Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menag Doakan Affan Kurniawan sebagai Syuhada, Sampaikan Duka Mendalam

Kompas.com - 29/08/2025, 16:45 WIB
Khairina

Penulis

KOMPAS.com – Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojek online (ojol) yang meninggal dalam peristiwa demonstrasi di Jakarta.

Nasaruddin mendoakan agar almarhum wafat dalam keadaan syahid.

“Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Saya Nasaruddin Umar, Imam Besar Masjid Istiqlal dan Menteri Agama, dari lubuk hati yang paling dalam mengucapkan bela sungkawa sedalam-dalamnya atas musibah yang menimpa saudara kita semuanya, Affan Kurniawan,” ujar Menag di Jakarta, Jumat (29/8/2025), dalam rilis yang diterima KOMPAS.com.

Baca juga: Menag: Bandara Thaif Belum Ideal untuk Penerbangan Haji Indonesia

Ia berharap arwah Affan diterima di sisi Allah SWT.

“Semoga beliau termasuk di antara syuhada karena mempertahankan idealisme yang dianggapnya benar,” ucapnya.

Harap Penyelesaian Sesuai Hukum

Menag Nasaruddin juga menekankan pentingnya penyelesaian hukum secara adil atas peristiwa ini.

“Mari kita tuntaskan persoalan ini. Semoga yang benar-benar bersalah itu dikenakan hukuman sesuai dengan peraturan yang berlaku,” katanya.

Baca juga: Menag: Peralihan Layanan Haji ke BP Haji Langkah Strategis Tingkatkan Kualitas

Doa untuk Keluarga Almarhum

Kepada keluarga Affan, Nasaruddin mendoakan agar mereka diberi ketabahan dan kesabaran.

“Pasti banyak sekali orang yang mendoakan. Belum tentu kita akan dipanggil Tuhan dengan sebanyak ini doa. Karena itu, izinkan saya sekali lagi bersama para santri kami, mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah. Kepada seluruh keluarga, semoga Allah memberikan ketabahan dan kesabaran menerima kenyataan ini,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Menag juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI yang dinilainya memberikan perhatian besar terhadap keluarga korban.

“Kita juga mengapresiasi Bapak Presiden yang luar biasa memberikan konsern yang sangat dalam, bahkan sampai menanggung seluruh keluarga almarhum, termasuk anak-anak, saudara-saudara, dan orang tuanya. Ini bukti bahwa kita semua konsern untuk kasus yang terjadi kemarin,” jelasnya.

Terangi negeri dengan literasi, satu buku bisa membuka ribuan mimpi. Lewat ekspedisi Kata ke Nyata, Kompas.com ingin membawa ribuan buku ke pelosok Indonesia. Bantu anak-anak membaca lebih banyak, bermimpi lebih tinggi. Ayo donasi via Kitabisa!


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke