siapa pun dapat memanjatkan doa dengan bahasa yang dipahami, memohon agar Allah menghapus dosa-dosa yang telah lalu dan menerima amal ibadah yang telah dilakukan.

Baca juga: Kalender Islam Juni 2026: Catat Tanggal 1 Muharram 1448 H dan Tahun Baru Islam

Doa Awal Tahun: Memulai Muharram dengan Harapan Baru

Setelah memasuki malam 1 Muharram, banyak umat Islam membaca doa awal tahun yang berisi permohonan perlindungan dari godaan setan, kekuatan untuk mengendalikan hawa nafsu, serta bimbingan agar sepanjang tahun diisi dengan amal yang mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Makna terdalam dari doa awal tahun adalah pengakuan bahwa manusia tidak mampu menjalani kehidupan tanpa pertolongan Allah.

Karena itulah, memasuki tahun baru bukan sekadar menyusun target duniawi, tetapi juga memperbarui komitmen spiritual.

Perbanyak Istighfar di Awal Tahun

Amalan yang paling dianjurkan pada malam 1 Muharram adalah memperbanyak istighfar.

Dalam kitab Riyadhus Shalihin karya Imam An-Nawawi dijelaskan bahwa Rasulullah SAW sendiri beristighfar lebih dari 70 kali sehari meskipun beliau merupakan manusia yang telah dijamin ampunannya.

Bacaan istighfar yang dapat diamalkan:

Astaghfirullahal 'azhim alladzi la ilaha illa huwal hayyul qayyum wa atubu ilaih.

Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, tiada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertobat kepada-Nya."

Istighfar menjadi pintu awal bagi seorang hamba untuk membersihkan dirinya sebelum memasuki tahun yang baru.

Membaca Doa Taubat Nabi Adam AS

Setelah melakukan kesalahan di surga, Nabi Adam AS dan Siti Hawa memohon ampun kepada Allah dengan doa yang kemudian diabadikan dalam Al-Qur'an Surah Al-A'raf ayat 23.

Doa ini sangat relevan dibaca pada malam 1 Muharram karena berisi pengakuan atas kelemahan manusia sekaligus harapan terhadap rahmat Allah.

Rabbanā zhalamnā anfusanā wa illam taghfir lanā wa tarhamnā lanakūnanna minal khāsirīn.

Artinya: "Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni dan menyayangi kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi."

Baca juga: Kapan Puasa 1 Muharram 1448 H? Catat Tanggal, Niat, dan Keutamaannya

Mengamalkan Dzikir Nabi Yunus AS

Ketika berada dalam perut ikan paus, Nabi Yunus AS memanjatkan doa yang kemudian dikenal sebagai salah satu dzikir paling agung dalam Islam.

Dalam hadis riwayat Tirmidzi disebutkan bahwa tidaklah seorang Muslim berdoa dengan doa tersebut dalam suatu kesulitan melainkan Allah akan mengabulkannya.

Lā ilāha illā anta subhānaka innī kuntu minaz zhālimīn.

Artinya: "Tiada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim."

Dzikir ini mengandung tiga unsur penting: tauhid, pengagungan kepada Allah, dan pengakuan atas kesalahan diri.

Dzikir yang Paling Dicintai Allah

Selain istighfar dan doa taubat, malam 1 Muharram dapat diisi dengan memperbanyak dzikir yang ringan di lisan namun berat dalam timbangan amal.

Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa Rasulullah SAW sangat menganjurkan membaca:

Subhanallah
Alhamdulillah
Allahu Akbar
La ilaha illallah

Keempat kalimat tersebut dikenal sebagai Al-Baqiyat Ash-Shalihat, yaitu amalan yang pahalanya terus kekal di sisi Allah.

Membaca Al-Qur'an untuk Membuka Tahun dengan Cahaya

Selain dzikir dan doa, para ulama juga menganjurkan membaca Al-Qur'an pada malam Tahun Baru Islam.

Dalam buku Fadhail Al-Qur'an karya Imam Ibnu Katsir dijelaskan bahwa Al-Qur'an merupakan petunjuk hidup yang mampu menenangkan hati dan mengarahkan manusia menuju jalan yang benar.

Membuka tahun dengan membaca Al-Qur'an menjadi simbol bahwa kehidupan di tahun mendatang hendaknya dibimbing oleh wahyu Allah, bukan semata-mata oleh keinginan duniawi.

Muharram Bukan Sekadar Tahun Baru

Banyak orang menganggap Muharram hanya sebagai perayaan pergantian kalender Islam. Padahal maknanya jauh lebih dalam.

Muharram adalah pengingat tentang hijrah, perubahan, dan keberanian meninggalkan keburukan menuju kebaikan.

Sebagaimana Rasulullah SAW dan para sahabat berhijrah demi mempertahankan iman, setiap Muslim juga diajak melakukan hijrah pribadi: meninggalkan dosa, memperbaiki akhlak, memperkuat ibadah, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Karena itu, malam 1 Muharram 2026 bukan sekadar malam pergantian tahun. Ia adalah kesempatan untuk memulai lembaran baru dengan hati yang lebih bersih, doa yang lebih tulus, dan harapan yang lebih besar kepada Allah SWT.

Di tengah berbagai kesibukan dan tantangan kehidupan, mungkin inilah saat terbaik untuk berhenti sejenak, menundukkan kepala, mengangkat kedua tangan, lalu memohon kepada Allah agar tahun yang baru menjadi jalan menuju keberkahan, ampunan, dan kehidupan yang lebih baik di dunia maupun akhirat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
3 Doa Jamaah Haji saat Meninggalkan Makkah dan Tiba di Rumah
3 Doa Jamaah Haji saat Meninggalkan Makkah dan Tiba di Rumah
Doa dan Niat
Jika Hidup Terasa Berat, Ingat 8 Janji Allah dalam Al-Qur'an Ini
Jika Hidup Terasa Berat, Ingat 8 Janji Allah dalam Al-Qur'an Ini
Aktual
Kader Muhammadiyah Gugat Aturan Isbat Awal Ramadhan ke MK
Kader Muhammadiyah Gugat Aturan Isbat Awal Ramadhan ke MK
Aktual
Kenapa Muharram Identik dengan Anak Yatim? Ini Sejarah dan Asalnya
Kenapa Muharram Identik dengan Anak Yatim? Ini Sejarah dan Asalnya
Aktual
Doa dan Dzikir 1 Muharram 2026, Amalan Awal Tahun Memohon Ampunan
Doa dan Dzikir 1 Muharram 2026, Amalan Awal Tahun Memohon Ampunan
Doa dan Niat
Percepat Kepulangan Jemaah Haji, Saudi Terapkan Gerbang Otomatis dan AI
Percepat Kepulangan Jemaah Haji, Saudi Terapkan Gerbang Otomatis dan AI
Aktual
Salah Pilih Pejabat Bisa Rusak Tata Kelola, Ini Pesan Muhammadiyah
Salah Pilih Pejabat Bisa Rusak Tata Kelola, Ini Pesan Muhammadiyah
Aktual
Ditemukan! Jejak Umar bin Khattab dan Ribuan Artefak di Jalur Haji Kuno
Ditemukan! Jejak Umar bin Khattab dan Ribuan Artefak di Jalur Haji Kuno
Aktual
Dugaan Penipuan Haji Rp 1,4 M: Badal Fiktif hingga Penyelewangan Dana Dam
Dugaan Penipuan Haji Rp 1,4 M: Badal Fiktif hingga Penyelewangan Dana Dam
Aktual
Apa yang Ditakdirkan untukmu Tak Akan Tertukar, Ini Penjelasan Rasulullah SAW
Apa yang Ditakdirkan untukmu Tak Akan Tertukar, Ini Penjelasan Rasulullah SAW
Aktual
Kemenhaj Akan Tindak Oknum KBIHU yang Diduga Terlibat Penipuan Badal Haji dan Dam
Kemenhaj Akan Tindak Oknum KBIHU yang Diduga Terlibat Penipuan Badal Haji dan Dam
Aktual
Penipuan Dam dan Badal Haji Terbongkar, Kemenhaj Ungkap Modusnya
Penipuan Dam dan Badal Haji Terbongkar, Kemenhaj Ungkap Modusnya
Aktual
Oleh-oleh Haji Tak Melulu Kurma, Jemaah Indonesia Juga Kirim Wajan hingga Teko dari Tanah Suci
Oleh-oleh Haji Tak Melulu Kurma, Jemaah Indonesia Juga Kirim Wajan hingga Teko dari Tanah Suci
Aktual
PPIH Arab Saudi Terima Penghargaan Setelah Lebih dari 135 Ribu Jamaah Haji Indonesia Bayar Dam Lewat Adahi
PPIH Arab Saudi Terima Penghargaan Setelah Lebih dari 135 Ribu Jamaah Haji Indonesia Bayar Dam Lewat Adahi
Aktual
Kemenhaj Siapkan Panduan Kemabruran Haji untuk Pembinaan Jamaah Sepulang dari Tanah Suci
Kemenhaj Siapkan Panduan Kemabruran Haji untuk Pembinaan Jamaah Sepulang dari Tanah Suci
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com