KOMPAS.com - Penyakit ‘Ain Adalah penyakit yang dikenal dalam kalangan umat Islam. Penyakit ‘ain Adalah penyakit yang muncul akibat pandangan mata yang punya hasad atau kagum kemudian berpengaruh buruk terhadap yang dipandangnya.
Penyaki ‘ain merupakan penyakit non medis yang menyebabkan gangguan pada seseorang. Dalam sebuah hadits pernah diceritakan ada seorang bernama Sahl bi Hunaif sedang Bersama Amir bin Rabi’ah.
Amir bin Rabi’ah merasa kagum dengan kulit Sah bin Hunaif yang sangat halus dan indah hingga terucap: “Aku tidak pernah melihat kulit indah seperti yang kulihat pada hari ini, bahkan mengalahkan kulit wanita gadis.”
Seketika Sahl bin Hunaif menjadi sakit.
Baca juga: 7 Keutamaan Berwudhu Lengkap dengan Niat, Doa, dan Tata Caranya
Penyakit ‘ain disebutkan dalam beberapa hadits Rasulullah SAW:
العين حق، ولو كان شيء سابق القدر سبقته العين
Artinya: “Ain itu benar-benar ada! Andaikan ada sesuatu yang bisa mendahului takdir, sungguh ‘ain itu yang bisa.” (H.R. Muslim).
Dalam hadits lain disebutkan bahwa Aisyah RA, pernah diruqyah untuk menghilangkan penyakit ‘ain.
كانَ رَسولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ يَأْمُرُنِي أَنْ أَسْتَرْقِيَ مِنَ العَيْنِ
Artinya: “Dahulu Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam memintaku agar aku diruqyah untuk menyembuhkan ‘ain.” (H.R. Muslim).
Baca juga: 6 Doa Selamat Dunia Akhirat, Lengkap Tulisan Arab, Latin, dan Terjemahannya
Syaikh Abdurrahman bin Hasan dalam kitab Fathul Majid menyebut bahwa penyakit ‘ain berasal dari seseorang yang memandang dan menimbulkan gangguan pada yang dipandangnya.
‘Ain berasal dari kata ‘aana-ya’iinu yang artinya: terkena sesuatu hal dari mata. Penyakit ini bersal dari kekaguman orang yang melihat sesuatu, lalu diikuti oleh respon jiwa yang negatif, lalu melalui media pandangan mata menyebablan yang dipandangnya sakit.
Dalam kisah Sahl bin Hunaif, Rasulullah SAW memerintahkan Amir bin Rabi’ah untuk berwudhu, kemudian air bekas wudhunya diusapkan kepada Sahl bi Hunaif. Seketika itu Sahl menjadi sehat kembali.
Sementara dalam hadits yang disampaikan oleh Aisyah RA, Rasulullah memerintahkan Aisyah untuk diruqyah untuk menghilangkan penyakit ‘ain. Jadi, penyakit ‘ain dapat dihilangkan dengan melakukan rukyah.
Baca juga: Ayat Kursi: Teks Arab, Latin, dan Arti Beserta Keutamaannya
Adapun untuk mencegah timbulnya penyakit ‘ain, maka ketika memandang sesuatu yang mengagumkan, diperintahkan untuk membaca:
Arab:
مَا شَاءَ اللهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَيْهِ.
Latin:
Maasyaa Allah laa quwwata illa billahi allaahumma baarik ‘alaih.
Artinya:
Atas kehendak Allah semua ini terjadi, tiada kekuatan kecuali milik Allah, Ya Allah berikan keberkahan atasnya.