Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Doa Isra Miraj dan Amalan untuk Menguatkan Iman

Kompas.com, 14 Januari 2026, 14:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Isra Miraj merupakan peristiwa monumental dalam sejarah Islam yang selalu dikenang setiap tanggal 27 Rajab.

Pada malam penuh kemuliaan tersebut, Rasulullah SAW diperjalankan oleh Allah SWT dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Palestina, lalu diangkat menembus lapisan langit hingga Sidratul Muntaha.

Dari peristiwa inilah umat Islam menerima perintah shalat lima waktu secara langsung, tanpa perantara.

Lebih dari sekadar peringatan sejarah, Isra Miraj menjadi momentum spiritual untuk memperkuat iman, memperdalam ketundukan kepada Allah SWT, serta menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

Para ulama menegaskan bahwa menghidupkan malam-malam mulia dengan doa dan amalan saleh merupakan bentuk penghormatan terhadap syiar Islam, selama dilakukan tanpa keyakinan yang bertentangan dengan syariat.

Baca juga: Ayat-ayat Al Quran Tentang Peristiwa Isra Miraj Lengkap dengan Artinya

Memperbanyak Doa dan Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW

Salah satu amalan utama yang dianjurkan pada momen Isra Miraj adalah memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Shalawat merupakan wujud cinta, penghormatan, dan pengakuan atas jasa besar Rasulullah SAW dalam menyampaikan risalah Islam.

Imam an-Nawawi dalam Al-Adzkar menjelaskan bahwa shalawat memiliki keutamaan besar, di antaranya mendatangkan rahmat Allah dan menjadi sebab terkabulnya doa. Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Muslim)

Selain shalawat, umat Islam juga dianjurkan memanjatkan doa memohon syafaat Nabi Muhammad SAW, sebagai bentuk harapan agar kelak termasuk golongan yang mendapatkan pertolongan beliau di hari kiamat. Doa berikut sering diamalkan oleh para ulama:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ، اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنْ أَهْلِ شَفَاعَتِهِ، وَارْزُقْنَا حُبَّهُ وَاتِّبَاعَهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

Allahumma shalli 'ala sayyidina Muhammad wa 'ala alihi wa shahbihi wa sallim. Allahumma aj‘alna min ahli syafa‘atihi, warzuqna hubbahu wa ittiba‘ahu fid dunya wal akhirah.

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad, keluarganya, dan para sahabatnya. Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang memperoleh syafaatnya, dan anugerahkan kepada kami kecintaan serta kemampuan untuk mengikuti beliau di dunia dan akhirat.”

Baca juga: Isi Libur Isra Miraj dengan Amalan Penuh Pahala dan Keberkahan

Menghidupkan Malam Isra Miraj dengan Shalat Sunnah

Perintah shalat yang diterima Rasulullah SAW dalam peristiwa Isra Miraj menunjukkan betapa agungnya kedudukan shalat dalam Islam.

Oleh karena itu, memperbanyak shalat sunnah pada malam atau hari peringatannya menjadi amalan yang sangat relevan.

Shalat malam seperti tahajud dan hajat dianjurkan sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memohon kebaikan hidup.

Imam al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin menegaskan bahwa shalat malam merupakan ibadah yang mampu membersihkan hati dan menguatkan hubungan spiritual seorang hamba dengan Tuhannya.

Shalat sunnah tidak hanya bernilai pahala, tetapi juga menjadi ruang perenungan diri, terutama dalam meneladani ketaatan Rasulullah SAW.

Merenungi Makna dan Hikmah Isra Miraj

Selain ibadah ritual, Isra Miraj juga mengandung pesan moral dan spiritual yang mendalam. Para ulama menekankan pentingnya tadabbur atau perenungan terhadap hikmah peristiwa ini, khususnya terkait kewajiban shalat, kesabaran Rasulullah SAW dan kekuasaan Allah SWT yang melampaui batas logika manusia.

Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah wan Nihayah menjelaskan bahwa Isra Miraj menjadi bukti kemuliaan Nabi Muhammad SAW sekaligus ujian keimanan bagi umatnya.

Dengan merenungi peristiwa ini, seorang muslim diharapkan mampu memperbaiki kualitas ibadah dan menjadikan shalat sebagai pusat kehidupan.

Baca juga: Sejarah Lengkap Isra Miraj: Latar Belakang, Kronologi, dan Hikmahnya

Bersedekah dan Menebar Kebaikan

Amalan lain yang dianjurkan dalam momen Isra Miraj adalah memperbanyak sedekah. Sedekah tidak hanya bernilai sosial, tetapi juga menjadi sarana pembersih harta dan penarik keberkahan.

Rasulullah SAW bersabda:

“Sedekah tidak akan mengurangi harta.” (HR. Muslim)

Menjadikan 27 Rajab sebagai momentum berbagi kepada fakir miskin, anak yatim atau mereka yang membutuhkan merupakan bentuk pengamalan nilai Islam yang seimbang antara ibadah kepada Allah dan kepedulian terhadap sesama.

Doa dan amalan pada peringatan Isra Miraj merupakan ekspresi kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus wujud ketaatan kepada Allah SWT.

Dengan menghidupkan malam dan hari 27 Rajab melalui shalat, shalawat, doa, perenungan, dan sedekah, umat Islam berharap hidupnya senantiasa diberkahi dan kelak memperoleh syafaat Rasulullah SAW di akhirat.

Semoga setiap doa yang dipanjatkan diterima oleh Allah SWT dan menjadi jalan menuju kehidupan yang lebih tenang, bermakna, dan diridhai-Nya.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com