Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Makna Idul Adha Menurut Al-Qur’an: Jejak Ketakwaan, Pengorbanan, dan Kepedulian Sosial

Kompas.com, 14 April 2026, 11:24 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Idul Adha merupakan salah satu hari raya terbesar dalam Islam yang sarat dengan makna spiritual dan sosial.

Hari raya ini tidak hanya identik dengan penyembelihan hewan kurban, tetapi juga menjadi simbol ketakwaan, keikhlasan, dan solidaritas antar sesama manusia.

Secara bahasa, Idul Adha berasal dari kata “Id” (kembali) dan “Adha” (kurban), yang bermakna kembalinya manusia kepada fitrah melalui pengorbanan.

Sementara itu, kata qurban berasal dari bahasa Arab qaruba yang berarti dekat, yakni upaya seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Baca juga: Panduan Lengkap Membagikan Daging Kurban Sesuai Syariat, Simak Aturan dan Larangannya

Landasan Kurban dalam Al-Qur’an

Al-Qur’an telah memberikan penjelasan yang sangat jelas mengenai perintah kurban sebagai bagian dari ibadah kepada Allah.

1. Perintah Langsung untuk Berkurban

Dalam Surah Al-Kautsar ayat 2, Allah SWT berfirman:

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

Fa shalli li rabbika wanhar

“Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah.”

Ayat ini menegaskan bahwa kurban adalah bentuk ibadah yang sejajar dengan shalat sebagai wujud rasa syukur atas nikmat Allah.

2. Kurban sebagai Syariat Umat

Dalam Surah Al-Hajj ayat 34 dijelaskan:

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا لِيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ

“Dan bagi setiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), agar mereka menyebut nama Allah atas rezeki yang dikaruniakan-Nya kepada mereka berupa hewan ternak.”

Ayat ini menunjukkan bahwa ibadah kurban bukan hanya milik umat Nabi Muhammad SAW, tetapi telah menjadi tradisi ibadah para umat terdahulu.

3. Esensi Kurban adalah Ketakwaan

Puncak makna kurban dijelaskan dalam Surah Al-Hajj ayat 37:

لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَٰكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنْكُمْ

“Daging dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu.”

Ayat ini menjadi inti dari seluruh ibadah kurban: yang dinilai Allah bukan fisik kurban, melainkan keikhlasan dan ketakwaan hati manusia.

Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail: Puncak Ketaatan

Makna Idul Adha tidak bisa dilepaskan dari kisah monumental Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam Surah As-Saffat ayat 102:

يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَىٰ فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَىٰ .قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ

“Wahai anakku! Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu. Ia (Ismail) menjawab: “Wahai ayahku! Laksanakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.”

Kisah ini menunjukkan:

  • Ketaatan total Nabi Ibrahim kepada Allah
  • Kepasrahan dan kesabaran Nabi Ismail
  • Kesempurnaan iman dalam menghadapi ujian berat

Pada akhirnya, Allah menggantikan Ismail dengan hewan sembelihan. Ini menegaskan bahwa Allah tidak menghendaki pengorbanan manusia, melainkan keikhlasan dan kepatuhan hati.

Dimensi Spiritual Idul Adha (Hablumminallah)

Idul Adha mengajarkan manusia untuk:

  • Menguatkan hubungan dengan Allah (taqarrub)
  • Mengendalikan hawa nafsu dan cinta dunia
  • Belajar ikhlas dalam beribadah

Kurban menjadi latihan spiritual untuk melepaskan keterikatan terhadap materi, sebagaimana Nabi Ibrahim rela mengorbankan yang paling dicintainya.

Dimensi Sosial Idul Adha (Hablumminannas

Selain aspek ibadah, Idul Adha juga memiliki dimensi sosial yang sangat kuat:

1. Menguatkan Solidaritas Sosial

Pembagian daging kurban menciptakan interaksi antara orang kaya (yang berkurban) dan orang kurang mampu (yang menerima). Ini menjadi sarana mengurangi kesenjangan sosial.

2. Menumbuhkan Empati dan Kepedulian

Idul Adha mengajarkan bahwa kebahagiaan tidak hanya dirasakan sendiri, tetapi juga dibagikan kepada sesama.

3. Membangun Masyarakat yang Harmonis

Melalui kurban, tercipta hubungan sosial yang lebih erat, penuh kasih sayang, dan saling peduli.

Nilai Universal dalam Idul Adha

Nilai-nilai Idul Adha sejalan dengan prinsip universal dalam Islam, sebagaimana firman Allah:

لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ

“Tidak ada paksaan dalam agama.” (QS. Al-Baqarah: 256)

Ayat ini menegaskan bahwa Islam menjunjung tinggi, yakni kebebasan, toleransi, dan kemanusiaan.

Nilai ini juga tercermin dalam semangat berbagi dan menghormati sesama dalam Idul Adha.

Kesimpulan: Idul Adha, Ibadah yang Menyatukan Langit dan Bumi

Idul Adha bukan sekadar ritual penyembelihan hewan, tetapi sebuah momentum besar untuk:

  • Meningkatkan ketakwaan kepada Allah
  • Meneladani keikhlasan Nabi Ibrahim dan Ismail
  • Memperkuat solidaritas sosial dalam masyarakat

Baca juga: Idul Adha 2026 Berapa Hari Lagi? Ini Hitung Mundur dan Jadwal Lengkapnya

Kurban adalah simbol bahwa manusia harus mampu mengorbankan ego, kepentingan pribadi, dan kecintaan dunia demi meraih ridha Allah SWT.

Pada akhirnya, Idul Adha mengajarkan bahwa kedekatan kepada Allah harus berjalan seiring dengan kepedulian kepada sesama manusia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kemenag Gelar Festival Literasi Islam, Ada Pameran Percetakan Al-Qur'an
Kemenag Gelar Festival Literasi Islam, Ada Pameran Percetakan Al-Qur'an
Aktual
Wasekjen PBNU Soroti Arogansi Hotman Paris, Tak Layak Jadi Teladan Generasi Muda
Wasekjen PBNU Soroti Arogansi Hotman Paris, Tak Layak Jadi Teladan Generasi Muda
Aktual
Kemenag: Tunjangan Guru dan Dosen Cair Minggu Depan
Kemenag: Tunjangan Guru dan Dosen Cair Minggu Depan
Aktual
Berapa Jumlah Rakaat Shalat Taubat? Ini Penjelasan dan Dalilnya
Berapa Jumlah Rakaat Shalat Taubat? Ini Penjelasan dan Dalilnya
Aktual
Bolehkah Mengulang Shalat Taubat dalam Sehari? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Bolehkah Mengulang Shalat Taubat dalam Sehari? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Aktual
Kemenag Siapkan Materi Pencegahan LGBTQ dalam Kurikulum, Tindak Lanjuti Perpres Nomor 111 Tahun 2025
Kemenag Siapkan Materi Pencegahan LGBTQ dalam Kurikulum, Tindak Lanjuti Perpres Nomor 111 Tahun 2025
Aktual
Anggaran Tambahan Sudah Masuk, Kemenag Cairkan Tunjangan Profesi Guru-Dosen Minggu Depan
Anggaran Tambahan Sudah Masuk, Kemenag Cairkan Tunjangan Profesi Guru-Dosen Minggu Depan
Aktual
7 Adab Imam Shalat Berjamaah Menurut Imam Al-Ghazali Agar Ibadah Lebih Sempurna
7 Adab Imam Shalat Berjamaah Menurut Imam Al-Ghazali Agar Ibadah Lebih Sempurna
Aktual
Tokoh NU Banten Dorong PBNU Kembali ke Khittah, Sebut Pengurus Harus Jadi 'Pelayan Ulama'
Tokoh NU Banten Dorong PBNU Kembali ke Khittah, Sebut Pengurus Harus Jadi "Pelayan Ulama"
Aktual
Kapan Shalat Taubat Dilakukan? Simak Penjelasan Waktu Terbaik dan Harus Dihindari
Kapan Shalat Taubat Dilakukan? Simak Penjelasan Waktu Terbaik dan Harus Dihindari
Aktual
Tunjangan Profesi Guru dan Dosen Kemenag 2025 Cair Minggu Depan
Tunjangan Profesi Guru dan Dosen Kemenag 2025 Cair Minggu Depan
Aktual
Ponpes Bahrul Ulum Tegaskan Netral Jelang Muktamar NU 2026, Fokus Layani Muktamirin
Ponpes Bahrul Ulum Tegaskan Netral Jelang Muktamar NU 2026, Fokus Layani Muktamirin
Aktual
3 Syarat Agar Taubat Diterima Allah Menurut Penjelasan Ulama
3 Syarat Agar Taubat Diterima Allah Menurut Penjelasan Ulama
Aktual
Tata Cara Shalat Taubat Lengkap dengan Niat dan Doa
Tata Cara Shalat Taubat Lengkap dengan Niat dan Doa
Doa dan Niat
Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027, ASN Diminta Segera Bangun Komunikasi
Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027, ASN Diminta Segera Bangun Komunikasi
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar