Editor
KOMPAS.com - Kabar duka menyelimuti dunia pendidikan Islam Indonesia. Salah satu pimpinan tertinggi Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), Prof Dr KH Amal Fathullah Zarkasyi MA, wafat pada Sabtu (3/1/2026).
Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Almarhum menghembuskan napas terakhir pada pukul 12.14 WIB di RSUD Dr Moewardi, Solo.
Informasi wafatnya Prof KH Amal Fathullah Zarkasyi disampaikan secara resmi oleh Sekretariat Pimpinan PMDG dan dengan cepat menyebar ke berbagai grup alumni Gontor di dalam maupun luar negeri.
Baca juga: Pimpinan Ponpes Gontor KH Amal Fathullah Zarkasyi Wafat, Ini Jadwal Lengkap Pemakaman
KH Amal Fathullah Zarkasyi merupakan salah satu figur sentral dalam Tri Murti Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, yaitu tiga pimpinan tertinggi yang memegang estafet kepemimpinan pesantren setelah wafatnya para pendiri.
Dalam formasi terakhir yang ditetapkan pada 23 Oktober 2020, Tri Murti PMDG terdiri dari KH Akrim Mariyat, Prof Dr KH Amal Fathullah Zarkasyi MA dan KH Hasan Abdullah Sahal.
Ketiganya memikul tanggung jawab besar dalam menentukan arah pendidikan, dakwah, serta pengembangan PMDG dan Universitas Darussalam (Unida) Gontor.
Kepergian almarhum menjadi kehilangan mendalam, tidak hanya bagi keluarga besar Gontor, tetapi juga bagi dunia pesantren nasional.
Dedikasi beliau dalam menjaga dan mengembangkan nilai-nilai kepondokan— keikhlasan, kesederhanaan, kemandirian, ukhuwah, dan kebebasan berpikir—telah menjadi teladan lintas generasi.
Dilansir dari situs resmi Pondok Modern Gontor, gontor.ac.id, Prof Dr KH Amal Fathullah Zarkasyi lahir di Ponorogo, 4 November 1949.
Ia merupakan putra keempat dari KH Imam Zarkasyi, salah satu dari Tri Murti Pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor, bersama KH Ahmad Sahal dan KH Zainuddin Fananie.
Riwayat pendidikan almarhum mencerminkan keluasan wawasan keislaman dan keilmuan internasional.
Ia mengawali pendidikan tinggi di Institut Pendidikan Darussalam (IPD) PMDG dan melanjutkan studi Perbandingan Agama di IAIN Sunan Ampel Surabaya.
Gelar Magister Filsafat Islam diraihnya dari Cairo University, Mesir, sementara gelar Doktor diperoleh dari Universiti Malaya, Kuala Lumpur, pada bidang Aqidah dan Pemikiran Islam.
Pada 2014, almarhum dikukuhkan sebagai guru besar Ilmu Aqidah di UNIDA Gontor, dan pada 2017 menerima Doktor Honoris Causa dari Fatoni University, Thailand, atas kontribusinya dalam pengembangan studi Islam.
Pengabdian KH Amal Fathullah Zarkasyi di Gontor berlangsung hampir seumur hidup. Ia mulai mengajar di Kulliyatul Mu’allimin al-Islamiyyah (KMI) sejak 1969, kemudian menduduki berbagai posisi strategis, mulai dari Dekan Fakultas Ushuluddin IPD, Pembantu Rektor, hingga Rektor Unida Gontor periode 2014–2020.
Sejak 2020 hingga wafat, beliau mengemban amanah sebagai Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, melanjutkan estafet kepemimpinan pesantren modern terbesar di Indonesia tersebut.
Selain sebagai pendidik dan pemimpin pesantren, almarhum dikenal sebagai akademisi produktif.
Sejumlah karyanya menjadi rujukan penting dalam kajian aqidah, filsafat Islam, dan pemikiran keislaman kontemporer, di antaranya ‘Ilmu Kalam, Manhaj al-Bahth al-Falsafi, hingga Aqidah al-Tawhid ‘inda al-Falasifah wa al-Mutakallimin wa al-Sufiyah.
Baca juga: Harun al-Rasyid: Kekuasaan, Ilmu, dan Wajah Ganda Sebuah Peradaban
KH Amal Fathullah Zarkasyi juga aktif dalam berbagai seminar internasional di Malaysia, Mesir, Maroko, Yaman, Thailand, hingga Bosnia, membahas isu-isu filsafat Islam, pendidikan, dan dialog peradaban.
Wafatnya Prof Dr KH Amal Fathullah Zarkasyi MA menutup satu bab penting dalam sejarah Gontor. Namun, jejak pemikiran, keteladanan, dan pengabdiannya akan terus hidup dalam dunia pesantren dan pendidikan Islam Indonesia.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang