Jakarta, KOMPAS.com – Pendidikan dan pelatihan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2026 menghadirkan pendekatan baru dengan memasukkan pelatihan baris-berbaris (PBB) sebagai bagian dari pembentukan kesiapan petugas.
Pelatihan baris-berbaris tersebut menjadi pembeda dibandingkan diklat PPIH pada tahun-tahun sebelumnya.
Pelatihan PBB dilaksanakan selama 20 hari, terhitung sejak 10 Januari hingga 30 Januari 2026, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.
Baca juga: Pendaftaran Seleksi PPIH 2026 Dibuka Hari Ini, Simak Jadwal, Formasi, dan Syarat Lengkapnya
Para calon petugas haji dilatih langsung oleh instruktur dari unsur TNI dan Polri yang telah berpengalaman dalam pembinaan kedisiplinan dan kerja lapangan.
Wakil Ketua Diklat PPIH Arab Saudi, Muftiono, mengatakan pelatihan baris-berbaris bertujuan membentuk tim petugas haji yang solid dan siap bekerja sama di lapangan.
“PBB itu untuk membentuk tim yang solid dan kuat karena akan tercipta kerja sama dan kekompakan, sehingga semua bisa bekerja bersama-sama,” ujar Muftiono, Rabu (14/1/2026).
Pelatihan baris-berbaris ini tidak hanya ditujukan untuk melatih keterampilan fisik, tetapi juga membentuk mental petugas haji.
Salah satu tujuan utama PBB adalah menanamkan sikap disiplin dan rasa tanggung jawab dalam menjalankan tugas pelayanan jamaah.
Melalui pelatihan ini, para petugas juga dibekali pemahaman tentang pentingnya satu komando dalam situasi pelayanan massal seperti penyelenggaraan ibadah haji.
Baca juga: Kemenhaj RI Tunda Seleksi PPIH Kloter dan Arab Saudi di Sumut, Sumbar, dan Aceh
Pelatihan baris-berbaris dinilai efektif melatih pengendalian ego, mengingat petugas haji berasal dari berbagai latar belakang instansi dan profesi.
Selama bertugas di Tanah Suci, seluruh petugas dituntut menanggalkan jabatan asal dan menyamakan persepsi sebagai pelayan jamaah haji Indonesia.
Selain itu, PBB menjadi sarana pembelajaran kolaborasi dan koordinasi lintas sektor yang akan diterapkan saat menjalankan tugas di Arab Saudi.
Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Ichsan Marsha, menyampaikan pelatihan baris-berbaris dirancang untuk memperkuat kesiapan fisik dan mental petugas.
Baca juga: Seleksi PPIH 2026 Resmi Dibuka, Ini Daftar Lima Kategori Petugas Haji
Menurut Ichsan, penyelenggaraan ibadah haji menuntut ketahanan fisik sekaligus kesiapan psikologis dalam menghadapi berbagai situasi di Tanah Suci.
“Di sini ada beberapa formulasi dalam pendidikan kali ini, mulai dari penguatan fisik hingga pembentukan mental agar petugas benar-benar siap menjalankan tugas,” kata Ichsan.
Diklat Petugas Penyelenggara Ibadah Haji 2026 diikuti sekitar 1.500 calon petugas haji dari berbagai unsur.
Mereka dipersiapkan untuk mengemban amanah melayani ratusan ribu jamaah haji Indonesia yang akan diberangkatkan ke Tanah Suci pada musim haji 2026.
Melalui pendekatan pelatihan yang lebih komprehensif, pemerintah berharap kualitas pelayanan jamaah haji Indonesia dapat semakin meningkat.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang