Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Waktu Tidur yang Baik Menurut Islam dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Kompas.com, 13 Oktober 2025, 06:00 WIB
Khairina

Editor

Sumber Baznas

KOMPAS.com-Tidur merupakan nikmat besar dari Allah SWT yang memberi kesempatan bagi tubuh dan jiwa untuk beristirahat setelah beraktivitas seharian.

Dalam ajaran Islam, tidur tidak hanya dipandang sebagai kebutuhan fisik, tetapi juga bagian dari ibadah bila dilakukan dengan cara dan waktu yang benar.

Mengetahui waktu tidur yang baik menurut Islam dapat membantu menjaga keseimbangan antara kesehatan jasmani, rohani, dan kualitas ibadah seorang Muslim.

Baca juga: Sulit Tidur? Begini Rasulullah Ajarkan Doa Hilangkan Insomnia

Tidur Setelah Isya, Waktu Tidur yang Dianjurkan

Dilansir dari Baznas, salah satu waktu tidur yang baik menurut Islam adalah setelah melaksanakan shalat Isya.

Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk tidak begadang dan segera tidur setelah Isya agar dapat bangun lebih awal untuk ibadah malam seperti tahajud dan shalat Subuh.

Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan, “Sesungguhnya Nabi SAW membenci tidur sebelum Isya dan berbincang-bincang setelahnya.”

Hadis ini menunjukkan pentingnya menjaga waktu istirahat malam agar tidak diisi dengan kegiatan yang kurang bermanfaat.

Tidur lebih awal memberi tubuh kesempatan beristirahat secara optimal sekaligus memudahkan bangun di sepertiga malam terakhir untuk beribadah.

Selain meningkatkan kualitas ibadah, tidur setelah Isya juga membantu menyeimbangkan ritme sirkadian tubuh yang berpengaruh pada metabolisme dan keseimbangan hormon.

Baca juga: 6 Adab Bangun Tidur Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW, Bisa Diamalkan Setiap Hari

Qailulah, Sunnah Tidur Siang yang Menyehatkan

Selain tidur malam, Islam juga menganjurkan tidur siang singkat atau qailulah sebagai kebiasaan yang menyehatkan.

Qailulah biasanya dilakukan sebelum waktu Dzuhur dan menjadi salah satu sunnah yang dicontohkan Rasulullah SAW.

Dalam hadis riwayat Thabrani disebutkan, “Lakukanlah qailulah, karena setan tidak melakukan qailulah.”

Tidur siang singkat ini bermanfaat untuk memulihkan energi, meningkatkan konsentrasi, dan menjaga kewaspadaan dalam beraktivitas.

Durasi qailulah sebaiknya tidak terlalu lama, cukup 15–30 menit agar tidak mengganggu pola tidur malam.

Menjadikan qailulah sebagai rutinitas harian membantu menjaga produktivitas, memperbaiki mood, dan meningkatkan semangat beribadah.

Baca juga: Adab Bangun Tidur Menurut Imam Al Ghazali, Lengkap dengan Doa dan Dzikir

Waktu Tidur yang Tidak Dianjurkan dalam Islam

Selain mengajarkan waktu tidur yang baik, Islam juga memberi panduan waktu tidur yang sebaiknya dihindari.

Tidur setelah shalat Subuh hingga terbit matahari termasuk waktu yang tidak dianjurkan karena dapat mengurangi keberkahan rezeki dan menghambat waktu untuk berzikir di pagi hari.

Tidur sebelum Isya juga tidak disarankan, karena dapat menyebabkan seseorang melewatkan shalat Isya atau melaksanakannya di luar waktunya.

Tidur setelah waktu Ashar pun sebaiknya dihindari karena dapat menyebabkan rasa malas dan mengganggu pola tidur malam.

Dengan menghindari waktu-waktu tersebut, umat Muslim dapat menjaga keseimbangan antara aktivitas dunia dan ibadah kepada Allah SWT.

Baca juga: Apakah Sah Sholat Tahajud Jika Tidak Tidur? Ini Penjelasan Ulama

Manfaat Kesehatan dari Waktu Tidur yang Baik Menurut Islam

Menerapkan waktu tidur yang baik menurut Islam tidak hanya mendatangkan manfaat spiritual, tetapi juga memberikan efek positif bagi kesehatan tubuh.

Tidur teratur pada waktu yang dianjurkan dapat meningkatkan kualitas tidur dan mencegah gangguan seperti insomnia.

Kebiasaan tidur yang baik juga membantu menjaga keseimbangan hormon, memperkuat sistem imun, serta meningkatkan konsentrasi dan daya ingat.

Selain itu, tidur cukup dapat membantu menjaga kesehatan mental, mengurangi stres, serta memperbaiki suasana hati.

Dengan mengikuti waktu tidur yang baik menurut Islam, umat Muslim tidak hanya memperoleh tubuh yang sehat tetapi juga jiwa yang tenang.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



Terkini Lainnya
5 Peristiwa Agung di Bulan Syaban, Peralihan Kiblat hingga Penentuan Ajal Manusia
5 Peristiwa Agung di Bulan Syaban, Peralihan Kiblat hingga Penentuan Ajal Manusia
Aktual
Doa Masuk Bulan Syaban, Menyiapkan Hati Menyambut Ramadhan
Doa Masuk Bulan Syaban, Menyiapkan Hati Menyambut Ramadhan
Doa dan Niat
Malam Nisfu Sya’ban dalam Tinjauan Ulama: Dalil dan Amalan yang Dianjurkan
Malam Nisfu Sya’ban dalam Tinjauan Ulama: Dalil dan Amalan yang Dianjurkan
Doa dan Niat
Skor Pencegahan Korupsi di Kemenag Disebut Lampaui Target Nasional
Skor Pencegahan Korupsi di Kemenag Disebut Lampaui Target Nasional
Aktual
Amalan Bulan Sya’ban: Keutamaan, Dalil, dan Praktik Ibadah Menjelang Ramadhan
Amalan Bulan Sya’ban: Keutamaan, Dalil, dan Praktik Ibadah Menjelang Ramadhan
Doa dan Niat
Dzikir Bulan Sya’ban: 4 Bacaan yang Dianjurkan MUI dan Keutamaannya
Dzikir Bulan Sya’ban: 4 Bacaan yang Dianjurkan MUI dan Keutamaannya
Doa dan Niat
Mengapa Nisfu Syaban Baca Yasin 3 Kali? Ini Penjelasannya
Mengapa Nisfu Syaban Baca Yasin 3 Kali? Ini Penjelasannya
Doa dan Niat
Doa Awal Bulan Sya’ban, Lengkap dengan Keutamaan dan Amalan Sunnah Menyambut Ramadhan
Doa Awal Bulan Sya’ban, Lengkap dengan Keutamaan dan Amalan Sunnah Menyambut Ramadhan
Doa dan Niat
Bahtsul Masail Kiai Muda NU Minta PBNU Pecat Kader Korupsi
Bahtsul Masail Kiai Muda NU Minta PBNU Pecat Kader Korupsi
Aktual
Gibran ke Pesantren Cipasung Besok, Bawa Misi Santri Melek AI dan Robotik
Gibran ke Pesantren Cipasung Besok, Bawa Misi Santri Melek AI dan Robotik
Aktual
Sibuk Dunia tapi Rugi Akhirat? Ini Cara Agar Aktivitas Bernilai Ibadah
Sibuk Dunia tapi Rugi Akhirat? Ini Cara Agar Aktivitas Bernilai Ibadah
Doa dan Niat
Wamenhaj Tekankan Pentingnya Alur Komando bagi Petugas Haji
Wamenhaj Tekankan Pentingnya Alur Komando bagi Petugas Haji
Aktual
5 Persiapan Menyambut Datangnya Ramadhan 2026 Agar Ibadah Lebih Optimal
5 Persiapan Menyambut Datangnya Ramadhan 2026 Agar Ibadah Lebih Optimal
Doa dan Niat
Islam Tak Larang Cinta, Tapi Apakah Pacaran Dibenarkan?
Islam Tak Larang Cinta, Tapi Apakah Pacaran Dibenarkan?
Aktual
Ramadhan 2026: Rahasia Keutamaan Khatam Al-Qur’an di Bulan Suci
Ramadhan 2026: Rahasia Keutamaan Khatam Al-Qur’an di Bulan Suci
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com