Editor
KOMPAS.com — Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PW ISNU) Aceh, mewakili Pengurus Pusat ISNU (PP ISNU), menyalurkan bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) kepada 51 mahasiswa terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang.
Bantuan ini diberikan sebagai upaya meringankan beban ekonomi mahasiswa dan keluarga mereka pascabencana banjir yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu.
Penyaluran bantuan dilakukan melalui kunjungan langsung ke lokasi mahasiswa penerima manfaat.
Baca juga: Wasekjen PBNU Soroti Akar Banjir Bandang Tapanuli, Pemerintah Diminta Bekerja Paralel
Kegiatan ini dilaksanakan bersama Lazisnu PBNU pusat dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Langsa.
Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua PW ISNU Aceh, didampingi perwakilan Lazisnu PBNU pusat serta jajaran pengurus PCNU Kota Langsa.
Selain bantuan kemanusiaan, rombongan juga menyerahkan bantuan pendidikan berupa pembayaran UKT mahasiswa secara simbolik.
Bantuan UKT tersebut bersumber dari Lazisnu PBNU dan lembaga filantropi PP ISNU di Jakarta, sebagai wujud komitmen ISNU dalam menjaga keberlanjutan pendidikan di tengah kondisi darurat akibat bencana.
Ketua PW ISNU Aceh menegaskan bahwa pendidikan merupakan sektor strategis yang harus tetap dijaga, bahkan dalam situasi bencana.
“Kami ingin memastikan bahwa musibah banjir tidak memutus akses pendidikan dan semangat belajar mahasiswa. Bantuan UKT ini adalah bentuk kehadiran dan tanggung jawab moral ISNU agar mahasiswa tetap dapat melanjutkan studinya,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (11/1/2026).
Ia juga menekankan bahwa program ini merupakan hasil sinergi antarstruktur NU dan lembaga filantropi dalam merespons dampak bencana secara cepat dan tepat sasaran.
Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memperkuat daya dukung sosial, khususnya bagi kelompok rentan seperti mahasiswa.
Sementara itu, para mahasiswa penerima bantuan menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan.
Baca juga: Usai Wirid, Korban Banjir Bandang Ikrarkan Sumpah Tapanuli
Mereka mengaku bantuan UKT tersebut sangat membantu, mengingat kondisi ekonomi keluarga turut terdampak akibat banjir.
PW ISNU Aceh berharap program bantuan ini tidak hanya memberikan dampak nyata bagi keberlangsungan pendidikan mahasiswa, tetapi juga mendorong penguatan solidaritas sosial serta gerakan filantropi pendidikan di lingkungan Nahdlatul Ulama dan masyarakat luas.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang