Editor
KOMPAS.com - Bersin merupakan hal yang lazim dialami setiap orang dalam aktivitas sehari-hari.
Dalam Islam, bersin tidak hanya dipandang sebagai reaksi tubuh, tetapi juga memiliki adab yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Umat Islam dianjurkan mengucapkan doa ketika bersin sebagai bentuk syukur kepada Allah atas nikmat kesehatan.
Baca juga: Doa Bersin dan Jawabannya Lengkap Sesuai Sunnah, Ini Adabnya
Orang yang mendengar pun dianjurkan memberikan jawaban berupa doa sebagai bentuk kepedulian antarsesama Muslim.
Adab ini menjadi bagian dari tuntunan akhlak yang memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat.
Karena itu, setiap Muslim perlu memahami bacaan doa ketika bersin beserta jawaban yang benar sesuai sunnah.
Baca juga: Doa Sapu Jagat: Bacaan Arab, Latin, Arti, dan Waktu Terbaik Mengamalkannya
Berikut bacaan doa ketika bersin, jawaban, serta artinya:
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ
Latin: Alhamdulillah
Artinya: "Segala puji bagi Allah."
Ucapan ini merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah setelah seseorang bersin. Dalam hadis riwayat Sahih Bukhari disebutkan bahwa seorang Muslim dianjurkan mengucapkan hamdalah setiap kali bersin.
يَرْحَمُكَ اللهُ
Latin:
Yarhamukallah (laki-laki)
Yarhamukillah (perempuan)
Artinya: "Semoga Allah merahmatimu."
Menjawab orang yang bersin bukan sekadar bentuk sopan santun, melainkan termasuk hak seorang Muslim atas Muslim lainnya. Dalam hadis riwayat Sahih Muslim, Rasulullah menyebutkan bahwa mendoakan orang yang bersin merupakan bagian dari lima kewajiban sosial sesama Muslim.
يَهْدِيْكُمُ اللهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ
Latin: Yahdiikumullaahu wa yushlihu baalakum
Artinya: "Semoga Allah memberi petunjuk kepadamu dan memperbaiki keadaanmu."
Rangkaian doa tersebut menunjukkan bahwa adab bersin dalam Islam tidak berhenti pada ucapan syukur, tetapi juga menghadirkan saling mendoakan di antara sesama Muslim sebagai wujud ukhuwah dan kasih sayang.
Rasulullah menjelaskan bahwa Allah menyukai orang yang bersin dan memuji-Nya, berbeda dengan menguap yang dianjurkan untuk ditahan.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – : أَنَّ النَّبِيَّ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ، قَالَ : (( إَنَّ اللهَ يُحِبُّ العُطَاسَ ، وَيَكْرَهُ التَّثَاؤُبَ ، فَإذَا عَطَسَ أَحَدُكُمْ وَحَمِدَ اللهَ تَعَالَى كَانَ حَقّاً عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ سَمِعَهُ أَنْ يَقُولَ لَهُ : يَرْحَمُكَ اللهُ ، وَأَمَّا التَّثَاؤُبُ فَإنَّمَا هُوَ مِنَ الشَّيْطَانِ ، فَإذَا تَثَاءَبَ أحَدُكُمْ فَلْيَرُدَّهُ مَا اسْتَطَاعَ ، فَإنَّ أحَدُكُمْ إِذَا تَثَاءَبَ ضَحِكَ مِنْهُ الشَّيْطَانُ )) رَوَاهُ البُخَارِيُّ
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
"Sesungguhnya Allah menyukai bersin dan membenci menguap. Maka, apabila salah seorang di antara kalian bersin dan memuji Allah, maka wajib bagi setiap orang muslim yang mendengarnya untuk mengucapkan, ‘YARHAMUKALLAH (artinya: semoga Allah merahmatimu)’." Adapun menguap, maka itu adalah dari setan. Apabila salah seorang di antara kalian menguap, hendaklah ia menahannya semampu mungkin. Karena, jika salah seorang di antara kalian menguap maka setan tertawa karenanya." (HR. Bukhari)
Hadis tersebut menjelaskan bahwa bersin merupakan keadaan yang dicintai Allah apabila disertai dengan ucapan hamdalah. Sebaliknya, menguap dianjurkan untuk ditahan karena berasal dari setan.
عَنْهُ ، عَنِ النَّبِيِّ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ، قَالَ : (( إِذَا عَطَسَ أحَدُكُمْ فَلْيَقُلْ : الحَمْدُ للهِ ، وَلْيَقُلْ لَهُ أخُوهُ أَوْ صَاحِبُهُ : يَرْحَمُكَ اللهُ . فَإِذَا قَالَ لَهُ : يَرْحَمُكَ اللهُ ، فَلْيَقُلْ : يَهْدِيكُمُ اللهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ )) رَوَاهُ البُخَارِيُّ.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
"Apabila salah seorang di antara kalian bersin, hendaklah ia mengucapkan, ‘ALHAMDULILLAH (artinya: segala puji bagi Allah)’. Dan hendaklah saudaranya atau rekannya mengucapkan untuknya, ‘YARHAMUKALLAH (artinya: Semoga Allah merahmatimu)’. Maka apabila ia telah mengucapkan semoga Allah merahmatimu, hendaklah yang bersin mengucapkan, ‘YAHDIKUMULLAH WA YUSH-LIH BAALAKUM (artinya: Semoga Allah memberi kalian hidayah dan membaguskan keadaan kalian)’." (HR. Bukhari)
Hadis ini menjadi landasan urutan adab ketika bersin sesuai sunnah, dimulai dengan mengucapkan Alhamdulillah, dijawab dengan Yarhamukallah, kemudian dibalas oleh orang yang bersin dengan Yahdiikumullaahu wa yushlihu baalakum.
Rangkaian doa tersebut mencerminkan nilai syukur, kepedulian, dan saling mendoakan yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam kehidupan sehari-hari.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang