Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Indonesia Berhasil Rekam Hilal Awal Rabiul Akhir 1447 H di Ketinggian Terendah

Kompas.com, 23 September 2025, 21:59 WIB
Khairina

Editor

Sumber Kemenag

KOMPAS.com-Kementerian Agama (Kemenag) menyatakan rukyatulhilal awal Rabiul Akhir 1447 H berhasil dilakukan di sejumlah titik observasi di Indonesia pada Senin (22/9/2025).

Hilal terpantau pada ketinggian rendah, termasuk di Observatorium Tgk. Chiek Kuta Karang, Lhoknga, Aceh, dan Observatorium Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Sulawesi Selatan.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, menyebut hasil pengamatan kali ini signifikan karena citra hilal terekam pada posisi lebih rendah dari biasanya.

Baca juga: Sejarah Nama-nama Bulan dalam Kalender Hijriyah

Menurutnya, capaian ini menunjukkan rukyatulhilal yang dilakukan para ahli falak semakin akurat dan dapat diandalkan sebagai dasar penetapan awal bulan hijriah.

Arsad menjelaskan, berdasarkan data hisab, saat matahari terbenam pada 29 Rabiul Awal 1447 H, tinggi hilal di Indonesia berkisar antara 3,41° di Melonguane hingga 4,7° di Pelabuhan Ratu.

Sementara itu, elongasi geosentris tercatat antara 6,17° di Waris dan 7,58° di Banda Aceh.

“Parameter ini sudah memenuhi kriteria imkanur rukyat MABIMS, sehingga hasil rukyat konsisten dengan perhitungan hisab,” kata Arsad di Jakarta, Senin (22/9/2025), dilansir dari laman Kemenag.

Baca juga: Doa dan Bacaan Dianjurkan di Bulan Rabi’ul Awal, Raih Berkah Kelahiran Nabi

Ia menilai keberhasilan pengamatan hilal ini menjadi bukti kapasitas ilmiah Indonesia yang didukung instrumen modern.

Kemampuan menangkap citra hilal pada posisi rendah dinilai sebagai capaian penting yang memperkuat legitimasi sidang isbat dan meningkatkan keyakinan masyarakat.

Arsad menambahkan, kegiatan rukyatulhilal dilakukan serentak di sejumlah titik di seluruh provinsi.

Tim pengamat terdiri dari unsur Kemenag, ormas Islam, perguruan tinggi, lembaga astronomi, serta perwakilan pengadilan agama.

“Kebersamaan ini memastikan rukyat berjalan transparan, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Ia menegaskan, hasil rukyat menjadi bukti empiris dalam penetapan awal bulan hijriah.

“Kita bersyukur hilal awal Rabiul Akhir 1447 H berhasil teramati, sehingga umat Islam memasuki bulan baru secara serentak dan penuh kepastian,” tambahnya.

Visualisasikan Hilal Lebih Awal

Sementara itu, Kasubdit Hisab Rukyat dan Syariah Kemenag, Ismail Fahmi, menyebut keberhasilan kali ini penting bagi perkembangan ilmu falak di Indonesia.

Menurutnya, citra hilal sebelumnya hanya dapat diperoleh pada ketinggian 5°, namun kini dapat diamati di bawah 5° berkat teknologi teleskop digital dan olah citra.

Ismail menjelaskan, data observasi dari Aceh, Makassar, hingga Jawa terekam dengan baik dan dapat diverifikasi secara ilmiah.

Hal ini menegaskan bahwa bukti rukyat tidak hanya berupa kesaksian mata, tetapi juga foto dan video.

Baca juga: Teks Khutbah Sholat Gerhana Bulan

Ia menilai konsistensi hasil rukyat dengan data hisab memperkuat kolaborasi antara astronomi dan fikih dalam penetapan kalender hijriah.

“Kalender kita tidak hanya berbasis hitungan, tetapi juga teruji dengan pengamatan langsung. Sinergi ini menjadi keunggulan Indonesia,” jelasnya.

Ismail menambahkan, pengamatan kali ini menorehkan sejarah karena berhasil memvisualisasikan hilal lebih awal dari perkiraan sebelumnya.

Dengan demikian, Indonesia turut memberi kontribusi dalam pengembangan metode rukyat global.

Ia menekankan pentingnya dokumentasi hasil rukyat untuk pendidikan dan penelitian di masa depan.

“Data yang dimiliki akan menjadi referensi penting bagi generasi mendatang serta memperkaya literatur astronomi Islam di Indonesia,” katanya.

Menurutnya, capaian ini menegaskan kesiapan Indonesia sebagai salah satu pusat rujukan observasi hilal di Asia Tenggara.

Indonesia memiliki SDM falak yang kompeten, jaringan observatorium yang berkembang, serta dukungan kuat dari pemerintah.

“Dengan capaian ini, kita optimis penetapan awal bulan hijriah di Indonesia akan semakin kokoh. Umat Islam dapat beribadah dengan tenang, karena didukung bukti hisab dan rukyat yang valid,” tutup Ismail.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kemenag Siapkan BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II Rp4,1 Triliun, Ini Jadwal Pengajuannya
Kemenag Siapkan BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II Rp4,1 Triliun, Ini Jadwal Pengajuannya
Aktual
Wamenag Minta Perketat Perlindungan Anak di Madrasah, bangun Budaya Berani Melapor
Wamenag Minta Perketat Perlindungan Anak di Madrasah, bangun Budaya Berani Melapor
Aktual
Muhammadiyah Maknai Jihad Masa Kini dengan Membangun Bangsa, Bukan Kekerasan
Muhammadiyah Maknai Jihad Masa Kini dengan Membangun Bangsa, Bukan Kekerasan
Aktual
Ma'ruf Amin Dorong NU Perkuat Umat dan Kemandirian Ekonomi
Ma'ruf Amin Dorong NU Perkuat Umat dan Kemandirian Ekonomi
Aktual
Buka Muktamar Tapak Suci XIV, Ahmad Luthfi Soroti Peran Pencak Silat dalam Membangun Karakter dan Persatuan
Buka Muktamar Tapak Suci XIV, Ahmad Luthfi Soroti Peran Pencak Silat dalam Membangun Karakter dan Persatuan
Aktual
Ahmad Muzani: Qanun Asasi NU Jadi Landasan Menjaga Keutuhan NKRI
Ahmad Muzani: Qanun Asasi NU Jadi Landasan Menjaga Keutuhan NKRI
Aktual
Muhammad Barie Irsyad, Sosok Pendekar Pendiri Tapak Suci Putera Muhammadiyah
Muhammad Barie Irsyad, Sosok Pendekar Pendiri Tapak Suci Putera Muhammadiyah
Aktual
Sejarah Tapak Suci, Organisasi Pencak Silat Muhammadiyah
Sejarah Tapak Suci, Organisasi Pencak Silat Muhammadiyah
Aktual
Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah Resmi Tetapkan 13 Formatur PPNA 2026-2030
Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah Resmi Tetapkan 13 Formatur PPNA 2026-2030
Aktual
Doa I'tidal: Arab, Latin, Arti, Gerakan, dan Bacaan Sesuai Sunnah
Doa I'tidal: Arab, Latin, Arti, Gerakan, dan Bacaan Sesuai Sunnah
Doa Harian
Resmi! Kemenag Bentuk Ditjen Pesantren, Ini Susunan Organisasinya
Resmi! Kemenag Bentuk Ditjen Pesantren, Ini Susunan Organisasinya
Aktual
MUI Ingatkan 3 Hal soal Agustusan: Mulai Kostum Pria hingga Hadiah Lomba
MUI Ingatkan 3 Hal soal Agustusan: Mulai Kostum Pria hingga Hadiah Lomba
Aktual
Cara Menunaikan Shalat Fardhu saat Darurat Bencana Gempa, Ada Keringanan
Cara Menunaikan Shalat Fardhu saat Darurat Bencana Gempa, Ada Keringanan
Aktual
Kapan Shalat Jamak Qashar Bisa Dilakukan? Ini Penjelasan Muhammadiyah
Kapan Shalat Jamak Qashar Bisa Dilakukan? Ini Penjelasan Muhammadiyah
Aktual
Jarak Bepergian untuk Jamak Qashar Berapa Km? Ini Penjelasan Muhammadiyah
Jarak Bepergian untuk Jamak Qashar Berapa Km? Ini Penjelasan Muhammadiyah
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar