Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Khutbah Jumat 2 Januari 2026: Muhasabah Diri, Bekal Menghadapi Hisab di Akhirat

Kompas.com, 2 Januari 2026, 09:35 WIB
Khairina

Editor

Sumber MUI

KOMPAS.com-Muhasabah atau introspeksi diri menjadi salah satu amalan penting yang ditekankan dalam Islam, terutama sebagai bekal menghadapi hisab di akhirat.

Melalui khutbah Jumat ini, khatib mengajak jamaah untuk menilai kembali perjalanan hidup, menahan hawa nafsu, serta mempersiapkan diri dengan ilmu, iman, dan takwa agar selamat dunia dan akhirat. 

Berikut isi khutbah, dilansir dari laman MUI:

Khutbah Pertama

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ غَافِرِ الذَّنْبِ وَقَابِلِ التَّوْبِ شَدِيْدِ الْعِقَابِ ذِي الطَّوْلِ لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ إِلَيْهِ الْمَصِيْرُ، دَبَّرَ فَأَحْكَمَ التَّدْبِيْرَ، وَقَدَّرَ وَشَاءَ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، شَهَادَةً أَسْأَلُ رَبِّي لِي وَلَكُمْ بِهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَنْ يُجِيْرََنَا مِنْ نَارِ السَّعِيْرِ،

وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْهَادِي الْبَشِيْرُ، وَالْقَمَرُ الْمُنِيْرُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الطَّيِّبِيْنَ الطَّاهِرِيْنَ، أَمَّا بَعْدُ،

عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَظِيْمِ، اِتَّقُوا اللهَ فَإِنَّ تَقْوَاهُ أَفْضَلُ مُكْتَسَبٍ.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Mengawali khutbah pada siang hari yang penuh keberkahan ini, khatib berwasiat kepada diri pribadi dan kepada seluruh jamaah agar senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Ta’ala, Tuhan Yang Maha Esa, Pencipta segala sesuatu, Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan Maha Mengetahui apa pun yang tampak maupun tersembunyi.

Allah Ta’ala mengetahui seluruh keadaan hamba-Nya tanpa terkecuali.
Hamba yang beruntung adalah mereka yang senantiasa mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, berpegang teguh pada petunjuk dan ajaran beliau.

Baca juga: Khutbah Jumat 2 Januari 2026: Waktu Semakin Cepat, Persiapkan Bekal untuk Akhirat

Allah Ta’ala berfirman:

ﵟوَأَمَّا مَنۡ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِۦ وَنَهَى ٱلنَّفۡسَ عَنِ ٱلۡهَوَىٰ ۝ فَإِنَّ ٱلۡجَنَّةَ هِيَ ٱلۡمَأۡوَىٰ

Artinya:
“Adapun orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya dan menahan diri dari hawa nafsu, maka sesungguhnya surga adalah tempat tinggalnya.” (QS An-Nazi’at: 40–41)

Takut kepada hisab mendorong seorang hamba untuk menjauhi yang haram dan menunaikan kewajiban.
Menahan hawa nafsu berarti menolak dorongan yang mengajak pada keburukan dan bertentangan dengan syariat Allah.

Salah satu kunci agar seseorang mampu menahan hawa nafsu adalah dengan muhasabah diri secara jujur.
Muhasabah sejati terkadang terasa pahit karena menuntut keberanian untuk mengakui kesalahan dan memperbaikinya.

Sayyidina Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu berpesan:

حَاسِبُوْا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوْا

“Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab.”

Baca juga: Khutbah Jumat 26 Desember 2025 Keutamaan Bulan Rajab

Barang siapa yang membiasakan muhasabah di dunia, maka hisabnya di akhirat akan terasa lebih ringan.

Jihad terbesar manusia bukan hanya melawan musuh di luar, tetapi melawan hawa nafsu, setan, dan godaan dunia.
Pertempuran ini berlangsung sepanjang hidup hingga ajal menjemput.

Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah bahkan menyadari bahwa godaan setan tidak berhenti hingga detik terakhir kehidupan.
Hal ini menjadi pengingat bahwa istiqamah harus dijaga sampai akhir hayat.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ

“Orang yang cerdas adalah yang menghisab dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah mati.” (HR At-Tirmidzi)

Baca juga: Khutbah Jumat 19 Desember 2025: Kembali kepada Allah SWT sebagai Jalan Keselamatan

Muhasabah membutuhkan ilmu.
Tanpa ilmu, seseorang tidak akan mampu membedakan mana yang halal dan mana yang haram.

Dengan ilmu, iman, dan ketakwaan, seorang mukmin akan dimampukan Allah untuk menaklukkan hawa nafsu dan godaan setan.

Allah Ta’ala berfirman:

ﵟإِن تَنصُرُواْ ٱللَّهَ يَنصُرۡكُمۡ وَيُثَبِّتۡ أَقۡدَامَكُمۡ

Artinya:
“Jika kalian menolong agama Allah, niscaya Allah akan menolong kalian dan meneguhkan kedudukan kalian.” (QS Muhammad: 7)

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ.

Baca juga: 5 Rukun Khutbah Jumat yang Wajib Diketahui dan Dipenuhi

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ للهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى.

Jamaah Jumat rahimakumullah,
Marilah kita memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan memohon ampunan kepada Allah untuk seluruh kaum Muslimin.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ

Ya Allah, ampunilah dosa kaum Muslimin dan Muslimat, mukminin dan mukminat, yang masih hidup maupun yang telah wafat.

Ya Allah, jauhkanlah negeri kami dan negeri kaum Muslimin dari bencana, wabah, fitnah, dan kezaliman, baik yang tampak maupun yang tersembunyi.

عِبَادَ اللهِ،

ﵟإِنَّ ٱللَّهَ يَأۡمُرُ بِٱلۡعَدۡلِ وَٱلۡإِحۡسَٰنِ...

Sesungguhnya Allah memerintahkan keadilan, kebaikan, dan melarang perbuatan keji serta kemungkaran.

فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ

Ingatlah Allah, niscaya Allah mengingat kalian.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



Terkini Lainnya
Sholat Sunah Rawatib, Amalan Pendamping Sholat Wajib yang Dianjurkan Rasulullah
Sholat Sunah Rawatib, Amalan Pendamping Sholat Wajib yang Dianjurkan Rasulullah
Aktual
Ketika Nabi Pergi, Umat Bertobat: Kisah Nabi Yunus AS
Ketika Nabi Pergi, Umat Bertobat: Kisah Nabi Yunus AS
Aktual
Khutbah Jumat 2 Januari 2026: Muhasabah Diri, Bekal Menghadapi Hisab di Akhirat
Khutbah Jumat 2 Januari 2026: Muhasabah Diri, Bekal Menghadapi Hisab di Akhirat
Aktual
Banyak yang Keliru, Surat Ini Lebih Dianjurkan Dibaca di Malam Jumat
Banyak yang Keliru, Surat Ini Lebih Dianjurkan Dibaca di Malam Jumat
Doa dan Niat
Mengapa Zohran Mamdani Memilih 3 Mushaf Alquran saat Pelantikan Wali Kota New York?
Mengapa Zohran Mamdani Memilih 3 Mushaf Alquran saat Pelantikan Wali Kota New York?
Aktual
Gelombang Dingin dan Al-Azeerq Melanda Arab Saudi, Warga Diminta Waspada
Gelombang Dingin dan Al-Azeerq Melanda Arab Saudi, Warga Diminta Waspada
Aktual
Kemenhaj Buka Pelunasan Haji Reguler Tahap II Mulai 2 Januari, Jamaah Diminta Bersiap
Kemenhaj Buka Pelunasan Haji Reguler Tahap II Mulai 2 Januari, Jamaah Diminta Bersiap
Aktual
Niat Puasa Ayyamul Bidh Januari 2026 di Bulan Rajab 1447 H, Lengkap dengan Jadwalnya
Niat Puasa Ayyamul Bidh Januari 2026 di Bulan Rajab 1447 H, Lengkap dengan Jadwalnya
Aktual
Pelunasan Haji Reguler Tahap II 2026 Dibuka, Simak Kriteria dan Syarat Terbarunya
Pelunasan Haji Reguler Tahap II 2026 Dibuka, Simak Kriteria dan Syarat Terbarunya
Aktual
Zohran Mamdani Wali Kota New York Pertama yang Disumpah dengan Al Quran
Zohran Mamdani Wali Kota New York Pertama yang Disumpah dengan Al Quran
Aktual
Doa Awal Tahun 2026: Doa Perlindungan untuk Satu Tahun Kedepan
Doa Awal Tahun 2026: Doa Perlindungan untuk Satu Tahun Kedepan
Aktual
Pelunasan Tersendat, 13 Asosiasi Nilai Penyelenggaraan Haji Khusus 2026 Berisiko Gagal
Pelunasan Tersendat, 13 Asosiasi Nilai Penyelenggaraan Haji Khusus 2026 Berisiko Gagal
Aktual
Khutbah Jumat 2 Januari 2026: Waktu Semakin Cepat, Persiapkan Bekal untuk Akhirat
Khutbah Jumat 2 Januari 2026: Waktu Semakin Cepat, Persiapkan Bekal untuk Akhirat
Aktual
Fenomena “Al-Azeerq” di Arab Saudi, Dingin Ekstrem dan Malam Terpanjang
Fenomena “Al-Azeerq” di Arab Saudi, Dingin Ekstrem dan Malam Terpanjang
Aktual
Jadwal Libur Sekolah Awal Puasa Ramadhan 2026, Bertepatan dengan Imlek
Jadwal Libur Sekolah Awal Puasa Ramadhan 2026, Bertepatan dengan Imlek
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com