Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Toilet Pintar Berbasis AI Resmi Uji Coba di Masjidil Haram dan Nabawi, Waktu Antre Jemaah Bakal Berkurang

Kompas.com, 28 Februari 2026, 10:01 WIB
Add on Google
Farid Assifa

Editor

Sumber Alharamain

KOMPAS.com – Inovasi layanan di kawasan suci kembali mencuri perhatian. Otoritas Pengelola Dua Masjid Suci memulai fase uji coba proyek toilet pintar (smart restrooms) sebagai bagian dari transformasi layanan digital di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Langkah ini disebut sebagai lompatan operasional besar yang bertujuan meningkatkan kualitas layanan bagi jutaan tamu Allah yang beribadah di dua masjid suci tersebut.

Andalkan IoT dan AI untuk Layanan Real-Time

Proyek toilet pintar ini memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI) untuk membangun sistem operasional berbasis data waktu nyata (real-time).

Melalui sistem ini, pengelola dapat:

  • Meningkatkan efisiensi manajemen operasional
  • Memperbaiki kualitas layanan fasilitas
  • Mengambil keputusan berbasis indikator akurat secara langsung

Baca juga: Arab Saudi Perketat Umrah Ramadhan 2026: Pintu Masjidil Haram Pakai Indikator Hijau-Merah

Model operasionalnya dirancang untuk mengurangi waktu antrean, memperlancar arus pergerakan jemaah di dalam kompleks, serta meningkatkan efisiensi secara menyeluruh melalui satu platform pusat terintegrasi.

Penunjuk Arah Cerdas, Jemaah Tak Perlu Lama Mengantre

Salah satu fitur unggulan proyek ini adalah smart spatial guidance atau sistem penunjuk arah cerdas.

Layar panduan akan menampilkan:

  • Status okupansi toilet secara langsung
  • Jumlah bilik yang tersedia
  • Lokasi toilet terdekat yang kosong

Dengan sistem ini, jemaah dapat langsung menuju fasilitas yang tersedia tanpa harus berkeliling atau mengantre panjang. Upaya ini diharapkan mampu mengurangi kepadatan sekaligus memperlancar mobilitas di dalam bangunan.

Udara Lebih Bersih dan Lingkungan Lebih Sehat

Tak hanya soal efisiensi, proyek ini juga menargetkan peningkatan kualitas lingkungan di dalam toilet.

Teknologi yang digunakan mendukung:

  • Peningkatan kualitas udara
  • Pengurangan bau tidak sedap
  • Standar kebersihan yang lebih tinggi dan berkelanjutan

Pendekatan berbasis teknologi ini menjadi bagian dari visi besar transformasi layanan publik di kawasan suci, yang setiap tahunnya menerima jutaan jemaah dari seluruh dunia.

Tahap Uji Coba Sebelum Diperluas

Otoritas menjelaskan bahwa fase saat ini merupakan tahap evaluasi langsung di lingkungan operasional nyata. Hasilnya akan menjadi dasar untuk ekspansi bertahap ke seluruh kompleks fasilitas di Dua Masjid Suci.

Baca juga: Pendaftaran Iktikaf Ramadhan 1447 H di Masjidil Haram Dibuka Secara Online, Catat Link dan Jadwalnya

Langkah ini mencerminkan komitmen menghadirkan pengalaman ibadah yang lebih nyaman, efisien, dan modern bagi para jemaah.

Di tengah arus digitalisasi global, inovasi seperti toilet pintar menunjukkan bahwa pelayanan di kawasan suci pun terus beradaptasi—memadukan nilai spiritual dengan teknologi mutakhir demi kenyamanan umat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Apa Itu Mandi Ihram? Ini Hukum, Niat, dan Tata Caranya Sebelum Haji dan Umrah
Apa Itu Mandi Ihram? Ini Hukum, Niat, dan Tata Caranya Sebelum Haji dan Umrah
Doa dan Niat
Saudi Tingkatkan Persiapan Haji 2026, Kerajaan Minta Seluruh Otoritas Beri Pelayanan Maksimal Kepada Jamaah
Saudi Tingkatkan Persiapan Haji 2026, Kerajaan Minta Seluruh Otoritas Beri Pelayanan Maksimal Kepada Jamaah
Aktual
Kisah Ashanty Dua Kali Gagal Berangkat Haji hingga Sempat Mempertanyakan Diri Sendiri
Kisah Ashanty Dua Kali Gagal Berangkat Haji hingga Sempat Mempertanyakan Diri Sendiri
Aktual
Bandara YIA Resmi Mulai Layani 26 Kloter Haji 2026 dari DIY dan Jawa Tengah
Bandara YIA Resmi Mulai Layani 26 Kloter Haji 2026 dari DIY dan Jawa Tengah
Aktual
Kemenkes: Jamaah Haji 2026 Perlu Menata Mental dan Ekspektasi agar Bisa Beribadah dengan Tenang
Kemenkes: Jamaah Haji 2026 Perlu Menata Mental dan Ekspektasi agar Bisa Beribadah dengan Tenang
Aktual
Arab Saudi Resmikan Terminal Keempat Inisiatif Rute Makkah di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar
Arab Saudi Resmikan Terminal Keempat Inisiatif Rute Makkah di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar
Aktual
Kanwil Kemenhaj Jelaskan Alasan Calhaj yang Hamil 16-24 Minggu Tak Diberangkatkan ke Tanah Suci
Kanwil Kemenhaj Jelaskan Alasan Calhaj yang Hamil 16-24 Minggu Tak Diberangkatkan ke Tanah Suci
Aktual
Menabung 13 Tahun, Pensiunan Guru SD di Tangerang Akhirnya Berangkat Haji di Usia 69 Tahun
Menabung 13 Tahun, Pensiunan Guru SD di Tangerang Akhirnya Berangkat Haji di Usia 69 Tahun
Aktual
 Tata Cara Wudhu, Tayamum, dan Shalat di Pesawat untuk Panduan Jemaah Haji
Tata Cara Wudhu, Tayamum, dan Shalat di Pesawat untuk Panduan Jemaah Haji
Aktual
8 Hal yang Dilarang Dilakukan Saat di Masjidil Haram,  Jemaah Haji Wajib Tahu
8 Hal yang Dilarang Dilakukan Saat di Masjidil Haram, Jemaah Haji Wajib Tahu
Aktual
Hari Bumi 22 April 2026: Perintah Menjaga Alam dalam Al-Qur’an
Hari Bumi 22 April 2026: Perintah Menjaga Alam dalam Al-Qur’an
Aktual
3 Kloter Perdana Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah, Layanan Fast Track Lancar
3 Kloter Perdana Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah, Layanan Fast Track Lancar
Aktual
Bolehkah Makan Ikan Sapu-Sapu? Ini Hukum dalam Islam dan Penjelasannya
Bolehkah Makan Ikan Sapu-Sapu? Ini Hukum dalam Islam dan Penjelasannya
Aktual
10 Sektor Penginapan Jemaah Haji 2026 di Makkah, Cek Jaraknya dari Masjidil Haram
10 Sektor Penginapan Jemaah Haji 2026 di Makkah, Cek Jaraknya dari Masjidil Haram
Aktual
Pemerintah Imbau Masyarakat Hindari Praktik Haji Non-Prosedural, WNI Wajib Kantongi Visa Resmi
Pemerintah Imbau Masyarakat Hindari Praktik Haji Non-Prosedural, WNI Wajib Kantongi Visa Resmi
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com